Mengapa Keputihan Jadi Keluhan Utama Seputar Kesehatan Reproduksi

keputihan

Keputihan menjadi keluhan seputar kesehatan reproduksi yang paling umum, terutama pada perempuan di Asia. Meski kebanyakan perempuan menduga keputihannya terjadi karena infeksi, nyatanya sebagian besar adalah jenis keputihan yang normal.

Untuk lebih memahami keputihan, sebaiknya kita ketahui dulu dari mana cairan di vagina ini berasal.

Keputihan berasal dari kelenjar di dalam vagina dan leher rahim. Kelenjar ini memproduksi sejumlah kecil cairan yang disebut juga dengan sekresi vagina.

Baca Juga: Waspada, Keputihan Bisa Disebabkan karena Pakai Celana Ketat

Cairan akan mengalir keluar dari vagina setiap hari, membersihkan sel-sel tua yang melapisi vagina. Ini adalah proses yang benar-benar alami—sebagai cara tubuh untuk menjaga vagina tetap sehat dan bersih.

Jumlah cairannya bervariasi pada tiap perempuan. Beberapa mengalami keputihan setiap hari, sementara yang lain lebih jarang mengalaminya. Dengan kata lain, keputihan setiap hari sebenarnya hal yang normal.

Keputihan yang normal biasanya tampak bening cenderung keputih-putihan, tanpa aroma, dan volumenya pun tidak terlalu banyak.

Sejak menstruasi pertama perempuan sampai menopause, hormon menstruasi mendorong terjadinya keputihan. Rata-rata, akan dihasilkan satu sampai empat mililiter cairan vagina sehari. Jumlahnya akan meningkat seiring dengan peningkatan kadar estrogen dalam tubuh, seperti selama hamil dan ovulasi.

Meski demikian, bagi sebagian besar perempuan, keputihan yang berlebihan sehingga celana dalam terasa basah bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Selain itu, tak sedikit yang khawatir dengan kesehatannya jika keputihan selalu terjadi.

Kapan keputihan bisa dianggap gangguan

  • Sebagian perempuan memang memiliki “ektopi serviks” yang dapat meningkatkan keputihan. Ektopi serviks merupakan kondisi ketika zona sel penghasil lendir serviks menghadap ke luar ke bagian atas vagina, bukannya di dalam saluran serviks. Kondisi ini memang bisa membuat tidak nyaman. Konsultasikan ke dokter atau bidan untuk mencari cara mengatasinya.

  • Berubahnya pH vagina juga dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih dari organisme seperti candida, ragi, yang biasa disebut trush alias kandidiasis. Keputihan ini sangat khas yang disebabkan oleh candida berwarna putih, seperti keju cottage dan disertai dengan rasa gatal dan terkadang kemerahan, bengkak dan nyeri saat buang air kecil.

  • Bacterial vaginosis (BV) adalah kondisi pertumbuhan berlebih bakteri di vagina. BV mungkin tidak menyebabkan keluarnya cairan keputihan ekstra, tetapi jika terjadi, seringkali berbau amis dan berbusa.

  • Infeksi menular seksual (IMS) terkadang menjadi penyebab keputihan. Yang paling sering adalah klamidia, gonore, atau trikomonas. Ketiga IMS ini dapat diderita tanpa gejala (asimtomatik), terutama klamidia. Tetapi jika sampai keluar cairan, cenderung disertai dengan nanah.

    Pada infeksi klamidia dan gonore, cairan keputihan berwarna kuning, berbusa dan bau tidak sedap pada infeksi trikomonas.

  • Kondisi kulit vulva dan vagina juga dapat mempengaruhi keputihan. Iritasi dari parfum, deodoran, sabun, dan pembersihan berlebihan dapat menyebabkan dermatitis kronis, sementara douching dan spermisida dapat mengiritasi lapisan vagina atau mengubah keseimbangan mikroba.

  • Beberapa wanita juga memiliki alergi terhadap lateks atau produk lain yang mungkin masuk ke dalam vagina. Keputihan belum tentu jadi gejala utama, namun yang lebih sering adalah ada rasa gatal, nyeri, kemerahan, dan bengkak.

Jika kamu khawatir dengan keputihan yang dialami, kunjungi dokter atau tenaga kesehatan di klinik kesehatan wanita atau klinik keluarga berencana.

Dokter atau perawat mungkin menanyakan tentang riwayat menstruasi dan kehamilan, penggunaan kontrasepsi dan hormon, riwayat seksual, riwayat kesehatan termasuk kondisi kulit dan penggunaan produk topikal pada kulit genital, ada tidaknya gejala lain, dan penggunaan tampon atau benda lain dimasukkan ke dalam vagina.

Baca Juga: Adakah Makanan yang Bisa Pengaruhi Keputihan dan Aroma Miss V?

Jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya