Metode KB Terbaik untuk Orang dengan HIV

Positif HIV bukan berarti tak bisa memiliki kehidupan seksual yang sehat dan memuaskan. Dengan cara yang tepat dan perencanaan yang matang, banyak yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan memilih metode KB yang sesuai.

Apa saja metode KB yang bisa digunakan oleh orang dengan HIV (ODHIV)? Jika dulu alat kontrasepsi yang direkomendasikan untuk orang dengan HIV cukup terbatas, kini menurut diagram Kinerja Kelayakan Medis dalam Penggunaan Kontrasepsi WHO terbaru dari tahun 2019, segala jenis kontrasepsi hormonal sudah boleh digunakan oleh orang dengan HIV. Tak hanya pil KB, namun juga suntik KB, KB implan, dan IUD.

Bila ingin menggunakan salah satu kontrasepsi hormonal tadi, orang dengan HIV harus menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara teratur. Terapi ARV tidak bisa menyembuhkan secara permanen, namun bisa menurunkan kadar virus di dalam darah serta mencegah HIV berubah menjadi AIDS. Bila kadar virus dalam darah sudah sangat rendah hingga tidak terdeteksi lagi, HIV tidak bisa menyebar. Untuk mengetahui kadar virus tersebut, lakukanlah tes viral load secara rutin.

Meskipun begitu, WHO tetap menekankan pentingnya penggunaan kondom. Soalnya, hingga saat ini kondom masih merupakan satu-satunya metode KB yang bisa mencegah penyebaran HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Demi perlindungan ganda bagi pasangan, tetap gunakan kondom walaupun sudah menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Lagipula, kondom juga dapat menambah sensasi ketika sedang berhubungan seks. Kondom beraroma dapat membantu membangkitkan gairah, kondom bertekstur menambah rangsangan ekstra pada vagina, dan kondom berpelumas khusus bisa menunda klimaks. 

Lalu, adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk melindungi pasangan? Ada. Kalau kamu positif HIV, pasanganmu yang berstatus negatif HIV sebaiknya mengonsumsi pil Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP). Menurut penelitian, PrEP memiliki efektivitas hingga 86% untuk mencegah HIV (McCormack, Dunn, Desai, et al., 2015), sehingga PrEP sangat disarankan untuk orang-orang yang rentan terhadap HIV.

Baca juga: Pasutri Positif HIV, Bisakah Punya Anak dengan Status Negatif HIV?

Jadi, kesimpulannya, manakah metode KB terbaik bagi orang dengan HIV? Metode KB terbaik adalah yang memberi perlindungan ganda. Apapun kontrasepsi yang dipilih, jika memungkinkan, pakailah secara bersamaan dengan kondom. Dengan begitu, risiko kehamilan yang tidak direncanakan dan penyebaran HIV serta infeksi menular seksual (IMS) lainnya bisa diminimalisir. Selain itu, jika kamu masih bingung, punya pertanyaan, atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai hal ini, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat