Jangan Sepelekan Perdarahan di Luar Menstruasi, Bisa Jadi Tanda Bahaya

Perdarahan di luar menstruasi

Perdarahan di luar menstruasi bisa disebabkan oleh kondisi serius, misalnya kanker.

Umumnya menstruasi berlangsung selama 2-7 hari, meski bisa juga lebih lama. Di luar periode ini, bisa juga terjadi perdarahan pada vagina. Ini disebut perdarahan diluar menstruasi, atau spotting. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Ada yang berbahaya, ada pula yang tidak.

Baca Juga: Proses Terjadinya Menstruasi Melewati 4 Tahapan Berikut Lho!

Penyebab perdarahan di luar menstruasi yang tidak berbahaya misalnya: mengkonsumsi kontrasepsi hormonal, yaitu pil, suntik, susuk, IUS, atau kontrasepsi darurat. Bisa juga terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Atau, vaginamu kering sehingga terjadi luka saat bersenggama. Keguguran juga bisa menimbulkan perdarahan. Bila terjadi di awal kehamilan umumnya tidak berbahaya. Namun ada baiknya kamu ke dokter, untuk tindakan kuret diperlukan. Juga untuk menilai apa penyebab keguguran, sehingga bisa dilakukan tindakan untuk mencegahnya terjadi lagi.

5 Sebab Perdarahan di Luar Menstruasi yang Berbahaya

Selain penyebab yang telah disebutkan, perdarahan di luar menstruasi bisa pula merupakan tanda dari kondisi serius. Misalnya 5 di bawah ini.

  1. Endometriosis
    Endometriosis bisa menyebabkan perdarahan di luar menstruasi, nyeri haid hebat, dan darah haid yang begitu banyak. Jangan abaikan tanda-tanda ini ya, Ladies, karena endometriosis bisa mengganggu kesuburan. Makin lama endometriosis didiamkan, akan semakin berat dan makin sulit ditangani.
  2. Kehamilan di Luar Kandungan
    Perdarahan akibat kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik biasanya ringan, tapi disertai nyeri panggul. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang dibuahi malah menempel di tuba falopi, bukannya dinding rahim. Bila sel telur tersebut terus tumbuh, tuba falopi bisa pecah. Ini adalah kondisi darurat, yang butuh segera ditangani oleh dokter. Segeralah ke UGD bila mengalami gejala: nyeri berat pada panggul atau perut bawah yang disertai perdarahan, nyeri bahu, dan pusing yang teramat sangat. Kondisi ini juga bisa menyebabkan pingsan dan syok.
  3. Kanker

    Perdarahan di luar menstruasi bisa juga tanda adanya kanker serviks (leher rahim), atau kanker rahim. Pada kanker serviks, perdarahan juga bisa terjadi setelah berhubungan seks. Gejala lain misalnya nyeri/rasa tidak nyaman saat bersenggama, atau keputihan yang berbau tidak sedap. Kanker serviks bisa dialami oleh perempuan muda maupun tua; paling sering di usia 35-44 tahun.

    Adapun kanker rahim, umumnya mengenai perempuan usia 50 tahun ke atas. Untuk itu, perlu waspada bila ibu, tante, atau kakak yang sudah menopause, tiba-tiba “mens” lagi. Tak jarang, itu adalah gejala kanker rahim. Pada perempuan yang belum menopause, bisa terjadi perdarahan di luar menstruasi.

  4. Infeksi
    Perdarahan di luar menstruasi juga bisa mengindikasikan adanya infeksi pada organ-organ reproduksi. Salah satunya infeksi menular seksual oleh chlamydia. Waspadai pula kemungkinan penyakit radang panggul, yang bisa menimbulkan jaringan parut pada organ di rongga panggul.
  5. Polip
    Polip adalah tumor jinak, yang bisa tumbuh di rahim, atau di serviks. Meski umumnya tidak berbahaya, polip bisa menimbulkan perdarahan, dan pada kasus tertentu perlu diangkat, karena bisa menghalangi pergerakan sperma atau implantasi sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim.

Baca Juga: Dorongan Makan Kompulsif Saat Menstruasi, Ini Penyebabnya

Jangan ragu periksa ke dokter, bila kamu mengalami perdarahan di luar menstruasi. Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya