Keputihan Kerap Kambuh, Ini Sebabnya!‎

Keputihan kerap kambuh

Keputihan bisa dipicu oleh infeksi jamur atau bakteri di vagina. Meskipun dapat menimpa ‎siapa saja dan pada usia berapa pun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ‎keputihan. Bahkan kondisi tertentu bisa menyebabkan keputihan kerap kambuh atau ‎berulang.‎

Keputihan akibat infeksi jamur disebut sering kambuh jika berulang setidaknya empat kali ‎dalam setahun. Kekambuhan ini disebabkan banyak hal, akan dapat terjadi selama kondisi ‎normal vagina tidak terjaga, di mana pertumbuhan jamur menjadi dominan.‎

Baca Juga: Ada Kebaikan di Balik Keputihan

Selain itu, dipicu oleh ketidakseimbangan antara jumlah jamur dengan bakteri di vagina. ‎Bakteri alami di vagina biasanya membantu menjaga agar pertumbuhan jamur Candida ‎‎(penyebab tersering keputihan) tidak berlebihan.

Penggunaan douching atau mengkonsumsi antibiotik berlebihan akan membuat jumlah ‎bakteri alami di vagina berkurang, sehingga komposisi jamur menjadi dominan. Jadi, sangat ‎penting untuk memiliki keseimbangan mikroorganisme yang sehat di dalam tubuh, ‎termasuk di vagina.‎

Jamur Candida juga cenderung berkembang dalam kondisi lembab, seperti keringat yang ‎terperangkap di organ intim akibat penggunaan pakaian dalam yang tidak menyerap ‎keringat.

Kamu juga berisiko mengalami infeksi jamur berulang jika memiliki sistem kekebalan tubuh ‎yang lemah. Misalnya karena usia, tengah mengkonsumsi steroid, atau HIV.

Berikut adalah beberapa kemungkinan lain penyebab keputihan akibat infeksi jamur menjadi kronis dan sering kambuh:

  • Pengobatan tidak tuntas. Jika infeksi jamur tidak merespon pengobatan pertama, dokter akan meresepkan antijamur jangka panjang, termasuk obat oral selama beberapa minggu bahkan hingga enam bulan. Pastikan kamu menggunakan obat dengan benar sesuai petunjuk dokter.
  • Penularan infeksi bolak-balik. Infeksi candida dapat terjadi di area kulit manapun dan juga di mulut. Infeksi dapat menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit, misalnya antara ibu menyusui dan bayinya.
  • Aktivitas seksual. Meskipun tidak diklasifikasikan sebagai infeksi menular seksual (IMS), infeksi jamur dapat menular antara pasangan seksual. Menggunakan dapat membantu, penularan.

Baca Juga: Jangan Terjebak Mitos Keputihan Akibat Jamur

Jika memiliki pertanyaan seputar keputihan dan pencegahannya, Kamu bisa berkonsultasi ke Halo ‎DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link ‎https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya