Tak Perlu Khawatir, Kontrasepsi Hormonal Tidak Mengganggu Kesuburan

kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi hormonal tidak mengganggu kesuburan. Perubahan siklus haid yang terjadi hanya sementara, dan bukan menandakan terjadinya infertilitas.

Ada anggapan bahwa kontrasepsi hormonal bisa mengganggu kesuburan perempuan. Ketika menggunakan metode kontrasepsi hormonal, sebagian perempuan tidak haid, haid tidak teratur, atau darah haid yang keluar sedikit, sehingga dianggap kesuburannya terganggu. Sebenarnya ini salah kaprah. Faktanya, kontrasepsi hormonal tidak mengganggu kesuburan, dan tidak membuatmu jadi lebih sulit hamil di kemudian hari.

Baca Juga: Lima Pilihan Kontrasepsi Hormonal, Jangka Pendek dan Panjang

Ada begitu banyak kontrasepsi hormonal yang tersedia di pasaran. Ada sediaan pil, suntikan, implan (susuk), hingga IUD hormonal. Ada yang mengandung hormon kombinasi (estrogen dan progestin), ada pula yang hanya mengandung progestin. Namun pada dasarnya, cara kerja kontrasepsi hormonal mirip, yaitu mencegah terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur matang dari indung telur ke tuba falopi.

Biar kamu tidak khawatir lagi dan lebih yakin dalam memilih kontrasepsi, yuk kita simak penjelasan mengapa kontrasepsi hormonal tidak mengganggu kesuburan.

Kontrasepsi Hormonal Tidak Mengganggu Kesuburan

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, kontrasepsi hormonal bekerja dengan mencegah terjadinya ovulasi. Kontrasepsi hormonal yang hanya mengandung progestin akan mencegah terjadinya ovulasi, sekaligus menghambat pembentukan endometrium atau lapisan dinding rahim. Itu sebabnya, perempuan yang menggunakan metode ini, baik mini pil, suntikan 3 bulan, dan implan, biasanya tidak haid. Bisa pula keluar spotting (bercak darah) pada beberapa bulan pertama penggunaan, karena endometrium begitu tupis sehingga arteri di bawahnya bisa terpapar, dan keluarlah sedikit darah yang kita kenal sebagai spotting.

Pada kontrasepsi hormonal kombinasi, yaitu pil KB kombinasi serta suntikan 1 dan 2 bulanan (Andalan Gestin F2), biasanya haid tetap terjadi tapi lebih sebentar, dan darah haid lebih sedikit. Kandungan estrogen dalam jumlah kecil akan merangsang pembentukan endometrium, meski hanya tipis. Nah, endometrium ini akan luruh ketika pil KB habis (pada hari ke-21) dan ketika efek suntikan habis, dan keluar sebagai darah haid.

Dari penjelasan di atas, kita paham mengapa ketika memakai kontrasepsi hormonal, bisa terjadi perubahan siklus haid. Jadi efek-efek tadi terjadi bukan karena kesuburan terganggu secara permanen, melainkan memang tubuh dikondisikan agar tidak terjadi ovulasi, dan endometrium yang terbentuk hanya sedikit/tidak ada.

Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa kontrasepsi hormonal modern mengganggu kesuburan secara permanen. Efek pencegahan kehamilan hanya terjadi selama kontrasepsi digunakan. Memang, butuh waktu beberapa saat hingga kesuburan kembali dan kamu bisa hamil. Untuk metode suntik misalnya, kesuburan akan kembali dalam 3-12 bulan sejak injeksi terakhir. Pada pil, kesuburan biasanya akan kembali dalam 2 minggu. Sedangkan metode implant, kesuburan akans egera kembali begitu masa pakainya habis, atau impan dicabut sebelum masa pakainya habis.

Baca Juga: Kontrasepsi Hormonal Bikin Haid Tidak Teratur?

Jadi, kamu tidak perlu khawatir ya. Kontrasepsi hormonal tidak mengganggu kesuburan secara permanen. Kamu bisa berkonsultasi ke dokter atau bidan, sebelum memutuskan ingin memakai metode kontrasepsi apa. Sesuaikanlah dengan kondisi, kesehatan, dan kebutuhanmu ya. DKT Indonesia menyediakan beragam kontrasepsi hormonal, dengan merk Andalan. Mulai dari mini pil untuk ibu menyusui, pil KB kombinasi, implan dua batang, hingga suntik 1, 2, dan 3 bulan.

Kamu juga bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya