Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

Obesitas merupakan masalah yang sudah sangat mendunia dan kemungkinan besar akan semakin memburuk seiring dengan perubahan gaya hidup dalam tahun-tahun mendatang (Jaffar, Ahmad & Cheruveetil, 2018). Dengan perkembangan teknologi yang luar biasa, berbagai aktivitas sehari-hari kini lebih mudah. Sebagai contoh, untuk membeli makan siang, Kamu tinggal memencet beberapa tombol melalui aplikasi di balik layar HP. Butuh hiburan? Berbagai pilihan tayangan menarik hadir di televisi pintar yang terhubung ke internet dalam sepersekian detik. 

Sebenarnya tak ada yang salah dengan hidup serba mudah. Akan tetapi, bila tidak dibarengi dengan usaha untuk tetap aktif dan sehat, Kamu sendirilah yang akan menanggung dampaknya di kemudian hari. Secara global, jumlah laki-laki yang hidup dengan obesitas saat ini jauh lebih banyak daripada perempuan (Kim & Shin, 2020). Berbagai penelitian telah mendokumentasikan dampak obesitas terhadap faktor kesuburan laki-laki. Berikut beberapa di antaranya.

  • Ketidak-seimbangan hormon
    Faktanya, laki-laki yang mengalami obesitas cenderung memiliki kadar hormon testosteron yang lebih rendah (Bekaert, Nieuwenhove, Calders, et al., 2015). Hal ini berpotensi menyebabkan masalah, sebab testosteron sangat penting bagi perkembangan organ-organ seksual. Ketidak-seimbangan hormon bisa berdampak buruk terhadap faktor kesuburan laki-laki.
    Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

  • Kualitas sperma menurun
    Demi terjadi kehamilan, tak cukup hanya sekadar bisa mengeluarkan sperma saja. Kamu membutuhkan sperma dalam jumlah yang besar, bentuk yang normal, dan kemampuan ‘berenang’ yang unggul. Masalahnya, laki-laki dengan obesitas cenderung memiliki volume cairan semen yang lebih sedikit, jumlah sperma yang lebih rendah, abnormalitas bentuk sperma yang lebih tinggi, serta kemampuan pergerakan sperma yang lebih buruk (Ramaraju, Teppala, Prathigudupu, et al., 2017). Padahal, sperma berkualitas merupakan salah satu kunci faktor kesuburan laki-laki.
    Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

  • Disfungsi ereksi
    Sebanyak 76% dari laki-laki yang melaporkan adanya penurunan libido dan disfungsi ereksi di klinik kesuburan merupakan laki-laki dengan berat badan berlebih dan obesitas (Jaffar, Ahmad & Cheruveetil, 2018). Artinya, laki-laki yang hidup dengan obesitas lebih sering mengalami kesulitan untuk mempertahankan penis yang tegang. Selain bisa mengurangi performa di ranjang, kondisi ini juga bisa menurunkan kesempatanmu untuk melanjutkan keturunan.
    Obesitas dan Faktor Kesuburan Laki-laki, Adakah Kaitannya

Baca juga : Sildenafil Citrate atau Pil Biru, Bisakah Jadi Solusi Faktor Kesuburan Laki-laki?

Lalu, bagaimana caranya untuk mencegah obesitas atau mengembalikan berat badan ke normal? Segalanya butuh proses, namun tentunya Kamu membutuhkan komitmen. Kuncinya adalah membangun dan mempertahankan pola makan yang sehat, berolahraga, dan memastikan adanya istirahat yang cukup. Cobalah pelan-pelan mengurangi porsi camilanmu, mengganti menu makanan dengan yang lebih bergizi seimbang, dan lebih banyak meluangkan waktu untuk aktivitas atau hobi outdoor, sekalian berolahraga. Dengan demikian, mudah-mudahan berat badan bisa perlahan menurun dan menjadi semakin stabil.

Selain itu, jika Kamu masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai faktor kesuburan laki-laki, Kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat