Lima Tips Menghadapi Keputihan Tanda Hamil Agar Tak Perlu Merasa Risih

Lima Tips Menghadapi Keputihan

Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan perempuan terkait kesehatan reproduksi adalah keputihan. Padahal, tidak selamanya keputihan merupakan suatu masalah. Sebagai contoh, keputihan tanda hamil bisa muncul sekitar 1-2 minggu setelah berhubungan intim. Seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, volumenya akan bertambah banyak (Baksheev, Kuzmina & Mashir, 2019). Keputihan tanda hamil merupakan sesuatu yang normal dan semestinya tidak mengganggu, sebab kemunculannya biasanya tidak disertai rasa gatal, nyeri, maupun bau tidak sedap. Meskipun begitu, bila memang kamu tetap merasa risih karena keputihan tanda hamil ini, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan ketika menghadapinya.

Baca Juga: Adakah Makanan yang Bisa Pengaruhi Keputihan dan Aroma Miss V?

  • Lebih sering mengganti pakaian dalam
    Gunakan pakaian dalam berbahan katun dengan sirkulasi udara yang baik bagi vagina. Bila memang volume keputihan sedang banyak, upayakan untuk lebih sering mengganti pakaian dalam. Kalau kamu masih sering bepergian ke luar rumah, bawalah pakaian dalam cadangan serta pouch yang bersih untuk menyimpan pakaian dalam bekas pakai. Setibanya di rumah, pastikan bahwa pakaian dalam bekas pakai segera dicuci dan tidak ditumpuk-tumpuk terlebih dahulu.

  • Pastikan bahwa area selangkangan selalu kering sehabis mandi
    Bagian vulva dan vagina yang lembab bisa jadi sarang bakteri dan jamur, sehingga dapat membuat keputihan tanda hamil yang tadinya normal menjadi keputihan yang berbahaya. Oleh karena itu, keringkanlah area selangkangan dengan benar sehabis mandi. Jangan terburu-buru menggunakan pakaian dalam bila kulit belum sepenuhnya kering.

  • Banyak mengonsumsi yogurt
    Dalam keputihan yang sehat, proporsi bakteri baik harus jauh lebih banyak daripada bakteri buruk. Untuk menjaga agar populasi bakteri baik tetap banyak, konsumsilah yogurt secara teratur. Soalnya, yogurt mengandung bakteri baik lactobacillus yang dibutuhkan untuk kesehatan reproduksi (Fares, El-Kader, et al., 2017).


  • Cermat dalam memilih produk pembersih
    Tidak semua produk sabun dan pembersih bersifat ramah terhadap organ seksual dan reproduksi perempuan. Oleh karena itu, bila memang ingin menggunakan produk pembersih, gunakanlah pembersih khusus dengan kadar pH yang sesuai, tidak mengandung alkohol, serta tidak mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Kamu bisa menggunakan Andalan Feminine Care Intimate Wash dengan pH 3,5 yang sudah terjamin keamanannya.
  • Konsultasi ke dokter bila ada perubahan pada keputihan
    Kalau tiba-tiba keputihan berubah tekstur, warna, volume, dan baunya, serta terdapat keluhan-keluhan yang menyertainya, segera konsultasikan dengan dokter. Khususnya, bila keputihan yang muncul disertai dengan rasa gatal, perih, bau busuk, atau warna yang aneh. Soalnya, bisa jadi ada infeksi menular seksual (IMS) atau masalah kesehatan reproduksi lainnya. Jangan merasa sungkan atau malu untuk memeriksakan diri ke dokter, sebab semakin cepat ditangani akan semakin baik. Kalau perlu, mintalah pasangan untuk ikut menemani ke dokter.

Baca Juga: Pria Juga Perlu Tahu Apa Itu Keputihan

Itulah lima tips menghadapi keputihan tanda hamil agar tak perlu merasa risih. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya