Keputihan Tanda Hamil Disertai dengan Nyeri Saat Berhubungan Seks? Ini Tiga Kemungkinan Penyebabnya

tanda keputihan

Meski jarang dibahas di kalangan perempuan, keputihan tanda hamil sebetulnya merupakan sesuatu yang sering terjadi. Hal ini terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh. Ketika perempuan sedang hamil, kadar hormon estrogen meningkat dan memicu keluarnya cairan dari organ reproduksi (Tal & Taylor, 2021).

Ada dua jenis keputihan, yaitu keputihan normal dan keputihan patologis. Keputihan yang normal merupakan mekanisme pembersihan diri alami vagina yang tak perlu dikhawatirkan. Sementara itu, keputihan patologis adalah keputihan yang disebabkan oleh penyakit. Keputihan yang normal cenderung tidak berbau, jernih, serta tidak menyebabkan rasa gatal maupun perih (Marhaeni, 2016). Bila keputihan tanda hamil memenuhi karakteristik ini, maka ia dapat dikatakan normal. Masalahnya, ada kalanya keputihan tanda hamil juga disertai dengan sensasi nyeri saat berhubungan seks.

Baca Juga: Mengapa Keputihan Jadi Keluhan Utama Seputar Kesehatan Reproduksi

Keputihan tanda hamil yang disertai dengan nyeri saat berhubungan seks bisa mengindikasikan beberapa masalah kesehatan reproduksi, antara lain chlamydia, trichomoniasis, dan gonorrhoea. Ketiganya merupakan infeksi menular seksual yang bisa menyebar melalui hubungan seks tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi. Inilah alasan mengapa penggunaan kondom tetap disarankan meskipun sudah hamil.

  • Chlamydia
    Penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa 15,3% perempuan tidak mendapatkan pemeriksaan infeksi menular seksual chlamydia ketika hamil (Vainder, Kives & Yudin, 2019). Padahal, Amerika Serikat merupakan negara maju yang pelayanan kesehatannya seharusnya sudah cukup baik dan chlamydia merupakan infeksi menular seksual yang bisa berdampak buruk bagi ibu dan janin. Belum ada penelitian mengenai akses pemeriksaan status chlamydia pada perempuan hamil di Indonesia. Kemungkinan, masih cukup banyak juga perempuan yang tidak mendapat akses terhadap layanan pengecekan maupun edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan ini. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk lebih jeli memperhatikan diri dan segala perubahan yang terjadi pada tubuh secara mandiri, khususnya bila ada keputihan yang mengganggu dan menimbulkan rasa nyeri. Keputihan tanda chlamydia biasanya berwarna kekuning-kuningan dan berbau tak sedap (Planned Parenthood, 2021).

  • Trichomoniasis
    Trikomoniasis pada perempuan bisa menyebabkan keputihan yang warnanya putih, kelabu, atau kehijauan dalam volume yang banyak dan disertai dengan rasa nyeri saat berhubungan seks (Cirino, 2020, Healthline). Bila terjadi ketika hamil, kamu bisa saja salah mengasumsikan keputihan akibat gejala trikomoniasis dengan keputihan tanda hamil. Akan tetapi, ingatlah kembali bahwa keputihan yang normal seharusnya tidak berbau, jernih, serta tidak menyebabkan rasa gatal maupun perih (Marhaeni, 2016). Oleh karena itu, segeralah memeriksakan diri ke rumah sakit jika keputihan berwarna aneh, baunya mengganggu, dan diikuti dengan rasa sakit saat berhubungan intim.

  • Gonorrhoea
    Adanya infeksi menular seksual gonore yang tidak ditangani saat hamil bisa menambah risiko kelahiran prematur, kelahiran bayi dengan berat badan rendah, keguguran, gangguan psikotik pada bayi, radang panggul, ketidaksuburan, dan HIV (Whelan, Eeuwijk, Bunge & Beck, 2021). Oleh karena itu, penting sekali bagi perempuan hamil untuk bisa mengenal gejala-gejala gonorrhoeae. Gonorrhoea tidak selalu bergejala, namun ketika gejalanya muncul, bisa timbul keputihan berwarna kekuningan, kehijauan, atau menyerupai nanah (Martin-Sanchez, Fairley, et al., 2020). Terkadang, keputihan juga disertai dengan nyeri saat berhubungan seks (Wilson & Wilson, 2021), berbeda dengan keputihan tanda hamil yang tidak mengganggu hubungan intim.

Baca Juga: Normalkah Keputihan Pada Remaja?

Selain 3 jenis infeksi tadi, masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan penyebab mengapa keputihan tanda hamil bisa disertai dengan rasa nyeri. Agar mendapat jawaban yang lebih jelas, kunjungilah dokter untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, kalau kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya