Tiga Langkah yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menemukan Keputihan Tanda Hamil

Menemukan Keputihan Tanda Hamil

Sekitar 1-2 minggu setelah berhubungan intim, terkadang bisa muncul keputihan tanda hamil. Seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, pada umumnya volumenya akan bertambah banyak (Baksheev, Kuzmina & Mashir, 2019). Bila kamu memang sudah menunggu-nunggu kehamilan, munculnya keputihan seperti ini tentunya merupakan sinyal positif. Apa saja yang perlu dilakukan setelah menemukan keputihan tanda hamil? Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Kehamilan Kosong Itu Seperti Apa?

  • Membeli alat tes kehamilan
    Langkah pertama yang harus dilakukan setelah melihat keputihan tanda hamil adalah memastikan status kehamilan. Soalnya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan keputihan. Perlu dipastikan dulu apakah penyebab keputihan kali ini betul-betul karena hamil. Setelah sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma mulai menempel di dinding rahim, sel tersebut biasanya akan mengeluarkan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) yang kadarnya bisa meningkat secara drastis dan berlipat ganda setiap 2-3 hari sekali (Jensen & Stewart, 2015). Nah, dengan alat tes kehamilan, kamu bisa mendeteksi kadar hormon hCG ini di dalam urin perempuan. Inilah yang menjadi tolak ukur apakah seseorang hamil atau tidak. Alat tes kehamilan dijual secara bebas, sehingga kamu tidak memerlukan resep dokter untuk membelinya. Pilihlah alat tes kehamilan dengan sensitivitas yang tinggi. Andalan Pregnancy Test berbentuk strip memiliki tingkat kepekaan hingga 25ml hCG/ml urin dengan keakuratan mencapai 99%. Kamu bisa menemukan Andalan Pregnancy Test di sini.
  • Menjadwalkan kunjungan pemeriksaan ke dokter kandungan
    Setelah mengetahui status kehamilan, segera jadwalkan kunjungan pemeriksaan ke bidan atau dokter. Pada kunjungan pemeriksaan kehamilan yang pertama kalinya, kesehatanmu secara umum akan diperiksa. Bila ternyata ada kondisi kesehatan bawaan yang menyebabkan kehamilan jadi agak berisiko, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, infeksi, dan sejenisnya, dokter akan membantu mendiskusikan alternatif-alternatif penanganan yang ada agar kehamilan tetap bisa berlangsung dengan lancar (Regan, 2019), jadi usahakan untuk menyampaikan riwayat medismu secara jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jika perlu pemeriksaan lebih lanjut, kamu akan dirujuk pada dokter spesialis.
  • Mencari informasi lebih dalam seputar kehamilan yang sehat
    Langkah terakhir yang tak kalah pentingnya adalah mencari informasi yang lebih dalam mengenai manajemen kehamilan. Seperti apa pola makan yang cocok untuk ibu hamil? Olahraga yang bagaimana yang disarankan? Adakah kebutuhan-kebutuhan lainnya yang perlu diperhatikan? Berapa budget yang perlu disediakan hingga proses persalinan? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini perlu dieksplor lebih lanjut. Kamu bisa mencari jawaban melalui buku-buku panduan kehamilan, video, podcast, komunitas, dan situs-situs kesehatan reproduksi yang informatif. Simpan segala informasi dalam sebuah buku catatan, notes di HP, atau folder di dalam komputer, agar tak terlupa dan bisa diakses kembali kapanpun informasi tersebut dibutuhkan. Pastikan segala informasi juga bisa diakses oleh ‘support system’ milikmu, baik itu pasangan, keluarga yang tinggal serumah, maupun asisten rumah tangga yang akan terlibat membantu berbagai urusan.

Baca Juga: Inilah Tanda Kehamilan Bermasalah yang Wajib Ibu Kenali

Itulah tiga langkah yang sebaiknya dilakukan setelah menemukan keputihan tanda hamil. Dengan persiapan yang matang, mudah-mudahan kehamilan akan berlangsung mulus tanpa kendala. Selain itu, jika kamu ingin berkonsultasi lebih lanjut soal kehamilan, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya