Olahraga Lari Bisa Cegah Disfungsi Ereksi

cegah-disfungsi-ereksi

Rutin olahraga lari memang bisa cegah disfungsi ereksi, tapi jangan berlebihan ya.

Meski masih dalam situasi pandemi, olahraga lari masih digeluti oleh banyak orang. Menjaga tubuh tetap fit dengan rutin berolahraga memang penting demi menjaga imun tubuh tetap optimal di masa pandemi. Tapi ternyata manfaat olahraga, bukan hanya untuk imun tubuh karena olahraga, khususnya olahraga lari bisa cegah disfungsi ereksi alias impotensi pada laki-laki.

Baca Juga: Jangan Percaya 5 Mitos Disfungsi Ereksi Ini!

Aliran darah yang bagus adalah kunci dari ereksi penis yang maksimal alias terbebas dari disfungsi ereksi. Sebab tanpa aliran darah yang maksimal akibat masalah sirkulasi darah seperti gangguan jantung, penyumbatan pembuluh darah, atau tekanan darah tinggi, maka pasokan darah ke penis pun menjadi bermasalah. Ketika berhubungan seksual, penis tidak mendapatkan pasokan darah yang optimal maka tidak dapat ereksi maksimal. Kondisi penis tidak dapat ereksi dan mempertahankan ereksi inilah yang disebut dengan disfungsi ereksi atau impotensi.

Maka cara logis untuk menyelamatkan diri dari disfungsi ereksi adalah memastikan kamu tidak mengalami masalah sirkulasi darah. Caranya yaitu menjaga daya tahan jantung untuk memompa darah ke seluruh pembuluh darah, termasuk yang ada di penis. Dan olahraga lari, termasuk olahraga kardio yang bekerja menstimulasi daya tahan jantung dan juga paru-paru. Jika daya tahan jantung dan paru selalu dalam kondisi prima, maka disfungsi ereksi tidak akan menghampiri.

Tidak hanya itu, olahraga lari juga memberikan rasa percaya diri. Dalam urusan bercinta, tidak hanya butuh aliran darah yang optimal ke penis tapi juga harus ada rasa percaya diri. Kombinasi keduanya akan menjamin masalah disfungsi ereksi atau impotensi tidak akan ada di cerita bercinta kamu.

American College of Sport Medicine (ACSM) menyebutkan idealnya total waktu berolahraga dalam seminggu adalah 150 menit. Sebaiknya jangan olahraga setiap hari karena tubuh tetap memerlukan waktu untuk istirahat demi memperbaiki sel-sel yang rusak. Hal ini juga berlaku untuk olahraga lari, jika kamu melakukannya secara berlebihan justru membuat disfungsi ereksi.

Lari yang terlalu berlebihan, yaitu lebih dari 150 menit dalam seminggu, akan menurunkan kadar hormon testosteron. Hormon ini sangat berperan dalam menjaga fungsi alat kelamin laki-laki, termasuk menjaga gairah serta performa seks. Jadi dapat dibayangkan apa yang terjadi jika hormon testosteron terjun bebas, maka penis pun menjadi loyo ketika melakukan hubungan seks.

Lantas bagaimana dong sebaiknya mengatur intensitas dan durasi olahraga lari demi menjaga performa seks? Mudah saja, lakukan olahraga lari dengan menyenangkan selama 30 menit. Lalu keesokan harinya, biarkan tubuh beristirahat penuh dengan tidak berolahraga. Dengan begini, ACSM melanjutkan, dalam seminggu olahraga cukup dilakukan 3-5 kali.

Selain durasi dan intensitas, kamu juga harus “mendengarkan” tubuh. Jika tubuh merasa kelelahan ketika berlari, jangan dipaksakan. Karena olahraga yang berlebihan tidak hanya membuat testosteron turun tapi juga membuat hormon stres meningkat. Alhasil segala manfaat baik yang tadinya akan diterima tubuh justru diserang balik oleh produksi hormon stres yang berlebihan. Ingat, tetap berikan tubuh kesempatan untuk istirahat demi menjaga keseimbangan kerja seluruh organ-organ vital.

Baca Juga: Takut Tak Bisa Memuaskan Pasangan Bisa Bikin Disfungsi Ereksi

Jika kamu ingin mencari tahu lebih detail tentang apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah disfungsi ereksi, segeralah konsultasi di HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya