Tiga Cara Tepat Mengganti Pil KB

pil kb

Wajar bila seseorang ingin mengganti pil KB karena berbagai alasan, misalnya ingin mengurangi gejala PMS, mengalami efek samping, atau sekadar ingin mendapatkan pengalaman baru dengan menggunakan metode KB yang berbeda. Misalnya dari metode KB hormonal ke metode KB non hormonal. Dari metode KB jangka pendek ke metode KB jangka panjang. Termasuk dari pil KB Andalan ke alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) seperti IUD Andalan.

Baca Juga: Bukan Mitos, Pil KB bisa Bikin Kulit Mulus dan Glowing

Tetapi bagaimana cara mengganti pil dengan metode KB lain atau sekadar mengganti jenis pil dari kombinasi menjadi satu pil, pun sebaliknya? Tentu saja tidak bisa ujug-ujug mengganti begitu saja. Ada aturan main yang mesti diikuti. Agar masa transisi berjalan mulus dan hasilnya tetap bagus apapun jenis penggantinya.

Berikut tiga cara paling aman menggganti pil KB :

  1. Jangan ada jeda di antara mereka
    Lakukan penggantian tanpa ada jeda dari paket pil KB saat ini ke paket KB lain atau metode KB yang berbeda. Sebab jeda berarti memberi celah kemungkinan untuk hamil cukup besar.

    Saat proses peralihan, tidak perlu menghabiskan paket yang ada, melainkan kamu bisa langsung memulai paket lain di hari pertamanya. Ingat, jika tidak ingin hamil jangan ada jeda di antara paket KB yang berbeda. Sebab efektivitas perlindungan menjadi sangat minimal bahkan tidak ada sama sekali.

  2. Konsultasi dulu, mengganti kemudian
    Pastikan proses penggantian pil KB ke jenis lain harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Tak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum benar-benar mengganti pil KB yang kamu konsumsi selama ini.

    Sebab dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan metode KB yang berbeda dalam satu waktu di masa transisi ini. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kamu mendapatkan perlindungan dari salah satu jenis KB yang digunakan.

    Karena ada beberapa metode KB yang membutuhkan waktu untuk bekerja memberikan perlindungannya. Maka dari itu, berkonsultasilah sebelum mengambil keputusan, agar tidak salah langkah dan menyesal jadinya. Alih-alih mencari perlindungan yang lebih aman justru kebobolan di tengah jalan.

  3. Perlindungan cadangan
    Cara paling aman mengganti metode KB apapun bentuknya adalah dengan menggunakan perlindungan cadangan. Misalnya di minggu pertama masa peralihan tersebut, dokter akan menyarankan penggunaan kontrasepsi jangka pendek non hormonal seperti kondom untuk sementara waktu. Kondom dipilih karena lebih praktis, ekonomis dan aksesnya sangat mudah.

    Sambil menunggu metode KB yang dipilih bekerja efektif memberikan perlindungan terhadap kehamilan yang tidak direncanakan. Sementara pada saat yang sama tubuh sedang beradaptasi dengan metode KB yang baru digunakan. Jadi, perlindungan cadangan ini berarti memberikan kesempatan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan metode KB yang baru digunakan setelah sekian lama kamu menggunakan pil KB sebagai KB hormonal yang rutin diminum setiap harinya.

Nah, itulah tiga cara aman mengganti jenis pil KB maupun mengganti pil KB dengan metode KB lainnya yang berbeda. Baik sesama KB hormonal maupun KB non hormonal. Yang pasti apapun bentuk pergantian yang kamu inginkan, pastikan semua keputusan yang diambil terlebih dulu dikonsultasikan dengan dokter yang kompeten. Sebab dari konsultasi inilah kamu bisa mendapatkan informasi yang lengkap, sudut pandang yang baru, juga wawasan yang berbeda tentang dunia KB dan kehamilan secara umum.

Baca Juga: Sampai Berapa Lama Kita Boleh Gunakan Pil KB?

Jadi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ya. Kabar baiknya saat ini kamu bisa berkonsultasi secara online, lebih mudah, cepat, dan tentunya lebih aman. Caranya dengan menghubungi Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya