Suami Juga Harus Paham Cara Menghitung Masa Subur Istri, Ini Alasannya

masa subur kehamilan

Suami yang sudah hidup bersama dengan istrinya selama waktu yang cukup panjang mungkin sudah mengetahui pola siklus menstruasi istri. Akan tetapi, masih banyak yang nggak tahu kapan istri sedang subur dan mengalami ovulasi. Padahal, dalam hubungan yang harmonis, idealnya suami juga paham cara menghitung masa subur istrinya. Berikut beberapa alasan mengapa pengetahuan spesial ini perlu dimiliki para suami.

Baca Juga: 10 Momen Paling Membahagiakan Sepanjang Kehamilan

  • Memahami tubuh istri
    Berbeda dengan laki-laki, tubuh perempuan senantiasa berubah mengikuti siklus kesuburannya. Di masa subur, hormon estrogen dalam tubuh perempuan sedang berada dalam kadar yang sangat tinggi. Volume lendir rahim meningkat, vagina jadi lebih licin, sementara leher rahim alias serviks sedang lembut, tinggi, basah, dan cenderung terbuka (Hill, 2019). Sebaliknya, ketika masa subur sudah lewat, lendir rahim akan mengering dan menebal teksturnya, serviks pun akan turun ke posisi yang lebih rendah, mengeras, serta lebih tertutup. Jadi, wajar saja bila ada waktu-waktu di mana istri terlihat lebih menginginkan dan menikmati seks dibandingkan dengan momen lainnya. Bukan berarti performa seksual suami yang jadi masalah, terkadang kondisi tubuh istri memang sedang kurang tepat untuk diajak berhubungan seks. Kuncinya adalah memahami masa subur istri serta komunikasi yang terbuka.

  • Mengetahui kemungkinan terjadinya kehamilan
    Dengan mengetahui cara menghitung masa subur istri, suami bisa memprediksi kemungkinan terjadinya kehamilan. Bagi pasangan yang sedang mencegah kehamilan, informasi ini sangat diperlukan agar bisa sama-sama paham kapan wajib menggunakan kondom. Sebaliknya, bila suami sedang menanti keturunan, informasi soal masa subur bisa membantu menentukan waktu yang paling tepat untuk berhubungan intim, yaitu pada masa subur yang dimulai sejak 5 hari sebelum ovulasi hingga 1 hari setelahnya (Jensen & Stewart, 2015).

  • Memahami perubahan mood istri
    Di masa subur, perempuan cenderung memiliki mood yang lebih positif, lebih percaya diri, flirty, dan penuh semangat (Hill, 2019). Sebaliknya, di masa tidak subur, kondisi hormon membuat sebagian perempuan mengalami gejala-gejala pre-menstrual syndrome (PMS) seperti nyeri payudara, sakit kepala, perut kembung, dan tubuh letih yang dapat memicu ketidakstabilan mood (Witton, 2019). Nah, suami yang mengetahui masa subur istri bisa lebih memahami perubahan mood istri dan berempati.

Setelah mengetahui manfaat memahami cara menghitung masa subur istri, suami perlu mengetahui 2 cara menghitung masa subur yang sering dipakai, yaitu sebagai berikut.

  • Menghitung masa subur dengan kalender kesuburan
    Bila ingin menggunakan cara ini, suami perlu mengetahui tanggal menstruasi istri. Kapan hari pertama istri menstruasi di bulan lalu? Berapa hari jaraknya sejak ia pertama kali menstruasi di bulan lalu hingga ia menstruasi lagi di bulan ini? Dengan mengetahui informasi ini, suami bisa menemukan durasi siklus menstruasi istri dan memprediksi kapan istri mulai menstruasi di bulan depan. Dari prediksi tanggal tersebut, bila dihitung mundur 14 hari, suami akan menemukan tanggal ovulasi, yaitu masa tersubur bagi tubuh istri. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa cara ini hanya berguna bila siklus menstruasi istri teratur.

  • Menghitung masa subur dengan Andalan Ovulation Kit
    Andalan Ovulation Kit hadir sebagai alternatif cara menghitung masa subur terbaik bagi pasangan yang ingin segera melanjutkan keturunan. Alat tes ovulasi ini mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin perempuan. Kadar LH biasanya meningkat menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Pemakaian Andalan Ovulation Kit mudah sekali. Istri tinggal meneteskan sampel urin ke lubang sampel dengan pipet yang disediakan dan menunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul. Kemudian tinggal membaca hasil. Jika ada dua garis merah muda yang mirip atau salah satunya lebih gelap, maka kemungkinan besar istri akan ovulasi 24-48 jam lagi. Lakukan hubungan intim setelah 24 jam namun sebelum 48 jam. Bila ternyata hasilnya hanya satu garis pink saja, berarti tubuh istri sedang tidak di masa subur.

Baca Juga: Trik Meningkatkan Peluang Kehamilan di Masa Subur

Itulah sekilas pembahasan mengapa suami juga harus paham cara menghitung masa subur istri serta dua strategi yang bisa digunakan untuk mengetahui masa subur pasangan tercinta. Mudah-mudahan dengan informasi tadi, kamu sebagai suami bisa membangun hubungan rumah tangga yang harmonis dengan istrimu, ya! Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya