Kesalahan yang Kerap Dilakukan Saat Menggunakan Kondom

Kesalahan saat menggunakan kondom

Kamu dan pasangan sudah memutuskan menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi? Jangan sampai karena kesalahan menggunakan kondom, program family planning menjadi berantakan. Kondom tidak hanya mampu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, tapi juga memiliki manfaat lain, antara lain mencegah penyakit menular seksual, termasuk HIV.

Saat ini jenis kondom sangat beragam, disesuaikan dengan kebutuhan serta keinginan pemakainya. Apapun jenis kondom yang kamu pilih, ada aturan umum menggunakan kondom dengan benar. Kesalahan menggunakan kondom akan membuatnya tidak efektif dan bisa jadi dampaknya kamu sesali seumur hidup.

Baca Juga: Biar Nyaman, Pilih Ukuran Kondom yang Sesuai

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Stephanie Sanders dari The Kinsey Institute for Research in Sex, Gender, and Reproduction di Indiana University, menemukan beberapa kesalahan yang sering dilakukan terkait penggunaan kondom. Data didapatkan dari 50 penelitian yang sudah dipublikasikan dalam rentang waktu 16 tahun, di 14 negara.

Kesalahan yang sering terjadi adalah:

Memakai kondom terlambat

Sekitar 17 persen hingga 51,1 persen orang melaporkan memakai kondom setelah hubungan seksual dimulai. Hal ini tentu membuat efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan atau mencegah penularan penyakit seksual kurang efektif.

Melepas kondom terlalu cepat

Antara 13,6 persen dan 44,7 persen individu dalam penelitian melepas kondom sebelum hubungan seksual selesai. Ini juga akan mengurangi efektivitas kondom.

Membuka gulungan kondom sebelum memakainya

Beberapa orang membuka gulungan kondom sebelum memakainya. Hal ini akan membuat kondom susah digunakan, selain itu butuh upaya ekstra untuk menggunakan kondom yang gulungannya sudah terbuka.

Tidak ada ruang di ujung kondom

Ruang di ujung kondom dimaksudkan untuk menampung cairan mani atau sperma. Sebagian kesalahan menggunakan kondom adalah tidak menyediakan ruang ini, karena terlalu ketat sampai ujung kondom terpakai untuk kepala penis seutuhnya.

Terbalik menggunakan kondom.

Antara 4 persen dan 30,4 persen orang melaporkan menggulung kondom terbalik. Jadi kondom bagian dalam justru berada di luar atau sebaliknya. Kesalahan ini berpotensi mengekspos pasangan mereka dengan cairan tubuh.

Gagal membuka gulungan sepenuhnya

Meski tidak sebanyak kesalahan lain, ada pasangan yang sudah memulai hubungan seksual sebelum kondom dibuka sepenuhnya.

Membuka bungkus kondom dengan benda tajam

Kemasan kondom sudah didesain mudah dibuka dengan tangan, sehingga tidak perlu benda tajam seperti pisau atau silet. Benda tajam akan berpotensi membuat lateks robek.

Tidak memeriksa kerusakan kondom

Kesalahan produksi kadang menyebabkan cacat pada kondom. Hal ini menyebabkan kondom tidak efektif. Luangkan waktu memeriksa kondom apakah ada sobekan atau bocor sesaat setelah memakainya.

Kesalahan dalam menggunakan atau tidak menggunakan pelumas

Menggunakan kondom tanpa pelumas akan meningkatkan risiko tidak nyaman saat berhubungan seksual. Selain itu kesalahan memilih pelumas juga sering ditemukan. Misalnya, menggunakan pelumas berbahan dasar minyak yang akan merusak kondom.

Penyimpanan yang salah

Antara 3,3 persen dan 19,1 persen orang dalam penelitian menyimpan kondom dalam kondisi di luar rekomendasi pada kemasannya.

Baca Juga: Biar Enggak Salah, Kenali Jenis-jenis Kondom Yuk!

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya