Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Banyak perempuan yang baru melahirkan ingin memberi jarak waktu sebelum hamil lagi. WHO pun merekomendasikan memberi jeda antara kehamilan, demi menjaga kesehatan ibu dan buah hati mereka. Untuk itu, dibutuhkan metode kontrasepsi yang efektif. Memilih kontrasepsi untuk ibu menyusui sebenarnya mudah. Akan tetapi, karena kurangnya informasi mengenai jenis kontrasepsi yang tepat, terkadang orang jadi kebingungan. Untuk membantumu, ada 3 hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih kontrasepsi untuk ibu menyusui, yaitu: kapan menyusui tak bisa digunakan sebagai metode KB alami lagi, jenis kandungan hormon dalam alat kontrasepsi modern, dan pentingnya konsultasi kecocokan alat KB dengan kondisi kesehatan.

Baca Juga: Persiapan Menyusui Sejak Awal Kehamilan

  1. Kondisi-kondisi yang menyebabkan menyusui tidak bisa jadi metode KB alami lagi
    “Kalau sedang menyusui, nggak bisa hamil, kan? Buat apa pakai kontrasepsi?” Memang betul bahwa menyusui bisa jadi kontrasepsi alami. Metode ini disebut dengan lactational amenorrhea (LAM). LAM pada dasarnya adalah ketidak-suburan yang bersifat sementara karena tubuh sedang memprioritaskan pemberian ASI untuk bayi yang masih kecil. Ini seringkali dianggap sebagai ‘kontrasepsi alami’. Akan tetapi, ada tiga kondisi yang harus dipenuhi agar LAM bisa bekerja dengan efektif (Abraha, Teferra, et al., 2018):
    • Ibu harus menyusui bayi secara eksklusif. Artinya, si Kecil sepenuhnya menerima air susu ibu (ASI), tidak diselingi dengan pemberian susu formula.
    • Ibu belum mengalami menstruasi.
    • Si Kecil berusia <6 bulan.

    Bila salah satu dari ketiga kondisi tadi tidak terpenuhi, maka LAM tidak akan efektif. Akibatnya, bisa terjadi kehamilan. Nah, satu-satunya jalan mencegah kehamilan bila LAM tak berfungsi lagi adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi modern. Tak perlu khawatir, sebab sudah banyak alat kontrasepsi untuk ibu menyusui yang terjamin keamanannya.
    Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

  2. Kandungan hormon dalam alat kontrasepsi modern yang cocok untuk ibu menyusui
    Dari segi kandungannya, alat kontrasepsi hormonal terbagi menjadi dua jenis. Ada yang mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron, ada juga yang hanya mengandung hormon progesteron saja. Kontrasepsi untuk ibu menyusui biasanya hanya mengandung hormon progesteron saja, sehingga tidak mengganggu produksi serta kualitas ASI. Beberapa jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang populer di Indonesia antara lain Pil KB Andalan Laktasi, Suntikan KB 3 Bulan Andalan, serta Andalan Implan.
    Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

  3. Konsultasi kecocokan alat kontrasepsi dengan kondisi kesehatan pribadi
    Mengetahui kecocokan alat kontrasepsi dengan kondisi kesehatan pribadi juga tidak kalah penting. Misalnya, jika kamu sering mengalami migrain, maka pilihan terbaik adalah menggunakan IUD tembaga (Diagram Kriteria Kelayakan Medis dalam Penggunaan Kontrasepsi WHO, 2016). Agar tidak keliru dalam memilih jenis kontrasepsi, konsultasikan terlebih dahulu mengenai kondisi kesehatan pribadimu pada dokter.
    Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Baca Juga: Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Bolehkah Dilanjutkan Ketika Sudah Berhenti Menyusui?

Itulah tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih kontrasepsi untuk ibu menyusui. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya