Tips Memilih Kontrasepsi Suntik Berdasarkan Kebutuhanmu

kontrasepsi suntik

Ada beragam jenis kontrasepsi suntik di pasaran. Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih kontrasepsi suntik? Yuk simak tipsnya.

Kontrasepsi suntik adalah metode kontrasepsi yang paling banyak diminati di Indonesia. Sekitar 50% pengguna kontrasepsi ternyata menggunakan metode suntik. Metode suntik banyak dipilih karena praktis—tidak perlu minum pil setiap hari, cukup suntik tiap 1 sampai 3 bulan sekali. Juga tidak perlu tindakan khusus seperti pemasangan IUD atau operasi kecil untuk memasang implan. Di pasaran, ada beberapa jenis kontrasepsi suntik: 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan. apa ya yang harus dipertimbangkan ketika memilih kontrasepsi suntik?

Baca Juga: Pakai Kontrasepsi Tapi Kok Telat Haid? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Tidak usah bingung. Yang pasti, kamu harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisimu. Untuk itu, kamu perlu mengetahui dulu perbedaan tiap jenis kontrasepsi suntik. Berikut ini penjelasannya.

Kontrasepsi Suntik: 1, 2, 3 Bulan

Pada dasarnya, cara kerja kontrasepsi suntik 1, 2, dan 3 bulan sama. Yaitu mencegah terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium ke tuba falopi. Kontrasepsi suntik 1 dan 2 bulan mengandung kombinasi hormon estrogen dan progestin (progesteron sintetik). Sedangkan kontasepsi suntik 3 bulanan hanya mengandung progestin.

Berbeda dengan kontrasepsi implan (susuk) yang melepaskan hormon sedikit demi sedikit setiap hari, pada kontrasepsi suntik, hormon yang masuk ke tubuh langsung dalam jumlah besar. Progestin dalam jumlah tinggi akan langsung menghambat kenaikan hormon LH yang akan menginduksi proses ovulasi. Dengan LH ditekan, ovulasi pun bisa dicegah.

Memilih Kontrasepsi Suntik

Setelah kamu paham perbedaan antara kontrasepsi suntik 1, 2, dan 3 bulan, kamu kini bisa menimbang-nimbang mana yang cocok untukmu. Berikut ini hal yang perlu jadi pertimbanganmu saat memilih kontrasepsi suntik.

  1. Menyusui atau tidak menyusui?
    Seperti sudah dijelaskan, kontrasepsi suntik 1 dan 2 bulan mengandung estrogen dan progestin, sedangkan yang suntik 3 bulanan hanya mengandung progestin. Maka bila kamu masih menyusui, pilihannya adalah suntik 3 bulanan. Metode KB hormonal yang mengandugn estrogen tidak boleh digunakan saat menyusui, karena estrogen bisa mengganggu produksi ASI.

    Berdasarkan data RISKESDAS 2018, kontrasepsi suntik 3 bulan menjadi pilihan utama untuk KB pasca persalinan. Misalnya Andalan Suntikan KB 3 Bulan. Diskusikanlah dengan dokter atau bidan, kapan kamu bisa mendapat kontrasepsi suntik 3 bulan setelah melahirkan.

  2. Ingin menstruasi atau tidak?
    Kadar progestin tinggi dalam suntik 3 bulanan juga akan menekan estrogen dalam tubuh. Jadi selain mencegah ovulasi, juga akan mencegah terbentuknya lapisan endometrium pada dinding rahim, karena pertumbuhan endometrium dipengaruhi oleh estrogen. Ini bisa membuat kamu tidak haid. Pada suntik 1 dan 2 bulan, ada kandungan estrogen sehingga endometrium tetap terbentuk, meski tipis saja. Kamu akan tetap haid, tapi durasinya lebih pendek, dan darah haid lebih sedikit.

    Bila kamu tidak sedang menyusui, dan ingin tetap haid saat menggunakan metode suntik, kamu bisa memilih suntikan 1 atau 2 bulan. Misalnya Andalan Suntikan KB 1 Bulan, atau Gestin F2.

  3. Kepraktisan
    Ini tidak boleh luput dari pertimbanganmu. Kalau kamu malas sering bolak-balik ke klinik untuk suntik, dan tidak masalah kalau tidak haid, kamu bisa pilih yang suntikan 3 bulan. Nah kalau kamu tetap ingin haid tapi malas suntik sebulan sekali, kamu bisa memilih suntikan 2 bulanan. Inilah keistimewaan Gestin F2.
  4. Riwayat kesehatan
    Ini sangat penting untuk jadi pertimbanganmu. Bila kamu memiliki diabetes atau hipertensi yang belum terkontrol, gangguan pembekuan darah, atau ada riwayat kanker payudara dan kanker ovarium di keluarga, kamu tidak disarankan menggunakan injeksi kombinasi, karena kandungan estrogen bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan.

    Diskusikan juga dengn dokter atau bidan mengenai risiko efek samping dari suntikan progestin maupun kombinasi ya. Ini bisa menjadi pertimbanganmu dalma memilih, dan kamu pun lebih siap dengan efek samping yang mungkin muncul.

Baca Juga: Pertanyaan Wajib Soal Kontrasepsi Saat Konsul ke Dokter

Kamu juga bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya