Tiga Jenis Warna Keputihan dan Maknanya

Warna keputihan dan maknanya

Ada tiga jenis keputihan berdasarkan konsistensi dan warnanya. Perubahan dalam hal warna, jumlah, maupun bau dari keputihan mengindikasikan adanya masalah yang perlu dicermati.

Dalam beberapa kasus, para dokter sulit menegakkan diagnosis hanya berdasarkan keputihan saja. Gejala lainnya seperti rasa terbakar, gatal, atau iritasi sering kali memberikan petunjuk lebih spesifik tentang problem yang terjadi.

Baca Juga: Berhubungan Intim Bila Ada Keputihan Tanda Hamil, Bahaya Nggak Ya?

Yuk, kenali perbedaan jenis keputihan ditinjau dari segi warna dan penyebab. Berikut penjelasannya:

Putih

Sesuai definisinya, keputihan yang normal memang berwarna putih, termasuk ketika keputihan terjadi selama kehamilan maupun dalam siklus menstruasi yang normal. Selama tidak ada perubahan munculnya sensasi terbakar, rasa gatal, atau bau yang menyertai keputihan tersebut, kamu tak perlu khawatir, semuanya masih aman kok.

Namun dalam kondisi lain, keputihan yang terjadi sekalipun berwarna putih bisa jadi mengindikasikan terjadinya infeksi. Dalam hal ini jika keputihan berbentuk menggumpal, bukan lagi berbentuk cair. Gumpalan putih yang lebih mirip keju, inilah tanda terjadinya infeksi jamur.

Infeksi jamur ini menyebabkan vagina gatal dan panas seperti terbakar. Hal ini terjadi karena pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan.

Sementara itu keputihan tipis yang berbau amis dan menyengat, hal ini mengindikasikan adanya Bacterial Vaginosis. Kondisi ini sering dialami oleh wanita berusia 16-44 tahun. Gejala lainnya termasuk rasa terbakar saat berkemih hingga gatal pada vagina.

Kuning

Keputihan yang berwarna kuning kemungkinan mengindikasikan terjadinya infeksi. Lain halnya jika keputihan berwarna kuning pucat, tidak berlebihan jumlahnya maupun tidak menimbulkan bau yang menyengat, tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

Pada kondisi lainnya, keputihan berwarna kuning, berbau, dan jumlah yang berlebihan mengindikasikan adanya penyakit infeksi seksual menular.

Keputihan berwarna kuning disebabkan oleh bakteri Trikomoniasis, yang menyebabkan rasa gatal, nyeri sepanjang buang air kecil, dan bau tak sedap. Sementara itu Chlamydia tidak menimbulkan gejala apapun.

Jernih

Keputihan normal ditandai dengan warna yang putih jernih. Namun jumlahnya bisa sangat bervariasi sepanjang siklus menstruasi bulanan tiap individu. Misalnya di masa ovulasi keputihan akan lebih banyak dari biasanya, dengan tekstur yang lebih pekat seperti putih telur. Jika kamu mengalami keputihan seperti ini, itu tandanya baik-baik saja.

Baca Juga: Keputihan Tanda Hamil, Kenali Lebih Jauh Ciri-cirinya!

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya