Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

Menginginkan variasi dalam kehidupan seksual merupakan sesuatu yang wajar. Ada banyak hal yang bisa dilakukan agar seks tak terasa monoton, seperti menggunakan kostum erotis, bercinta di luar kamar tidur, atau mencoba posisi seksual baru. Salah satu yang juga sering ditanyakan adalah mengenai seks anal. Bisakah seks anal dilakukan dengan aman?

Seks anal merupakan seks yang dilakukan dengan memasukkan penis, dildo, atau vibrator ke dalam anus pasangan. Anus memiliki banyak ujung-ujung saraf yang sensitif, sehingga seks anal bisa memberikan kepuasan seksual, baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun tak bisa menyebabkan kehamilan, seks anal dianggap sebagai seks yang berisiko tinggi. Berikut beberapa alasannya (Westheimer & Lehu, 2019).

  • Bakteri dari feses banyak berada di sekitar anus.
  • Bagian dalam anus memiliki banyak lipatan, sehingga sulit untuk benar-benar bersih, meskipun menggunakan enema.
  • Anus tidak sefleksibel vagina, sehingga kemungkinan kulit di sekitar anus luka atau robek saat berhubungan seks lebih tinggi. Bila anus terluka, risiko terkena infeksi menular seksual (IMS) lebih besar.

Bagaimanapun caranya, seks anal tidak akan bisa dilakukan dengan 100% aman. Risikonya bagi kesehatan akan selalu ada. Meskipun demikian, ada strategi-strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko dari seks anal. Sebelum melakukan seks anal, lakukan hal-hal berikut ini.

  • Berdiskusi dulu mengenai kenyamanan pribadi dan kenyamanan pasangan.
    Tidak semua orang nyaman dengan seks anal, jadi pastikan terlebih dahulu bahwa kamu dan pasanganmu memang sama-sama mau. Jangan sampai salah satu pihak hanya melakukannya karena merasa terdesak atas keinginan yang lain. Jika dilakukan dengan terpaksa, otot-otot di sekitar anus akan semakin menegang, seks akan terasa sakit, dan pengalaman seks anal bisa menjadi sebuah momen traumatis.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

  • Membersihkan anus.
    Membersihkan dengan tisu basah saja tidak cukup, cucilah anus dengan benar sebelum penetrasi (Westheimer & Lehu, 2019). Kalau perlu, gunakan enema. Pada akhirnya, anus tidak akan bisa betul-betul bersih dan bebas bakteri, namun lebih baik membersihkannya daripada tidak sama sekali bila memang kamu akan melakukan seks anal.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

  • Memakai kondom.
    Untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri dan infeksi menular seksual (IMS), pakailah kondom sebelum berhubungan seks anal (Siegler, Rosenthal, et al., 2019). Bila kamu melakukan seks vaginal setelah seks anal, jangan menggunakan kondom yang sama. Gantilah dengan kondom baru, agar bakteri dari anus tidak menyebar. Kalau bisa, cucilah penis atau sex toys terlebih dahulu sebelum berpindah dari anus ke vagina.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

  • Menggunakan pelumas.
    Berbeda dengan vagina, anus tidak bisa memproduksi cairan pelumas alaminya sendiri. Oleh karena itu, disarankan menggunakan pelumas saat melakukan seks anal (Perez, 2019). Hindari menggunakan lotion sembarangan untuk menggantikan pelumas, sebab ini bisa merusak kondom. Gunakanlah pelumas yang mengandung bahan dasar air yang aman digunakan di area sensitif dan tidak menyebabkan iritasi. Kamu bisa  memilih lubrikan yang sudah sesuai dengan standar mutu internasional, misalnya seperti Sutra Lubricant, Lubricant Fiesta Natural, Lubricant Fiesta Aloe Vera, dan Lubricant Fiesta Strawberry.
    Seks Anal, Bisakah Dilakukan dengan Aman?

Baca juga: Tips Berdiskusi dengan Pasangan Soal Kebutuhan Memakai Pelumas

Itulah paparan singkat mengenai seks anal, risikonya, dan hal-hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risikonya. Jika kamu ingin berkonsultasi, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat