Riset Membuktikan, KB Implan tidak Bikin Naik Berat Badan

kb implan

Implan merupakan salah satu metode KB jangka panjang yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Kontrasepsi yang akrab disebut susuk ini juga terbilang murah dibanding metode KB lainnya.

Berbentuk batang kecil seukuran korek api, KB implan ditanam di bawah kulit. Aman dan mudah dalam pemasangan serta pelepasannya. Salah satu jenis KB hormonal yang mengandung hormon progesteron, cara kerja implant sama seperti metode KB lainnya yaitu mencegah terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma dengan pelepasan hormon progesteron sintetis ke dalam aliran darah. Progesteron merupakan hormon alami tubuh yang bertugas mengatur siklus menstruasi bersama dengan hormon estrogen.

Baca Juga: Jangan Pandang Sebelah Mata, Ini 4 Keunggulan Susuk atau Implan KB

Apa kata penelitian tentang KB implan?

Kendati KB implan tidak steril dari efek samping, salah satunya kenaikan berat badan, namun para ahli sepakat bahwa tidak ada penelitian yang benar-benar secara jelas menyebutkan demikian. Mereka menilai kenaikan berat badan juga tak lepas dari faktor gaya hidup seseorang.

Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan implan menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebagai contoh, sebuah penelitian tahun 2016 menyebutkan wanita yang menggunakan KB implan tidak mengalami kenaikan berat badan. Kendati mereka merasa demikian. Para peneliti menyimpulkan, para responden merasakan kenaikan berat badan karena memang tersugesti dengan mitos yang selama ini beredar.

Studi lain di tahun yang sama mengamati kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron saja, termasuk KB implan. Para peneliti tidak menemukan banyak bukti kenaikan berat badan untuk jenis kontrasepsi ini.

Studi ini juga merekomendasikan agar edukasi dan informasi seputar kenaikan berat badan terus dilakukan agar para wanita memahami mekanisme penambahan berat badan yang sebenarnya. Sehingga tidak menghindari ber-KB karena alasan takut berat badannya naik.

Sebuah teori menyebutkan hormon progesteron dapat meningkatkan lemak tubuh. Sebuah studi tahun 2015 menemukan peningkatan 2% lemak tubuh pada wanita yang menggunakan implan selama 12 bulan.

Kemungkinan lainnya adalah progesteron menyebabkan retensi air yang membuat wanita merasa kembung dan sedikit lebih berat tanpa mengubah persentase lemak tubuh mereka.

Para dokter juga berpendapat, bahwa wanita tidak mengalami kenaikan berat badan karena KB implan yang digunakan, tetapi jika mereka percaya KB bisa memicu kenaikan berat badan dan kemudian dengan mudah menghubungkan keduanya, ketimbang memikirkan kemungkinan penyebab lain.

Studi Cochrane 2014 juga menyebutkan tidak mungkin menambah berat badan dari menggunakan KB implan.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 217 mengamati penurunan berat badan pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas setelah melahirkan. Satu kelompok menerima KB implan dan kelompok lainnya menggunakan alat kontrasepsi non hormonal.

Hasilnya lebih sedikit pengguna implan mengalami penurunan berat badan dalam 6 bulan setelah melahirkan. Namun, perbedaan penurunan berat badan antara kedua kelompok tidak signifikan secara statistik. Ini membuktikan bahwa implan hormonal tidak menyebabkan penambahan berat badan.

Studi tahun 2015 yang membandingkan 75 pengguna implan dengan 75 pengguna IUD non hormonal. Hasilnya pengguna implan mengalami peningkatan ukuran tubuh yang sederhana dan peningkatan lemak tubuh sebesar 2%.

Sementara itu sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa implan kontrasepsi hormonal tidak secara langsung menyebabkan penambahan berat badan. Namun, wanita yang diberi tahu bahwa implant dapat menyebabkan penambahan berat badan cenderung berpikir bahwa implan memicu kenaikan berat badan.

Gaya hidup dan bertambahnya usia

Dari sejumlah penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seharusnya wanita tidak memperhatikan kenaikan berat badan saat menggunakan implan. Jika pun mengalami kenaikan, kemungkinan terjadinya sangat minimal.

Sayangnya, anggapan mengaitkan kenaikan berat badan dengan penggunaan implan, justru mengabaikan faktor gaya hidup tidak sehat yang bisa jadi pemicu kenaikan tersebut.

Sebab bagi sebagian besar wanita, kenaikan berat badan memang fakta tak terbantahkan ketika usia semakin bertambah, metabolisme tubuh melambat, aktivitas fisik berkurang, tanpa pengelolaan pola makan yang baik.

Penting dicatat bahwa kenaikan berat badan sangat mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti proses penuaan, gaya hidup yang tidak aktif, kebiasaan makan yang buruk, maupun efek kondisi medis lainnya.

Para ahli juga merekomendasikan cara mudah mengontrol kenaikan berat badan dengan cara menimbangnya secara berkala, misalnya seminggu sekali pada waktu yang sama, misalnya setiap pagi hari.

Baca Juga: Memilih KB Sesuai Usia

Jelas ya, bahwa KB implan tidak bikin berat badan naik. Kalaupun itu terjadi hanya dalam jumlah minimal. Itupun merupakan bagian dari proses pertambahan usia. Jika kamu ingin tahu lebih jauh seputar KB implan, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter yang kompeten. Untuk berkonsultasi, saat ini bisa kok dilakukan secara online dengan cara menghubungi Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya