Pil KB Mengurangi Rambut-rambut Halus di Wajah, Dada, dan Punggung Perempuan, Betulkah?

Pil KB

Sekitar 5-10% perempuan usia subur mengalami hirsutisme, suatu kondisi yang membuat rambut-rambut halus tumbuh di area wajah, dada, dan punggung, bagian-bagian tubuh yang biasanya hanya berbulu pada laki-laki (Mihailidis, Dermesropian, Taxel, et al., 2017). Bagi perempuan yang mengalaminya, pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan ini sering menyebabkan ketidak-nyamanan secara psikologis dan secara emosional. Apalagi, dengan standar kecantikan di masyarakat yang menuntut perempuan untuk berkulit mulus.

Hirsutisme disebabkan oleh ketidak-seimbangan hormon, tepatnya hormon androgen yang berlebihan (Yilmaz & Yildiz, 2019). Oleh karena itu, banyak perempuan dengan gangguan hormonal juga mengalami hirsutisme. Salah satunya adalah pada kasus polycystic ovarian syndrome (PCOS).

Baca Juga: Bukan Mitos, Pil KB bisa Bikin Kulit Mulus dan Glowing

Bila gejala hirsutisme tergolong ringan hingga sedang, sebenarnya kondisi ini tidak membutuhkan intervensi apapun. Yang menentukan butuh atau tidaknya treatment adalah pasien itu sendiri (Mihailidis, Dermesropian, Taxel, et al., 2017). Jadi, kalau kamu mengalami hirsutisme dan merasa tidak terganggu, dokter tidak akan memberikan penanganan, namun jika kondisi hirsutisme membuat kamu tidak percaya diri, stres, malu, atau depresi, maka kamu akan diberikan penanganan.

Beberapa bentuk penanganan hirsutisme adalah dengan teknologi kosmetik, minum pil KB dan terapi antiandrogen, serta mengubah pola hidup (Barrionuevo, Nabhan, Altayar, et al., 2017). Dari ketiga cara tersebut, teknologi kosmetik seperti laser bisa membantu menghilangkan rambut-rambut halus, namun tak bisa mengatasi penyebab hormonal dari hirsutisme itu sendiri. Treatment laser untuk hirsutisme populer karena efek sampingnya yang lebih minim dibandingkan dengan mencukur atau waxing, waktu pengerjaannya lebih singkat, serta hasilnya bertahan lebih lama sebelum rambut tumbuh kembali (Bhat, Bashir, et al., 2020). Akan tetapi, solusi ini hanya bersifat sementara dan tidak menargetkan akar masalahnya.

Bagaimana dengan pil KB dan terapi antiandrogen? Berbeda dengan penanganan kosmetik, penanganan dengan pil KB dan terapi antiandrogen berfokus pada upaya untuk menyeimbangkan kembali kadar hormon di dalam tubuh. Dengan demikian, pertumbuhan rambut dibatasi dari dalam. Tingkat kesuksesannya sangat baik. Menurut sebuah penelitian jangka panjang, pil KB kombinasi hormon estrogen dan progesteron serta terapi antiandrogen efektif dalam penanganan hirsutisme (Ezeh, Huang, et al., 2017). Untuk bisa sukses menangani hirsutisme dengan gabungan pil kombinasi dan terapi antiandrogen, dibutuhkan waktu setidaknya 6-9 bulan (Hammerstein, Meckies, et al., 1975; Ezeh, Huang et al., 2017). Semakin lama durasi terapi, semakin tinggi juga kepuasan pasien. Memang dibutuhkan proses, tetapi hasilnya memuaskan.

Pil KB Mengurangi Rambut-rambut Halus di Wajah, Dada, dan Punggung Perempuan, Betulkah?

Salah satu pilihan Pil KB yang bisa bantu kamu untuk mengurangi gejala hirsutisme adalah Pil KB Elzsa. Dengan kombinasi cyproterone acetate (hormon progesteron) dan ethinylestradiol (hormon estrogen), Elzsa bisa membantu menjaga kestabilan hormon. Cyproterone acetate menghambat produksi androgen dari ovarium, sedangkan ethinylestradiol meningkatkan produksi sex hormone binding globulin (SHBG) yang mengurangi sirkulasi androgen yang sudah ada (Franks, Layton & Glasier, 2007). Elzsa telah teruji secara klinis dan disesuaikan dengan kebutuhanmu, sehingga minim efek samping, tidak menyebabkan kenaikan berat badan maupun gangguan kesuburan.

Baca Juga: Tampil Cantik, Glowing, dan Terlindungi dengan Elzsa

Itulah sekilas informasi mengenai manfaat pil KB dalam mengatasi gejala hirsutisme. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya