Pasutri Positif HIV, Bisakah Punya Anak dengan Status Negatif HIV?

Meski perkembangan teknologi medis telah mampu menyediakan obat-obatan yang dapat memberikan umur panjang dan kehidupan yang relatif sehat bagi orang-orang dengan HIV (ODHIV), stigma negatif seringkali menghambat berbagai upaya yang dilakukan ODHIV untuk memperoleh kehidupan yang normal. Salah satunya adalah persepsi yang muncul ketika ODHIV ingin menjalin kasih dan membangun keluarga. Pasalnya, banyak orang yang khawatir bahwa pasutri yang merupakan ODHIV tak bisa memiliki anak berstatus negatif HIV.

Faktanya, dengan perencanaan yang matang dan konsultasi medis yang tepat, hal ini sebenarnya bisa dicapai. Hanya saja, banyak yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Dengan demikian, semuanya akan berjalan lancar. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.

  • Melakukan konseling sebelum program kehamilan
    Agar Anda dan pasangan sama-sama mengetahui setiap langkah dari perencanaan kehamilan yang agak berbeda dari umumnya ini, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu. Dalam sesi konseling, Anda dan pasangan bisa membahas mengenai pencegahan transmisi HIV dari ibu ke bayi, hal-hal yang perlu diperhatikan terkait perawatan bayi setelah melahirkan nanti, apa yang harus dilakukan apabila bayi tetap terinfeksi meski sudah dicegah secara maksimal, strategi bertahan di tengah stigma negatif yang mungkin muncul dari lingkungan sekitar, dan sebagainya. Beberapa topik yang perlu didiskusikan agak berat, sehingga Anda dan pasangan mungkin perlu menyediakan waktu yang cukup.
    Pasutri Positif HIV, Bisakah Punya Anak dengan Status Negatif HIV?
  • Menjalani terapi antiretroviral (ARV)
    Bercermin dari Thailand, negara pertama di Asia yang mampu memenuhi target WHO dalam menurunkan angka transmisi HIV dari ibu ke anak (Lolekha, Boonsuk, et al., 2016), maka calon ibu dengan HIV sebaiknya menjalani terapi ARV. Tujuannya adalah untuk menurunkan angka viral load hingga tak terdeteksi. Dengan viral load yang tak terdeteksi, kemungkinan HIV menyebar dari ibu ke bayi ketika melahirkan serta apabila menyusui jauh lebih rendah. Selain itu, bayi juga harus menjalani terapi ARV selama setidaknya 4 minggu.
    Pasutri Positif HIV, Bisakah Punya Anak dengan Status Negatif HIV?
  • Melahirkan melalui operasi caesar
    Salah satu jalur penyebaran HIV adalah melalui cairan vagina saat ibu melahirkan bayi. Oleh karena itu, operasi caesar (sesar) dapat mengurangi risiko transmisi HIV dari ibu ke anak, khususnya apabila viral load masih terdeteksi (Regan, 2019). Meskipun demikian, tentunya Anda dan pasangan harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.
    Pasutri Positif HIV, Bisakah Punya Anak dengan Status Negatif HIV?

Baca juga : Ini Realita HIV di Masa Pandemi dan Strategi Pencegahannya

Dengan segala persiapan tadi, pasutri positif HIV bisa memiliki anak berstatus negatif HIV. Selain itu, jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat