Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

Metode KB

“Kalau lagi puasa, boleh geser jam minum pil KB nggak sih?”

Pil mini alias pil KB Laktasi yang hanya mengandung hormon progesteron saja merupakan metode KB yang banyak digemari. Selain bisa digunakan untuk orang-orang yang sensitif terhadap hormon estrogen, pil ini juga ramah terhadap ibu menyusui, karena tidak mengurangi jumlah serta kualitas ASI, serta tidak memicu gangguan kesehatan maupun hambatan perkembangan apapun bagi bayi (Phillips, Tepper, Kapp, et al., 2016). Salah satu contohnya adalah pil Andalan Laktasi. Bagi perempuan yang sehari-harinya menggunakan pil mini atau pil laktasi sebagai metode KB, pertanyaan ini mungkin muncul di pikiran ketika memasuki bulan Ramadan. Memang betul bahwa agar efektivitas pil mini lebih tinggi, ada sejumlah aturan yang perlu diikuti, termasuk konsistensi jam minum pil. Kira-kira seperti apa, ya, strategi untuk menyesuaikan jadwal minum pil mini saat puasa?

Baca Juga: Bukan Mitos, Pil KB bisa Bikin Kulit Mulus dan Glowing

  • Memilih jadwal yang strategis
    Pilihlah jam minum pil yang paling memudahkan untuk diikuti secara konsisten. Aktivitas di bulan puasa tentunya berbeda dengan aktivitas di bulan lainnya. Misalnya, jika biasanya waktu luang lebih banyak di malam hari, sekarang malam lebih banyak diisi dengan ibadah tarawih atau memasak untuk persiapan sahur keesokan paginya. Oleh karena itu, ketika akan menggeser jadwal minum pil, cari jam yang memang paling memudahkan. Ada orang yang merasa lebih santai di waktu sahur jam setengah 4 pagi, ada yang di waktu buka puasa pukul 6 sore, ada juga yang di waktu lain. Yang penting, sesuaikan saja dengan aktivitasmu.
    Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

  • Menggunakan metode KB cadangan selama 48 jam
    Pil mini sangat sensitif terhadap perubahan jadwal. Efektivitasnya hanya bisa bekerja secara maksimal bila diminum tepat waktu. Akibatnya, saat menggeser jadwal minum pil, tubuh jadi jauh lebih rentan terhadap kehamilan. Nah, untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, gunakanlah metode KB cadangan selama setidaknya 2 hari setelah menggeser jam minum pil, misalnya dengan menggunakan kondom. Tak perlu takut repot, sebab kondom bisa dibeli dengan bebas di apotek, supermarket, minimarket, dan gerai-gerai online terpercaya tanpa memerlukan resep dokter.
    Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

  • Memasang alarm pengingat di HP
    Karena jadwal minum pil baru diubah, kemungkinan besar kamu masih belum terbiasa dengan jadwal yang baru. Agar tidak kelupaan, nggak ada salahnya memasang alarm pengingat di HP. Dengan begitu, risiko ‘kebobolan’ lebih kecil.
    Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

Baca Juga: Tak Hanya untuk Sehari-hari, IUD Tembaga Juga Bisa Jadi Kontrasepsi Darurat

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami sebelum menggunakan pil mini sebagai metode KB di bulan puasa. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya