Mitos dan Fakta Masturbasi yang Perlu Dipahami

mitos-fakta-masturbasi

Biar tidak sesat pikiran, yuk patahkan mitos tentang masturbasi dan ketahui fakta yang sebenarnya. Simak penjelasannya berikut ini.

Ada sejumlah mitos seputar masturbasi yang beredar di masyarakat, sayangnya banyak orang yang percaya pada mitos tersebut. Padahal mitos tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang sebenarnya.

Baca Juga: Ketika Masturbasi Membahayakan Diri

Berikut mitos dan fakta masturbasi yang perlu kamu ketahui :

Mitos 1: Orang yang berpasangan jangan melakukan masturbasi
Fakta : Sebagai aktivitas seksual, masturbasi dan berhubungan seksual sama-sama aman dan menyehatkan. Hal ini berlaku untuk semua orang termasuk mereka yang sudah berpasangan. Berpasangan bukan berarti tidak boleh atau tidak bisa melakukan masturbasi. Sebab ada kondisi tertentu yang membuat seseorang harus melakukan masturbasi sekalipun sudah berpasangan. Jadi, bukan soal berpasangan atau tidak, melainkan soal hasrat seksual yang berbeda-beda tiap individu.

Mitos 2 : Masturbasi berlebihan memicu disfungsi ereksi
Fatka : Disfungsi ereksi dipicu oleh berbagai faktor. Masturbasi mungkin menjadi salah satu pemicunya, tetapi tidak serta merta. Memang mereka yang melakukan masturbasi secara berlebihan sudah terbiasa dengan sensasi masturbasi sehingga terkadang sulit mencapai orgasme saat berhubungan dengan pasangannya.

Mitos 3 : Masturbasi bukan sesuatu yang normal dalam perkembangan seksual
Fakta : Sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA Pediatrics menyebutkan dari 800 responden remaja usia 14-17 tahun menunjukkan 74% anak laki-laki dan 48% anak perempuan melakukan masturbasi. Artinya masturbasi itu normal dan menyehatkan untuk semua usia.

Mitos 4 : Tidak ada manfaat kesehatan dari masturbasi
Fakta : Sama seperti hubungan seksual dengan pasangan, masturbasi membuat seseorang lebih rileks, tidur nyenyak lebih cepat, mengurangi stress dan ketegangan, menghilangkan sakit kepala, meningkatkan kepercayaan diri, membantu konsentrasi. Bagi wanita yang sudah tua, masturbasi mengurangi rasa sakit di vagina ketimbang melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Mitos 5 : Masturbasi memicu kecanduan
Fakta : Kecanduan terjadi ketika masturbasi dijadikan pelarian dari masalah hubungan seksual dengan pasangan, termasuk pelarian dari problem sosial kehidupan lainnya. Namun, menurut para ahli, hanya sedikit orang yang sampai di titik ini.

Mitos 6 : Masturbasi memicu kerontokan rambut
Fakta : Penelitian tahun 2001 menunjukkan bahwa pria dewasa sebenarnya mengalami peningkatan kadar testosteron setelah tidak melakukan masturbasi selama rentang waktu 3 minggu. Ini artinya bahwa level testosteron mungkin meningkat ketika seseorang menghindari ejakulasi. Yang pasti tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan masturbasi menyebabkan kerontokan rambut.

Mitos 7 : Masturbasi memicu kebutaan
Fakta : Sama seperti mitos di atas, tidak ada penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa masturbasi memicu terjadinya kebutaan. Tidak pula membuat tangan berbulu, memicu terjadinya penyakit TBC, dan lain-lain. Sama seperti aktivitas seksual lainnya, masturbasi tidak merusak yang dibayangkan banyak orang.

Baca Juga: 5 Alasan untuk Masturbasi di Pagi Hari, Dare to Try?

Itulah mitos dan fakta seputar masturbasi yang banyak beredar di tengah masyarakat. Semoga kamu terhindari dari pemahaman yang menyesatkan ya. Jika kamu mengalami problem kesehatan seksual yang serius, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter. Kamu bisa berkonsultasi secara online melalui Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya