Lima Tips Memilih Menstrual Cup yang Tepat Untukmu

Memilih menstrual cup

Memilih menstrual cup, perlu disesuaikan dengan ukuran dan panjang vagina. Yuk simak 5 tipsnya.

Melihat tren menstrual cup yang makin ramai, kamu mungkin tertarik untuk mencobanya. Selain lebih hemat, menstrual cup juga akan mengurangi sampah pembalut dan tampon. Apalagi, bisa dipakai sampai 10 tahun. Buat yang ingin mulai memakai menstrual cup, ketahui dulu yuk apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih menstrual cup.

Baca Juga: Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Menggunakan Menstrual Cup

Tips Memilih Menstrual Cup

Seperti kamu ketahui, menstrual cup tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, dan bahan. Nah, semua ini harus kamu perhatikan saat memilih menstrual cup, demi kenyamanan dan keamananmu. Soal warna dan aroma, bisa kamu pilih sesuai seleramu saja. Yang penting, pertimbangkan 5 hal berikut ini.

  1. Usia dan riwayat kehamilan

    Usia adalah salah satu penentu utama dalam menentukan ukuran menstrual cup. Ukuran menstrual cup (kecil/sedang/besar) biasanya dilihat dari diameternya. Menstrual cup bisa tetap berada di tempatnya karena daya hisap yang terjadi antara menstrual cup dengan dinding vagina dan otot-otot dasar panggul. Nah, usia berperan besar dalam hal ini.

    Pada usia >30 tahun, kekencangan otot dasar panggul mulai berkurang. Hal yang sama juga terjadi bila kamu pernah hamil 9 bulan, meski baru berusia 20-an, atau bahkan <20. Bagaimana bila pernah melahirkan secara normal, tapi kehamilan tidak sampai 9 bulan? yang akan terpengaruh adalah dinding vagina. Maka bila usiamu >30 tahun, dan/atau sudah pernah hamil 9 bulan, dan/atau pernah melahirkan normal, sebaiknya memilih menstrual cup dengan diameter besar.

    Untuk yang berusia 20-an dan belum pernah hamil ataupun melahirkan, kamu bisa memilih menstrual cup ukuran kecil. Masih ragu memilih ukuran? Lebih baik pilih yang lebih besar, daripada kekecilan. Liang vaginamu akan menyesuaikan ukuran menstrual cup, karena memang vagina sangat elastis. Ini lebih baik ketimbang memakai menstrual cup yang terlalu kecil, karena sangat tidak nyaman, bahkan bisa jatuh dari posisi seharusnya.

  2. Panjang vagina

    Panjang vagina adalah hal lain yang perlu kamu perhatikan. Sekadar informasi, menstrual cup dipasang di pangkal vagina, tepat di bawah serviks (leher rahim). Maka tentu, kamu perlu mengukur dulu panjang vaginamu, untuk bisa menentukan ukuran menstrual cup berdasarkan tingginya. Jadi tidak hanya diameter menstrual cup yang perlu diperhatikan, tapi juga panjangnya.

    Untuk mengukur panjang vagina, kamu bisa melakukannya dengan setengah berbaring, atau didik di lantai sambil bersandar. Tekuk lutut dan rentangkan kedua kaki. Lalu, masukkan jari tengahmu secara lurus, dengan perlahan dan hati-hati ke lubang vaginamu. Sebelumnya, cuci tangan dulu hingga bersih ya. Masukkan terus jari tengahmu, hingga menyentuh sesuatu yang terasa lembut dan kenyal. Itulah serviks.

    Ukurlah seberapa dalam kamu memasukkan jari tengah hingga mencapai serviks. Bila kamu bisa merasakan serviks hanya dengan memasukkan 1 buku jari (1/3) jari, berarti kamu memiliki vagina yang pendek. Kamu bisa memilih menstrual cup ukuran paling kecil, panjang wadah pendek, dan tangkai yang pendek, bulat, cincin, atau tanpa tangkai. Bentuk bel biasanya tersedia dalam ukuran yang lebih pendek, ketimbang bentuk V.

    Jika jari tengahmu masuk hingga ½ atau 2 buku jari hingga menyentuh serviks, berarti panjang vaginamu tergolong sedang. Kamu bisa memilih menstrual cup dengan panjang sedang, bisa bentuk bel ataupun V.

    Panjang vagina kamu tergolong panjang bila hampir seluruh jari tengahmu masuk untuk mencapai serviks. Maka, pilihlah menstrual cup yang panjang, dengan tangkai yang panjang pula.

  3. Aktivitas fisik

    Kamu yang rajin atau rutin berolahraga, bisa jadi memiliki otot dasar panggul yang lebih kencang. Bila kamu merasa aktif berolahraga, menstrual cup ukuran kecil mungkin bisa kamu gunakan, meski berusia <30 tahun dan/atau sudah pernah hamil 9 bulan. Namun bila ragu, kembali ke patokan pertama: pilih ukuran yang lebih besar.

  4. Volume darah haid

    Derasnya darah haid juga bisa menjadi pertimbangan, meski bukan hal yang krusial. Bila darah haid kamu banyak, bisa pertimbangkan menstrual cup ukuran besar, meski kamu masih berusia 20-an. Namun nomor satu, pilih kenyamanan, berdasarkan ukuran dan panjang vaginamu. Toh, kamu hanya perlu lebih sering membuang darah haid yang tertampung, bila menggunakan ukuran kecil. Bagi yang berusia >30 tahun dan/atau pernah hamil 9 bulan, sebaiknya tetap memilih yang ukuran besar ya, meski darah haid kamu sedikit.

  5. Ada alergi atau tidak

    Ini juga penting. Umumnya, menstrual cup terbuat dari lateks (karet), atau silikon. Bila kamu alergi lateks, pilihlah yang berbahan silikon dengan medical grade. Bila vaginamu sensitive, pilihlah bahan yang paling lembut, tanpa tambahan logo atau dekorasi, sehingga risiko terjadinya iritasi minimal.

    Saat pertama kali mencoba memakai menstrual cup, kamu bisa menggunakan lubrikan berbasis air, misalnya Fiesta Intimate Lubricant. Hal ini akan mempermudah pemasangan, sehingga membuatmu lebih nyaman.

Baca Juga: Do’s and Don’ts saat Membersihkan Menstrual Cup

Masih penasaran soal menstrual cup? Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya