Keputihan Tanda Hamil vs Keputihan Tanda Infeksi Jamur, Seperti Apa Perbedaannya?

keputihan

Perempuan yang sedang hamil banyak mengalami perubahan secara fisik. Kondisi ini membuat vagina perempuan yang sedang hamil lebih rentan terhadap infeksi jamur, khususnya jamur candida (Chatzivasileiou & Vyzantiadis, 2019). Nah, salah satu dari sejumlah tanda-tanda serangan jamur candida adalah keluarnya keputihan. Pertanyaannya, bagaimana membedakan keputihan tanda infeksi jamur candida dengan keputihan tanda hamil yang muncul secara alami?

Baca Juga: Seberapa Banyak Keputihan yang Dianggap Normal?

Jamur selalu ada di dalam vagina. Akan tetapi, pada perempuan sehat populasi jamur hanya sedikit. Bila keasaman vagina terganggu dan populasi jamur jadi berlebihan, terjadilah infeksi (Dweck & Westen, 2017). Masalahnya, ketika hamil derajat keasaman vagina berkurang dan vagina menjadi lebih basa (Hill, 2019). Kalau sudah begini, bisa muncul keputihan tanda infeksi jamur.

Berikut beberapa ciri-ciri keputihan tanda infeksi jamur candida (Westheimer & Lehu, 2019; Hill, 2019).

  • Tebal, berwarna putih, dan terlihat menggumpal seperti keju
  • Tidak selalu berbau, namun bila ada aromanya cenderung asam, bukan amis
  • Disertai dengan gatal, iritasi, dan/atau nyeri pada vulva
  • Disertai dengan rasa nyeri saat berhubungan seks dan/atau buang air kecil
  • Terkadang menimbulkan rasa kembung dan/atau perubahan pola buang air kecil

Gejala-gejala tadi tentunya bisa membuat siapapun jadi nggak nyaman, apalagi bila terjadi di tengah kehamilan. Untuk mengatasinya, bisa dengan salep antijamur atau dengan obat antijamur yang diminum (Hill, 2019), namun sebaiknya tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, ya. Selama pengobatan, disarankan juga untuk menghindari makanan-makanan manis, karena jamur candida sangat menyukai gula dalam segala bentuknya, termasuk buah-buahan manis.

Berbeda dengan keputihan tanda infeksi jamur candida tadi, keputihan tanda hamil yang normal cenderung tidak berbau, jernih, serta tidak menyebabkan rasa gatal maupun perih (Marhaeni, 2016). Keputihan ini bukan merupakan gejala dari penyakit apapun. Justru, fungsi keputihan ini adalah sebagai bentuk benteng pertahanan untuk mencegah masuknya bakteri ke leher rahim (Hill, 2019). Jadi, ibu yang sedang mengandung maupun bayinya mendapatkan lapisan perlindungan ekstra.

Untuk mencegah keputihan tanda hamil yang sehat berubah menjadi keputihan akibat infeksi jamur candida, disarankan untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan.

  • Hindari menggunakan pakaian dalam yang lembab dan pantyliner, sebab kelembaban sangat disukai oleh jamur candida (Westheimer & Lehu, 2019; Dweck & Westen, 2017). Usahakan agar pakaian dalam selalu kering. Gunakan pakaian dalam berbahan katun dengan sirkulasi udara yang baik.

  • Perbanyak mengkonsumsi makanan-makanan yang difermentasi dan minuman probiotik seperti yogurt yang baik bagi kesehatan vagina (Hill, 2019).

  • Upayakan untuk tetap menggunakan kondom secara tepat dan konsisten bila berhubungan seks, meskipun kamu sedang hamil. Pasalnya, infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi jamur candida juga (Westheimer & Lehu, 2019). Jadi, cegahlah keduanya sekaligus.

  • Jaga kebersihan vulva, yaitu bagian luar dari organ seksual dan reproduksi perempuan. Bersihkan area vulva secara teratur dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Bila merasa perlu menggunakan sabun atau tisu pembersih, gunakanlah produk yang ramah dengan vulva dan memiliki derajat keasaman yang sesuai. Kamu dapat menggunakan Andalan Feminine Care dan Andalan Intimate Wipes.

Baca Juga: Waspada, Keputihan Bisa Disebabkan karena Pakai Celana Ketat

Itulah perbedaan antara keputihan tanda hamil dengan keputihan akibat infeksi jamur. Mudah-mudahan kamu jadi lebih jeli dalam membedakan keduanya, ya! Selain itu, bila kamu masih bingung atau memiliki pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya