Saat Pasangan Positif HIV, Lakukan Ini Agar Tidak Tertular

positif hiv

4 Cara pencegahan penularan HIV ketika pasangan positif HIV.

Diagnosa positif HIV tidak hanya berdampak pada orang yang mengalaminya tapi juga kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama pasangannya. Kebanyakan orang berpikir, hidup bersama pasangan yang positif HIV berarti mengasingkan diri. Rasa kuatir dan takut tertular adalah reaksi wajar, tapi bukan berarti kamu dan pasangan tidak bisa terus menciptakan interaksi yang intim. Ini mengapa ketika diagnosis HIV ditegakkan, dokter serta konselor pasti akan meminta kamu untuk datang bersama pasangan.

Baca Juga: Kenali Gejala HIV Sesuai Stadiumnya

Ilmu pertama yang akan dibekali kepada orang yang hidup berdampingan dengan pasangan yang positif HIV adalah cara pencegahan. Maka lakukan 4 hal berikut sebagai cara untuk mencegah penularan HIV, sehingga kamu dan pasangan tetap memiliki kualitas hubungan serta kehidupan yang baik.

  1. Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.
    Melakukan hubungan seksual dengan orang yang positif HIV memiliki tingkat risiko penularan yang sangat tinggi. Karena itu menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual adalah syarat utama untuk mencegah penularan virus ini. Penelitian menegaskan, pemakaian kondom yang benar sangat efektif mencegah penularan virus HIV. Kondom bisa mencegah penularan sampai 73% pada perempuan dan 63% pada laki-laki.

    Pilihlah kondom berbahan lateks yang terbukti secara klinis mampu mencegah transmisi patogen ke dalam tubuh. Salah satu contoh kondom yang berbahan lateks berkualitas serta telah lolos uji standar internasional adalah Kondom Fiesta Ultra Safe. Untuk mencegah kondom robek ketika digunakan akibat gesekan, lengkapi penggunaanya dengan pelumas berbahan dasar air. Pelumas jenis ini tidak akan mengikis lateks pada kondom sehingga selalu aman digunakan. Kabar baiknya lagi, Kondom Fiesta Ultra Safe juga memiliki pelumas ekstra untuk menambah gairah sekaligus memberikan manfaat proteksi.

  2. Mengonsumsi obat untuk menekan risiko penularan HIV.
    Salah satu tujuan pentingnya melibatkan pasangan ketika seseorang didiagnosa positif HIV adalah untuk memberikan terapi pengobatan. Pada orang yang positif HIV, pengobatan jenis antiretroviral untuk mencegah replikasi virus terjadi. Sedangkan pengobatan pada pasangannya adalah Pre exposure Prophylaxis (PrEP) untuk menekan risiko penularan. Penelitian menyebutkan, menjalani PrEP dengan teratur bisa memberikan manfaat proteksi hingga 90%. Tak hanya itu, penelitian juga menegaskan penggunaan kondom yang dikombinasikan dengan PrEP sangat efektif dalam mencegah terjadinya penularan HIV pada pasangan.
  3. Lakukan tes HIV dan infeksi menular seksual secara reguler.
    Karena kamu termasuk faktor risiko maka penting untuk melakukan tes HIV secara reguler sehingga ketika hasilnya menunjukkan indikasi infeksi virus HIV, penanganan bisa segera dilakukan. Selain tes HIV secara reguler, perlu juga untuk melakukan tes infeksi menular seksual. Mengapa? Jika mengalami infeksi menular seksual secara berulang maka bisa jadi ini mengindikasikan adanya transmisi virus HIV.
  4. Kenali gejala-gejala HIV.
    Tes HIV pada prinsipnya mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam tubuh. Hanya saja virus ini memiliki periode jendela atau window period yang membuat tidak tampak gejala khas meski virus HIV sudah ada di dalam tubuh. Karena itu sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala awal dari HIV. Pada tahap awal, pada 3-6 minggu atau 3 bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh, barulah muncul gejala awal yang sangat mirip dengan flu yaitu demam, nyeri otot dan sendi. Adapun gejala spesifiknya adalah kelenjar getah bening yang membengkak.

    Pada stadium yang lebih lanjut, gejala HIV yang spesifik adalah diare berulang, radang mulut, sariawan berulang, infeksi saluran pernapasan, hingga munculnya ketombe yang tidak bisa ditangani dengan baik. Waspadalah jika hal ini terjadi.

Baca Juga: Apakah Gejala HIV pada Pria dan Wanita Berbeda?

Ketahuilah bahwa vonis positif HIV bukanlah akhir dari segalanya. Ada terapi pengobatan yang terbukti klinis bisa tetap menjaga kualitas hidup meski positif HIV. Kalau kamu ingin tahu lebih detail bagaimana agar tidak tertular HIV, langsung saja konsultasi ke HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Jangan kuatir, semua informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya