Terganggu Keputihan? Lakukan Ini Agar Vagina Bersih dan Sehat

keputihan

Dibandingkan area tubuh lainnya, terutama wajah, kita sering lupa untuk memperhatikan kebersihan area organ intim alias vagina. Cari tahu, bagaimana cara membuat vagina selalu bersih dan sehat.

Vagina sebenarnya dirancang untuk menjaga dirinya tetap bersih dengan bantuan sekresi alami, alias cairan vagina.

Untuk menambah pengetahuan, ketahui dulu bagian tubuh yang termasuk dalam organ reproduksi perempuan.

Baca Juga: Perbedaan Keputihan Normal dan Tidak Normal

Vagina adalah tabung otot di dalam tubuh wanita yang membentang dari leher rahim (serviks atau pembukaan rahim) ke lubang vagina. Organ seks eksternal, yang disebut vulva, mengelilingi lubang vagina.

Kesehatan vagina yang baik dimulai dengan memastikan kesehatan umum yang baik. Dengan kata lain, jika tubuh kita sehat, maka organ reproduksi juga akan sehat.

Cara menjaga kesehatan termasuk memperhatikan pola makan dan olahraga.

Seperti diketahui gerakan-gerakan dalam olahraga membantu menjaga fungsi vagina yang baik. Contohnya berjalan dan berlari yang dapat membantu menguatkan dasar panggul, selain tentu berdampak bagi kebugaran dan kesehatan jantung juga.

Kebersihan vagina ketika haid dan keputihan

Selain haid sebagai bagian dari siklus menstruasi alami, pada dasarnya normal jika tubuh kita menghasilkan cairan bening atau putih (discharge) dari vagina yang disebut dengan keputihan.

Lendir ini diproduksi secara alami dari leher rahim, yang dikenal sebagai leher rahim.

Keputihan tidak ‘selalu pertanda buruk’. Keputihan yang banyak atau jernih pada umumnya tidak terkait dengan infeksi menular seksual.

Perubahan jumlah keputihan bisa 100 persen terkait dengan faktor hormonal – dengan kata lain, terkait dengan siklus menstruasi, kehamilan atau menopause.

Karakter dan jumlah keputihan bervariasi sepanjang siklus menstruasi

Ketika masa subur atau ovarium melepaskan sel telur (ovulasi), cairan keputihan biasanya menjadi lebih tebal dan melar, seperti putih telur mentah.

Keputihan yang sehat tidak memiliki bau atau warna yang kuat. Kamu mungkin merasakan basah yang tidak nyaman, tetapi tidak ada gatal atau nyeri di sekitar vagina.

Jika ada perubahan pada keputihan yang terlihat tidak seperti biasanya, seperti perubahan warna atau mulai berbau atau gatal, temui dokter karena mungkin kamu mengalami infeksi.

Bakteri di vagina, perlu dikhawatirkan?

Ada banyak bakteri di dalam vagina, dan keberadaan mereka di sana untuk melindungi organ intim kita.

Dalam tubuh manusia, usus merupakan bagian yang paling banyak mengandung bakteri, kemudian vagina.

Bakteri baik di dalam vagina bermanfaat untuk:

  • Memberikan “dominasi numerik” atau melebihi jumlah bakteri berbahaya lainnya yang mungkin masuk ke vagina
  • Membantu menjaga keseimbangan pH vagina (seberapa asam vagina) pada tingkat yang seimbang, yang membantu menjaga keseimbangan bakteri tetap sehat.
  • Bisa menghasilkan bakteriosin (antibiotik alami) untuk mengurangi atau membunuh bakteri lain yang masuk ke dalam vagina.
  • Menghasilkan zat-zat untuk mencegah menempel pada dinding vagina, sehingga tidak sampai menyerang jaringan.
  • Jika keseimbangan bakteri terganggu, maka akan terjadi infeksi dan peradangan. Bakteri yang disebut lactobacilli membantu menjaga keseimbangan pH vagina pada tingkat normal yang rendah (kurang dari pH 4,5), yang juga mencegah pertumbuhan organisme lain.

    Jika pH vagina meningkat (kurang asam), kualitas atau jumlah lactobacilli bisa turun dan bakteri lain bisa berkembang biak. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi seperti bakterial vaginosis atau lesi, yang menyebabkan gejala seperti gatal, iritasi dan keputihan yang tidak normal.

Baca Juga: Sejauh Mana Stres Menyebabkan Keputihan?

Cara mencuci vagina

Sebaiknya hindari sabun dengan pewangi, gel, dan antiseptik karena dapat memengaruhi keseimbangan bakteri dan tingkat pH yang sehat di vagina dan menyebabkan iritasi.

Gunakan sabun biasa tanpa pewangi untuk mencuci area sekitar vagina (vulva) dengan lembut setiap hari.

Vagina akan membersihkan dirinya di dalam tubuh dengan cairan vagina alami (keputihan).

Selama menstruasi, kita harus membersihkan vagina dengan lebih teliti. Mulai dengan mengganti pembalut setiap 3 jam sekali, hingga menggunakan cairan pembersih vagina dengan tingkat pH yang seimbang.

Hindari pula douching alias menyiram cairan khusus ke dalam vagina untuk membersihkan sekresi vagina. Beberapa wanita menggunakan douche untuk “membersihkan” vagina.

Tetapi para dokter tidak menganjurkan karena douche dapat mengganggu bakteri normal vagina.

Jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya