Yang Kamu Wajib Tahu Tentang Sifilis

Wajib tahu tentang sifilis

Jika dideteksi dengan cepat, sifilis bisa disembuhkan!

Sifilis adalah salah satu jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini lebih jamak disebut sebagai raja singa dan penularannya melalui kontak seksual. Di tahap awal, sifilis sering kali tidak terdeteksi karena gejalanya berupa luka pada tanpa disertai rasa sakit di mulut, area kelamin, dan rektum.

Baca Juga: Skrining Infeksi Menular Seksual: Untuk Siapa dan Bagaimana Melakukannya?

Pada 2015, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan ada 60% kasus hubungan seksual sesama jenis oleh para laki-laki yang mengalami infeksi menular seksual ini. Tapi bukan berarti infeksi ini tidak dapat ditularkan kepada para wanita, karena penyebaran terjadi ketika ada hubungan seksual dan melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita. Bahkan infeksi menular seksual ini bisa ditularkan ibu ke janin saat kehamilan dan persalinan.

Ini mengapa penanganan dini menjadi sangat penting untuk memutus mata rantai penularan. Semakin cepat tertangani maka sipilis bisa disembuhkan dengan suntikan penisilin. Tapi tanpa penanganan infeksi menular seksual ini bisa merusak organ vital seperti jantung dan otak. Pada ibu hamil, infeksi ini bisa berbahaya bagi kesehatan janin, bahkan berisiko menyebabkan kematian.

Uniknya lagi tentang sifilis adalah saat terjadi infeksi awal, yaitu berupa luka tanpa rasa sakit, bakteri Treponema pallidum akan berada di tubuh penderita selama beberapa dekade sebelum aktif kembali. Artinya infeksi menular seksual ini berkembang secara bertahap dengan gejala yang sangat bervariasi. Berikut tahapannya:

Sifilis primer: Ini adalah gejala awal sifilis yang ditandai dengan luka kecil atau disebut chancre. Luka ini akan berkembang sekitar tiga minggu setelah terpapar dan biasanya tidak disadari karena tanpa rasa sakit. Apalagi lokasi charge biasanya ada di dalam vagina atau rektum. Chancre ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu tiga sampai enam minggu.

Sifilis sekunder: Setelah chancre sembuh dengan sendirinya, beberapa minggu kemudian penderita akan mengalami ruam pada salah satu bagian tubuh. Lama kelamaan ruam ini menutupi seluruh tubuh, malah sampai ke telapak tangan dan kaki. Sering kali ruam ini tanpa rasa gatal dan kemudian secara bersamaan muncul luka seperti kutil di mulut atau area alat kelamin. Pada tahap ini akan ada gejala penyertanya seperti rambut rontok, sakit tenggorokan, demam, nyeri otot, berat badan berkurang dan terasa pembengkakan di kelenjar getah bening. Gejala ini kemudian akan berulang kali datang dan pergi selama beberapa minggu, atau bahkan ada yang mengalaminya sampai setahun.

Sifilis laten: Apabila infeksi menular seksual ini tidak ditangani sejak gejala awal muncul maka status infeksi masuk dari stadium sekunder ke laten alias tersembunyi. Lagi-lagi alasannya karena tidak ada gejala yang signifikan dan ini bisa terjadi selama bertahun-tahun.

Sifilis tersier: Setelah tahap laten, sifilis kemudian berkembang menjadi tahap tersier alias stadium lanjut. Penelitian menyebutkan sekitar 15-30% orang yang terinfeksi sifilis dan tidak mendapatkan pengobatan dengan segera, memasuki tahap sifilis tersier dengan berbagai komplikasi mulai dari kerusakan saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, jantung, bahkan hingga otak. Kondisi ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Lalu bagaimanakah cara mencegahnya? Untuk mengetahui hal tersebut, kamu terlebih dahulu harus paham apa yang menjadi faktor risiko terjadinya sifilis. Seseorang berisiko mengalami sifilis jika sering bergonta-ganti pasangan ketika berhubungan seksual dan tidak melakukan hubungan seks yang aman yaitu dengan menggunakan kondom.

Maka dapat dipastikan cara terbaik untuk mencegah diri dari infeksi menular seksual sifilis adalah menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Tidak terkecuali saat melakukan seks oral, penggunaan kondom atau dental dam tetaplah penting untuk menerapkan hubungan seksual secara aman. Penting juga untuk diingat bahwa hubungan seksual yang aman juga berarti melakukan hubungan seksual hanya dengan satu orang. Dan sebagai langkah untuk deteksi dini, terlebih jika kamu sudah aktif secara seksual maka penting juga untuk melakukan deteksi dini penyakit menular seksual.

Baca Juga: Awas, Infeksi Menular Seksual Sifilis si Raja Singa Masih Mengintai

Kalau kamu ingin lebih detail lagi tentang cara pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual, yuk konsultasi langsung di HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Tenang segala informasi pribadi akan dijaga dengan baik, jadi jangan ragu untuk berkonsultasi ya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya