Mungkinkah Kita Tetap Haid Saat Hamil?

haid-saat-hamil

Jika kita berhubungan seksual tanpa kontrasepsi, maka tidak haid merupakan salah satu tanda kehamilan. Tapi, terkadang siklus haid tetap datang.

Petenis dunia Serena Williams dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa ia masih tetap menstruasi di awal kehamilannya.

Baca Juga: Lupa Minum Pil KB Satu Kali, Apakah Ada Kemungkinan Hamil?

“Aku bahkan melakukan test pack untuk membuat teman-temanku percaya bahwa aku tidak hamil, tetapi sungguh kaget karena hasilnya positif,” katanya dalam sebuah wawancara dengan majalah InStyle.

Lebih terkejut lagi karena pemeriksaan dokter menunjukkan ia sudah hamil tujuh minggu dan dia baru saja bertanding di Australia Open.

Mengalami haid di awal kehamilan ternyata banyak dialami banyak perempuan.

Pendarahan di awal kehamilan ternyata terjadi karena perkembangan plasenta. Ketika embrio menempel di rahim, sel-sel dan jaringan plasenta mulai berkembang. Namun sampai plasenta itu benar-benar terbentuk untuk menjadi “sandaran hidup” janin, tubuh calon ibu melakukan tugas untuk menyuplai pertumbuhan janin dengan nutrisi dan oksigen.

Pada usia sekitar 6 minggu kehamilan, ukuran plasenta cukup besar dan komplek sehingga mulai berperan dalam memberi nutrisi ke janin. Di titik ini calon ibu mungkin mengalami “haid ringan”.

Penyebab perdarahan lain adalah hubungan seksual. Ada sebagian perempuan yang pembuluh darahnya berada dekat dengan permukaan leher rahim. Ketika bercinta, gesekan menyebabkan perdarahan kecil, namun sangat sedikit dan ringan dibanding darah haid.

Tanda keguguran

Mendapati adanya bercak darah di awal kehamilan tentu membuat calon ibu khawatir. Untuk memastikan pertumbuhan janin aman, periksakan ke dokter atau bidan jika mengalami perdarahan.

Faktanya, perdarahan terkadang merupakan tanda awal keguguran. Perdarahan tersebut biasanya dikira menstruasi tetapi lebih berat dan juga disertai kram perut yang parah.

Kehamilan ektopik adalah penyebab perdarahan lain yang harus dikhawatirkan. Kondisi yang sering disebut “hamil anggur” ini terjadi ketika embrio menempel di saluran tuba, bukannya di rahim.

Kehamilan ektopik terkadang menyebabkan perdarahan berwarna kehitaman dan nyeri hebat di perut bagian bawah, terutama di satu sisi. Kondisi ini membutuhkan tindakan dokter segera.

Baca Juga: Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Bisa Bikin Susah Hamil

Masih punya pertanyaan seputar kehamilan dan kesehatan reproduksi? Kamu ‎bisa langsung ‎‎berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT ‎‎0811-1-326459 ‎atau ‎melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin ‎hingga Jumat pukul ‎‎09.00 – ‎‎16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, ‎sebab segala ‎informasi yang kamu ‎sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya