Menstruasi Lebih Deras dengan IUD Tembaga, Apakah Normal?

Baru bulan pertama menggunakan IUD tembaga, menstruasi tiba-tiba menjadi semakin deras. Bagi yang belum mengenal IUD, wajar saja jika muncul rasa panik akibat perubahan pola siklus bulanan yang mendadak ini. Akan tetapi, hal ini sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar dan sama sekali tidak berbahaya. Berikut sekilas penjelasannya.

IUD merupakan alat kontrasepsi mungil dari bahan plastik yang berbentuk seperti huruf T dan dipasang di dalam rahim (Dweck & Westen, 2017). Ada dua macam IUD, yaitu IUD hormonal dan IUD tembaga. IUD hormonal melepas hormon-hormon untuk membantu tubuh mencegah kehamilan, sedangkan IUD tembaga melepaskan ion-ion yang bersifat toksik bagi sperma.

Bagi yang ingin mencegah kehamilan untuk jangka waktu panjang, IUD sangat berguna. Tergantung dari jenisnya, masa perlindungannya bisa mencapai beberapa tahun. Sebagai contoh, IUD Andalan TCu 380A bisa melindungi penggunanya selama 10 tahun untuk sekali pakai, IUD Andalan TCu 375 melindungi pemakainya hingga 5 tahun, dan IUD Andalan Silverline Cu 200 Ag efektif hingga 3 tahun. Bila pemakai IUD sudah ingin merencanakan kehamilan sebelum masa perlindungan IUD selesai, IUD juga bisa dilepas lagi dengan mudah oleh tenaga medis tanpa konsekuensi apapun terhadap kesuburan. Karena sifatnya yang sangat praktis, efektif, tahan lama, dan non-permanen, tidak mengherankan jika banyak yang memilih untuk menggunakan IUD.

Salah satu hal yang sering menjadi kekhawatiran ketika menggunakan IUD adalah volume menstruasi. Pasalnya, ketika memakai IUD hormonal, menstruasi bisa menjadi kurang teratur, sering disertai dengan spotting, bahkan kadang tidak terjadi sama sekali (amenorrhea). Sedangkan ketika menggunakan IUD tembaga, volume menstruasi bisa bertambah berat dan semakin panjang durasinya. Perubahan pola menstruasi seperti menstruasi yang tidak teratur, lebih deras, lebih lama, disertai dengan bercak-bercak, atau justru absen sering ditakutkan bisa mengurangi kesuburan, sebab menstruasi sering dipersepsikan sebagai simbol alami dari femininitas. Padahal, perubahan-perubahan pola menstruasi merupakan hal yang normal ketika perempuan menggunakan alat kontrasepsi modern dan tidak akan mengganggu kesehatan (Rademacher, Sergison, et al., 2018). Tenaga kesehatan biasanya sangat disarankan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai perubahan pola menstruasi yang akan terjadi dengan pemakaian tiap jenis kontrasepsi, bukan untuk menakut-nakuti, namun justru agar kamu sebagai calon pengguna kontrasepsi bisa lebih mempersiapkan diri dan tetap santai ketika mengalaminya.

Jadi, meskipun bisa mengubah volume menstruasi, IUD tetap aman bagi kesehatan. Pertanyaan yang tak kalah penting, apakah volume menstruasi yang lebih deras ketika memakai IUD tembaga membuat pemakainya jadi nggak nyaman? Dari sebuah penelitian jangka panjang yang dilakukan terhadap 918 pengguna IUD tembaga, ditemukan bahwa baik mereka yang volume menstruasinya berat maupun ringan tetap melanjutkan pemakaian IUD setelah setahun (Hobby, Zhao & Peipert, 2018). Hal ini menunjukkan bahwa volume menstruasi yang deras bukanlah suatu masalah yang membuat orang jadi enggan melanjutkan pemakaian IUD.

Baca juga: Sehabis Pasang KB Susuk Tak Boleh Kerja Berat, Betulkah?

Mudah-mudahan dengan penjelasan singkat tadi, kamu jadi lebih tenang dan bisa memilih jenis IUD tembaga yang cocok untuk kebutuhanmu dengan lebih percaya diri. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat