Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Solusi Mengatur Jarak Kelahiran Anak yang Ideal

kontrasepsi ibu menyusui

Mengatur jarak kelahiran merupakan salah satu strategi untuk mengupayakan agar anak-anak bisa tumbuh dengan sehat. Pasalnya, menurut WHO, kehamilan yang berturut-turut tanpa jeda waktu yang mencukupi berisiko menyebabkan gangguan kesehatan ibu dan bayi yang bisa mengancam nyawa. Ibu bisa keguguran, melahirkan secara prematur, atau melahirkan bayi dengan kondisi berat badan rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan kontrasepsi untuk ibu menyusui bagi perempuan yang sudah kembali aktif secara seksual tak lama setelah melahirkan.

Seperti apa jarak kelahiran anak yang dianggap ideal? Ada beberapa sumber yang bisa dijadikan patokan. Merujuk pada WHO, jarak kelahiran ideal antara seorang anak dan anak berikutnya minimal 24 bulan (2 tahun). Penelitian-penelitian di bidang kesehatan menganjurkan jarak kelahiran 3-5 tahun (Tsegaye, Shuremu, et al., 2017; Molitoris, Barclay & Kolk, 2019; Conde-Aguelo, Rosas-Bermudez & Norton, 2016). Sementara itu, berdasarkan RISKESDAS Kemenkes RI 2018, jarak kelahiran ideal berkisar antara 4 hingga 5 tahun, sebab selain memberikan waktu bagi rahim untuk siap hamil kembali, bonding antara ibu dan anak juga sudah cukup erat, sehingga anak pun akan lebih siap untuk menjadi kakak.

Baca Juga: Bisa ‘Keluar di Luar’, Kok Masih Perlu Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui?

Nah, untuk mencapai jarak kelahiran anak yang ideal, dibutuhkan kontrasepsi. Tak perlu menunggu hingga selesai masa menyusui untuk berkontrasepsi, sebab sekarang sudah tersedia pilihan kontrasepsi untuk ibu menyusui. Dua di antaranya adalah KB implan dan pil KB Laktasi.

Baik KB implan maupun pil KB Laktasi merupakan pilihan kontrasepsi untuk ibu menyusui yang aman digunakan. Pemakaiannya sama sekali tidak mempengaruhi kemampuan memproduksi ASI maupun kondisi kesehatan bayi (Phillips, Tepper, et al. 2016). Oleh karena itu, banyak perempuan mengandalkan kedua jenis kontrasepsi ini.

Dari segi keampuhannya dalam mencegah kehamilan, KB implan memiliki tingkat efektivitas sebesar 99,9%, sementara pil KB Laktasi memiliki tingkat efektivitas 93% berdasarkan strategi pemakaian pada umumnya (WHO, 2020). Artinya, keduanya sangat ampuh dalam mencegah kehamilan, berbeda dengan metode KB alami ‘keluar di luar’ yang amat rentan gagal. Sebanyak 20% pasangan yang menggunakan metode KB ‘keluar di luar’ dengan mengeluarkan penis dari vagina sesaat sebelum ejakulasi akhirnya mengalami kehamilan yang tidak direncanakan (WHO, 2020).

Berikut dua jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang populer di Indonesia.

  • Andalan Implan
    Andalan Implan merupakan metode KB ramah ibu menyusui berbatang dua dengan kandungan 75 mg Levonorgestrel (hormon progesteron) di setiap batangnya. KB Implan ini berukuran mungil menyerupai korek api dan dipasang di bawah permukaan kulit lengan bagian atas oleh dokter atau bidan. Sekali pemasangan, Andalan Implan dapat memberi perlindungan selama 4 tahun, namun bisa juga dilepas lebih dini bisa penggunanya ingin menjalankan program hamil lebih awal. Begitu dilepas, kesuburan akan segera kembali.

  • Pil KB Andalan Laktasi
    Kontrasepsi untuk ibu menyusui yang satu ini mengandung 0,5 mg Linestrenol (hormon progesteron) dalam setiap butirnya. Cara menggunakannya sangat mudah, yaitu dengan diminum satu butir setiap hari pada jam yang sama. Aman bagi ibu dan bayi, pil KB Andalan Laktasi pun amat digemari di kalangan perempuan yang sedang menyusui. Pil KB Andalan Laktasi bisa diperoleh di apotek dengan resep dokter.

Baca Juga: Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui vs Senggama Terputus, Mana yang Lebih Efektif?

Itulah sekilas pembahasan mengenai kontrasepsi untuk ibu menyusui, solusi mengatur jarak kelahiran anak yang ideal. Selain itu, kalau kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya