Panduan Memilih KB Untuk Perempuan yang Mengidap Hipertensi

Panduan Memilih KB

Jangan takut, perempuan dengan hipertensi tetap aman ber-KB.

Kamu mengidap hipertensi dan takut untuk ber-KB? Tak perlu kuatir, karena KB modern saat ini tersedia dengan berbagai pilihan. Justru perempuan yang mengidap hipertensi sangat penting untuk merencanakan kehamilan. Mengapa?

Baca Juga: Lupa Minum Pil KB Satu Kali, Apakah Ada Kemungkinan Hamil?

Pada perempuan dengan hipertensi, kehamilan bisa meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia, diabetes, penggumpalan darah, sampai serangan jantung. Bahkan Journal Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease menyebutkan hipertensi pada perempuan lebih berbahaya dibanding pada laki-laki. Ini mengapa penting bagi perempuan yang mengidap hipertensi untuk merencanakan kehamilannya dengan ber-KB.

Langkah pertama yang harus kamu dan suami lakukan setelah sepakat untuk ber-KB adalah berkonsultasi ke dokter kandungan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dalam memilih kontrasepsi.

Adapun pilihan KB yang cocok untuk perempuan yang mengidap hipertensi adalah yang tidak mengandung hormon estrogen. Mengapa? Karena hormon estrogen dapat memicu naiknya tekanan darah. Namun pada beberapa kondisi, American College of Obstetrician and Gynecologist (ACOG) menyebutkan penggunaan KB hormonal yang mengandung estrogen tetap aman asalkan dengan syarat berusia kurang dari 35 tahun dan memiliki tekanan darah yang terkontrol. Ini artinya, kamu tidak hanya rutin minum obat tapi juga rajin kontrol ke dokter.

Sedangkan yang berusia 35 tahun ke atas, meskipun status pengobatan hipertensinya terkendali, kontrasepsi dengan kandungan estrogen tetap tidak dianjurkan. Dan kabar baiknya ada beragam pilihan kontrasepsi yang tetap aman dipilih. Apa sajakah itu?

  • IUD : Intrauterine device (IUD) atau spiral adalah KB yang aman untuk perempuan yang mengidap hipertensi karena tidak mengandung hormon apapun, seperti IUD Andalan. Lalu bagaimana KB non hormonal ini bekerja mencegah terjadinya kehamilan? KB berbentuk ‘T’ ini pada bagian vertikalnya terdapat kawat tembaga yang ketika dimasukkan akan mengacaukan cara kerja sperma hingga pembuahan sel telur pun tidak terjadi. KB IUD dapat memberikan perlindungan jangka panjang, yaitu 5-8 tahun. Tapi tak perlu kuatir karena IUD tidak akan mempengaruhi kesuburan ketika dilepaskan dari dalam rahim.
  • Implan : Meski termasuk KB hormonal, namun di dalam implant hanya terdapat hormon progestin. Jadi sangat aman untuk perempuan yang mengidap hipertensi. Implan sendiri berbentuk batang mungil kecil yang dimasukkan ke bawah kulit, persisnya di lengan atas. Tidak perlu kuatir, meski dimasukkan ke bawah kulit, ukurannya sangat kecil sehingga tidak akan terlihat. Hormon progestin akan dilepaskan secara perlahan dan membuat lendir serviks mengental. Kondisi inilah yang kemudian membuat sperma sulit bertemu serta membuahi sel telur. Andalan Implan memiliki masa perlindungan hingga 3 tahun, jadi sekali pasangan manfaatnya jangka panjang.
  • Minipil : Ini sebenarnya salah satu jenis pil KB, hanya saja bedanya kandungan hormon yang ada di dalam minipil hanyalah hormon progestin. Biasanya pil KB jenis ini jadi pilihan untuk ibu menyusui, tapi cocok juga untuk ibu dengan hipertensi.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan KB Suntik 1 Bulan, 2 Bulan, dan 3 Bulan

Selain memilih KB yang tepat, perempuan yang mengidap hipertensi juga penting untuk mengatur pola makannya serta rajin berolahraga demi menjaga kualitas hidup. Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya