Si Kecil Sudah Siap Punya Adik? Begini Cara Menghitung Masa Subur untuk Persiapan Kehamilan Kedua

Menghitung masa subur

Setelah beberapa tahun berkontrasepsi, kamu dan pasanganmu akhirnya mendiskusikan rencana untuk hamil lagi. Kini Si Kecil sudah agak lebih besar, lebih mandiri, dan lebih siap untuk punya adik. Kondisi finansial keluarga pun sedang dalam keadaan sangat baik. Tak ingin mengulur waktu, kamu pun segera mencari cara menghitung masa subur untuk persiapan kehamilan kedua. Cara apa saja yang tersedia? Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Trik Meningkatkan Peluang Kehamilan di Masa Subur

  1. Metode kalender

    Untuk menggunakan cara menghitung masa subur yang satu ini, kamu hanya butuh kalender dan pulpen. Bisa juga menggunakan kalender digital di HP, tablet, atau laptop bila kamu lebih nyaman. Pada intinya kamu harus mencatat siklus menstruasi secara rutin hingga mendapatkan prediksi tanggal mulai menstruasi di bulan depan. Nah, hitung mundur 14 hari dari tanggal tersebut untuk menemukan prediksi tanggal ovulasi. Ovulasi alias pelepasan sel telur dari indungnya biasanya terjadi setiap 14 hari sebelum menstruasi, berapapun panjang siklusmu (Dweck & Westen, 2017). Sudah menemukan perkiraan tanggal ovulasi? Perbanyaklah berhubungan intim di tanggal tersebut, beberapa hari sebelumnya, hingga sehari sesudahnya, sebab ini merupakan hari-hari paling subur.

  2. Mengukur suhu basal tubuh

    Dengan cara menghitung masa subur yang satu ini, kamu membutuhkan termometer dan catatan suhu basal tubuh harian. Suhu basal tubuh adalah suhu terendah tubuh ketika dalam keadaan sedang beristirahat, sebelum terpengaruh oleh aktivitas apapun. Sesudah ovulasi, suhu basal tubuh biasanya meningkat sedikit (Griffey, 2010). Catatlah suhu basal tubuhmu saat baru bangun tidur setiap hari selama beberapa bulan. Kamu akan menemukan sebuah pola, misalnya setiap 26 hari sekali, suhu basal tubuhmu ternyata agak naik. Dari pola ini, kamu bisa memprediksi kapan suhu basal tubuhmu akan naik lagi di bulan depan. Nah, upayakanlah memperbanyak hubungan intim 1-2 hari sebelum suhu basal tubuh diperkirakan akan naik. Inilah momen di mana kesuburanmu sedang optimal.

  3. Menggunakan Andalan Ovulation Kit

    Dua cara menghitung masa subur yang sudah disebutkan sebelumnya memakan waktu lama, butuh ketelatenan yang tinggi, dan rentan gagal bagi perempuan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Alternatif lain yang jauh lebih mudah adalah dengan menggunakan alat tes ovulasi yang mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin perempuan. Kadar LH biasanya meningkat menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Pilihlah Andalan Ovulation Kit yang memiliki tingkat keakuratan hingga 99,9%. Dengan alat ini, kamu tinggal meneteskan sampel urin pada alat tes, menunggu 3-10 menit, dan langsung mengetahui apakah kamu sedang berada di masa subur atau tidak. Jika ada dua garis merah muda yang mirip atau salah satunya lebih gelap, maka kemungkinan besar kamu akan ovulasi 24-48 jam lagi. Jadwalkanlah hubungan intim dengan pasanganmu setelah 24 jam, sebelum 48 jam. Bila hanya satu garis pink saja yang muncul, artinya tubuh sedang tidak di masa subur.

Baca Juga: Pakai Alat Tes Masa Subur Tingkatkan Peluang Kehamilan

Sudah siap mencoba cara-cara menghitung masa subur untuk persiapan kehamilan kedua? Mudah-mudahan kabar baik yang ditunggu-tunggu segera datang dan si Kecil bisa cepat menyambut adik barunya, ya! Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut perihal perencanaan kehamilan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya