Tiga Penyebab Menstruasi Tidak Teratur Setelah Melahirkan

menstruasi tidak teratur

Bagi perempuan, pengalaman melahirkan mengubah banyak hal. Salah satunya adalah siklus menstruasi. Sehabis persalinan, biasanya ada jeda waktu sebelum menstruasi muncul kembali. Setelah menstruasi muncul kembali pun, terkadang menstruasi tidak teratur. Yang tadinya bisa diprediksi, sekarang tak bisa ditebak kapan datangnya. Hal ini seringkali membuat banyak perempuan jadi merasa khawatir. Padahal, ini merupakan sesuatu yang normal dan bisa dipicu oleh berbagai macam faktor. Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Penyebab Menstruasi Terlambat Selain Hamil

  • Kondisi hormonal
    Pasca melahirkan, salah satu hormon yang banyak berperan dalam tubuh perempuan adalah hormon prolaktin. Kadar hormon prolaktin yang tinggi dibutuhkan untuk produksi ASI. Jadi, ibu bisa menyusui anaknya dengan lancar. Akan tetapi, tingginya kadar hormon prolaktin juga bisa mempengaruhi siklus menstruasi dan membuat menstruasi jadi jarang terjadi atau bahkan tidak terjadi sama sekali (Al-Chalabi, Bass, & Alsalman, 2018). Hal ini merupakan sesuatu yang lumrah dan tak perlu dikhawatirkan. Seiring dengan berjalannya waktu dan frekuensi menyusui anak pelan-pelan berkurang, siklus menstruasi biasanya akan membaik dengan sendirinya. Pada akhirnya, ingatlah bahwa tubuh butuh waktu untuk beradaptasi.

  • Pola tidur yang kurang ideal
    Menjadi orangtua baru memang penuh tantangan. Jika tadinya kamu bisa tidur 8 jam sehari, begitu bayi lahir, rasanya tidur 4-5 jam saja sulit sekali dicapai. Apalagi, bila si Kecil menangis sambil menjerit-jerit sekuat tenaga di pukul 3 pagi. Kurang tidur bisa membuat menstruasi tidak teratur (Lim, Kim, Lee, et al., 2018). Tubuh juga lebih rentan terhadap penyakit ketika kurang beristirahat. Akan tetapi, bukan berarti orangtua harus pasrah menerima nasib tanpa ada yang bisa dilakukan. Dibutuhkan strategi pembagian tanggung jawab yang baik di rumah terkait pengurusan anak dan manajemen rumah tangga, agar ibu tidak kewalahan dan bisa beristirahat. Idealnya, suami dan anggota keluarga lainnya turut berperan dan saling membantu. Bila hal ini tidak memungkinkan, kamu dan pasanganmu juga bisa mempertimbangkan menggunakan jasa babysitter.

  • Tingkat stres yang tinggi
    Perempuan yang baru memiliki anak seringkali harus memegang beberapa peran sekaligus. Selain menjadi seorang ibu, ia juga merupakan seorang istri yang punya berbagai tanggung jawab lain. Belum lagi jika ia juga sedang bekerja atau sedang menempuh pendidikan tinggi. Siapapun bisa menjadi lebih rentan terhadap stres ketika menghadapi situasi seperti ini. Faktanya, stres bisa membuat siklus menstruasi tidak teratur (Huhmann, 2020). Menjadwalkan waktu untuk diri sendiri alias ‘me-time’, mempraktekkan strategi relaksasi, dan menceritakan masalah yang dialami dengan pasangan atau orang-orang terdekat yang bisa dipercaya dapat membantu meringankan tekanan yang dialami para ibu. Bila beban yang dipikul sudah terlalu berat, kamu mungkin membutuhkan dukungan dari psikolog.

Baca Juga: Menstruasi yang tak Kunjung Terjadi

Di luar dari 3 penyebab di atas, ada banyak lagi hal yang bisa membuat menstruasi tidak teratur pasca melahirkan. Ada kalanya juga ketidakteraturan menstruasi dapat menandakan masalah kesehatan reproduksi. Kalau kamu khawatir, nggak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Ajaklah pasangan untuk ikut menemani. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya