Lakukan 7 Hal Ini untuk Mencegah Disfungsi Ereksi di usia Muda

disfungsi ereksi

Orang muda pun bisa terkena disfungsi ereksi, bila memiliki pola hidup yang kurang baik. tujuh cara ini bisa membantu mencegah disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi biasanya terjadi pada usia 50 tahun ke atas, karena faktor penuaan dan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes. Namun jangan salah, usia 20 – 30an pun bisa mengalaminya. Sebuah studi menemukan, disfungsi ereksi pada usia muda makin banyak ditemukan, dan angkanya mencapai 30%. Duh, bagaimana ya cara mencegah disfungsi ereksi di usia muda?

Baca Juga: Ssst, Begini Cara Diet Mediterania Bantu Mengatasi Disfungsi Ereksi

Difsfungsi ereksi di usia muda biasanya bukan terjadi akibat penyakit bawaan, meliankan leih banyak karena faktor gaya hidup dan masalah psikologis. Jadi, dua hal inilah yang perlu diperhatikan, diperbaiki, dan dikelola. Berikut ini tips untuk mencegah disfungsi ereksi di usia muda.

7 Cara Mencegah Disfungsi Ereksi

Pasti kamu tidak mau kan, “loyo” padahal masih muda dan gagah. Sebelum terjadi hal yang tidak kamu inginkan, sebaiknya kamu melakukan pencegahan. Tujuh cara di bawah ini bisa kamu lakukan.

  1. Kurangi lemak dan gula, perbanyak makanan segar
    Es kopi, boba, kentang goreng, cheese burger memang enak. Sayangnya, makanan dan minuman yang tinggi garam, lemak, dan gula, bukanlah sahabat untuk kesehatan dan performa seksualmu. Sebabnya, apa lagi kalau bukan risiko diabetes, hipertensi, dan kegemukan yang diam-diam mengintai, dan bisa memicu disfungsi ereksi.

    Sebaliknya, perbanyaklah makanan segar dan sehat yang dimasak di rumah. Menurut penelitian, diet Mediterania bisa mengurangi risiko disfungsi ereksi. Tapi bukan berarti kamu harus 100% menjalani pola makan tersebut. Yang penting kamu paham sumber nutrisi yang jadi ‘kunci’ dalam diet Mediterania. Misalnya sayur dan buah segar, lemak tak jenuh, kacang-kacangan, dan ikan.

  2. Kendalikan berat badan
    Berat badan berlebih adalah sumber penyakit. Tumpukan lemak bisa memicu kenaikan gula darah, hipertensi, perlemakan hati, dan lain-lain. Tak hanya itu, performa seksual kamu pun bisa ikut terdampak. Kamu lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi, serta penurunan libido karena lemak tubuh yang berlebihan bisa menurunkan kadar hormon testosteron. Yuk, mulai kontrol berat badan, dan turunkan dengan cara yang sehat bisa indeks massa tubuh (IMT) sudah melewati batas normal.

  3. Berolahraga rutin
    Pastinya kamu sudah paham manfaat berolahraga secara rutin dan teratur. Tubuh akan bugar, kadar gula darah dan kolesterol menurun, tekanan darah pun membaik. Dengan kondisi seperti ini, pastinya disfungsi ereksi bisa dihindari.

  4. Hindari rokok dan alkohol
    Masih merokok dan minum alkohol? Sebaiknya mulai dikurangi pelan-pelan ya. Kedua kebiasaan buruk ini telah terbukti berkaitan erat dengan kemunculan disfungsi ereksi.

  5. Kelola stres
    Beban pekerjaan, masalah keluarga, masalah dengan pasangan, sangat mungkin menimbulkan maslah psikologis. Jangan didiamkan ya. Selain berbahaya untuk kesehatan mental, masalah psikologis seperti stres, depresi, dan kecemasan (ansietas) juga bisa memicu disfungsi ereksi.

    Kita tidak bisa menghindari stress, tapi kita bisa mencari cara mengelolanya, sehingga tidak sampai menimbulkan masalah berat. Mengelola stres bisa dengan berolahraga, melakukan hal yang disukai, atau sekadar relaksasi dengan menikmati alam. Jangan ragu untuk ke psikiater atau psikolog bila kamu mengalami masalah ya. Bila hubunganmu dengan istri sedang bermasalah, bicarakanlah secara terbuka, jangan dipendam saja.

  6. Mengontrol penyakit
    Siapa bilang usia muda tidak bisa kena diabetes dan hipertensi. Terlebih bila ada riwayat keluarga. Bila tensi dan/atau gula darahmu cenderung tinggi, jangan didiamkan ya. Kamu bisa memperbaiki pola makan, berolahraga rutin, dan cukup beristirahat setiap hari, untuk mengendalikan penyakit yang kamu miliki. Bila sudah ada hipertensi dan diabetes, berobatlah ke dokter ya.

  7. Melakukan medical check-up
    Manfaatkanlah fasilitas medical check-up dari kantor. Di usia 20-30an memang belum “wajib” check-up rutin setiap tahun. Paling tidak, kamu bisa check-up 2 tahun sekali. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui kondisi kesehatanmu, dan bila ada penyakit tertentu bisa segera dideteksi dan diobati.

Baca Juga: Olahraga Lari Bisa Cegah Disfungsi Ereksi

Ketujuh cara di atas tidak hanya bisa kamu lakukan untuk mencegah disfungsi ereksi, tapi juga bisa untuk membantu mengatasi disfungsi ereksi. Jangan malu berkonsultasi ke dokter bila kamu mengalami disfungsi ereksi. Bila perlu, dokter bisa meresepkan obat sildenafil sitrat, seperti TOPGRA dari DKT Indonesia.

Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya