Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Suami Bila Istri Ingin Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

Bila Anda dibesarkan dengan keyakinan bahwa hal pertama yang harus dilakukan setelah berumah tangga adalah memiliki anak, sedangkan istri Anda memiliki prinsip yang berbeda, wajar saja kalau Anda merasa agak kaget dan bingung merespon keinginan istri. Perbedaan pandangan dalam pernikahan adalah sesuatu yang wajar. Meskipun begitu, segalanya tetap harus didiskusikan dengan kepala dingin dan pertimbangan yang matang. Berikut 3 hal yang sebaiknya Anda lakukan sebagai suami bila istri ingin ikut program Keluarga Berencana (KB).

  1. Mendengarkan alasan di balik keinginan istri untuk ikut program Keluarga Berencana (KB)
    Ingat bahwa dalam setiap keputusan untuk memiliki anak, istri adalah pihak yang akan memikul beban lebih berat, sehingga sudah sewajarnya Anda sebagai suami mendengarkan pendapatnya terlebih dahulu. Dialah yang nantinya harus mengandung dan melahirkan seorang anak. Belum lagi bila Anda bekerja penuh waktu dan berharap istri akan sepenuhnya mengasuh sang buah hati. Bisa saja, istri punya rencana yang sedang ia kejar seperti pendidikan atau karier yang penting bagi dirinya, sehingga ia ingin menunda terlebih dulu, meskipun ia juga ingin punya anak. Selain itu, bisa pula istri ternyata memiliki kondisi medis tertentu yang bisa menyebabkan kehamilan menjadi berisiko, sehingga banyak treatment yang perlu ia jalani sebelum tubuhnya siap untuk hamil. Ada banyak kemungkinan mengapa istri ingin berkontrasepsi. Oleh karena itu, diskusikanlah terlebih dahulu secara terbuka dan tanpa penghakiman. Jangan sampai istri merasa bahwa nilainya di mata Anda hanya terbatas pada kemampuannya menghasilkan keturunan.
    Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Suami Bila Istri Ingin Ikut Program Keluarga Berencana (KB)
  2. Mencari informasi mengenai program Keluarga Berencana (KB) yang sesuai
    Setelah Anda memahami alasan keinginan istri untuk mengikuti program KB, cari tahulah bersama-sama program KB yang sesuai dengan kebutuhan istri dan Anda. Jika Anda tak ingin menunda terlalu lama, sementara istri tak ingin terlalu cepat, mungkin Anda dan istri bisa mencari titik tengah. Ada banyak jenis alat KB dengan jangka waktu perlindungan yang berbeda. IUD melindungi penggunanya dari kehamilan hingga 10 tahun dan implan hingga 3 tahun, namun keduanya dapat dilepas kembali dengan mudah oleh dokter atau bidan bila Anda dan pasangan berubah pikiran dan ingin merencanakan kehamilan sebelum masa perlindungan berakhir. Untuk KB yang jangka waktunya lebih pendek, tersedia suntikan KB 1 bulanan dan 3 bulanan. Selain itu, ada juga pil KB yang tinggal diminum setiap hari dalam sebulan, serta kondom yang ampuh melindungi dari infeksi menular seksual (IMS) dan hanya perlu dipakai setiap kali berhubungan seks saja.
    Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Suami Bila Istri Ingin Ikut Program Keluarga Berencana (KB)
  3. Menemani dan mendukung istri
    Terakhir, ketika istri dan Anda sama-sama telah menemukan pilihan program Keluarga Berencana (KB) yang tepat, tunjukkan dukungan Anda. Temanilah istri ketika mengunjungi bidan atau dokter. Prosedur KB pada umumnya sangat sederhana dan nggak menyebabkan rasa sakit, namun istri mungkin merasa deg-degan karena belum pernah menjalaninya. Dengan kehadiran Anda di sisinya, ia akan merasa lebih nyaman.
    Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan Sebagai Suami Bila Istri Ingin Ikut Program Keluarga Berencana (KB)

Baca juga : Berbeda dengan di Masa Lalu, Ini 4 Kemudahan Program Keluarga Berencana di Era Modern

Demikianlah 3 hal yang bisa Anda lakukan sebagai suami bila istri ingin ikut program Keluarga Berencana (KB). Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat