Stop Mengatasi Ejakulasi dengan Pasta Gigi!

ejakulasi-dini-pasta-gigi

Tinjauan penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa ejakulasi dini mempengaruhi sekitar 30 persen orang di dunia, setidaknya satu kali. Mengingat betapa umum masalah ejakulasi dini ini, tidak heran jika banyak ditawarkan metode terapi yang bermacam-macam dan mudah ditemukan di internet. Salah satunya cara mengatasi ejakulasi dini dengan menggunakan pasta gigi.

Baca Juga: Mengapa Harus Konsultasi untuk Atasi Ejakulasi Dini?

Apapun akan dilakukan pria untuk mengobati atau mencegah ejakulasi dini. Beberapa pria mencoba menggunakan pasta gigi agar aktivitas seksualnya bisa bertahan lebih lama. Benarkah pasta gigi bisa mencegah ejakulasi dini?

Tentu saja jawabannya tidak bisa. Para ahli bahkan sudah mengeluarkan peringatan mendesak untuk pria agar berhenti menggosok atau mengoleskan pasta gigi pada penis untuk mencegah ejakulasi dini.

Mitos Mencegah Ejakulasi Dini dengan Pasta Gigi

Tren aneh mencegah ejakulasi dini dengan pasta gigi mulai bermunculan menyusul sejumlah video YouTube yang mengklaim cara ini dapat membantu pria mendapatkan ereksi yang Keras dan memperlama durasi bercinta.

Salah satu video di Youtube bahkan sudah telah ditonton lebih dari 1 juta kali, menyatakan keuntungan mengoleskan pasta gigi di penis yakni mencegah ejakulasi dini, bahkan bisa membuat pria bertahan hingga 30 menit.

Tetapi para ahli medis memperingatkan, praktik ini bisa memiliki efek yang mengerikan dan tidak diinginkan. Minyak peppermint dan bahan kimia dalam pasta gigi, termasuk bahan pemutih, dapat sangat mengiritasi kulit sensitif. Kulit penis termasuk tipis, sehingga jika diolesi dengan pasta gigi, ada peningkatan risiko luka bakar, lecet dan timbulnya jaringan parut.

Pasta gigi juga tidak tidak boleh digunakan sebagai pelumas. Tak hanya berbahaya, pasta gigi bersifat “abrasif” sehingga membuat seks tidak nyaman. Menempatkan pasta gigi pada penis sebelum aktivitas seksual juga dapat berdampak buruk pada pasangan, apa pun jenis kelaminnya. Bahan kimia dan zat pemutih dalam pasta gigi dapat mengiritasi atau menyebabkan infeksi terjadi di dalam vagina, atau anus pasangan seks kamu.

Kondom, Pilihan Lebih Aman Mengatasi Ejakulasi Dini

Daripada menggunakan pasta gigi atau zat lain yang belum teruji efektivitas dan keamanannya, pria dengan ejakulasi dini disarankan menggunakan kondom untuk mempertahankan durasi bercinta.

Beberapa kondom dirancang untuk memperlama daya tahan penis sehingga tidak mudah terstimulasi rangsangan seksual. Kondom yang dimaksud adalah kondom yang diberi lapisan pemati rasa, untuk membuat permukaan penis sedikit mati rasa.

Kondom tradisional tidak dirancang untuk mengurangi sensasi, karena memang tujuan awal diciptakan kondom adalah untuk melindungi dari penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Kondom untuk memperpanjang durasi sesi bercinta, kadang dibuat lebih tebal, atau melapisinya dengan agen kontrol klimaks, benzokain. Tujuannya membantu desensitisasi penis, memungkinkan pria bertahan lebih lama selama penetrasi. Contoh kondom untuk membuat pria bertahan lebih lama adalah Sutra OK dan Fiesta Delay.

Kepala penis mengandung 4.000 ujung saraf yang semuanya dirangsang saat berhubungan seks dan terlebih saat penetrasi. Stimulasi berlebihan akan mempercepat ejakulasi. Zat pemati rasa bekerja sementara membuat beberapa ujung saraf yang sangat sensitif offline sejenak, sehingga pria bisa bertahan lebih lama.

Baca Juga: Ini Bedanya Ejakulasi Dini dan Rendahnya Stamina

Meskipun diberi zat atau pelumas yang bisa mematikan sensasi rangsangan pada kepala penis, namun kondom ini tetap tidak menghilangkan kesenangan bercinta.

Kamu bisa bertanya lebih jauh seputar kondom untuk menunda ejakulasi dini dengan berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya