Alat Kontrasepsi Berduri Ini Cocok Banget untuk Dipakai dengan Love Instrument!

Bila dilakukan dengan benar, masturbasi bisa menjadi aktivitas yang sehat. Tak heran bila banyak orang memilih untuk melakukannya dengan berbagai tujuan, mulai dari menyalurkan hasrat seksual, merilekskan tubuh, hingga mengurangi tingkat stres (Burri & Carvalheira, 2019). Cara melakukannya pun bermacam-macam. Ada yang senang merangsang tubuh dengan tangan dan jemari sendiri, ada pula yang menyukai penggunaan ‘love instrument’ alias sex toys. Apapun cara favoritmu, pastikan bahwa tanganmu dan love instrument yang digunakan selalu berada dalam keadaan bersih dan steril. Salah satu triknya, kamu bisa melapisi love instrument dengan kondom. Bingung memilih jenis kondom yang bikin masturbasi dengan love instrument tambah aman namun tetap tak mengurangi sensasi? Kamu mungkin perlu mencoba alat kontrasepsi berduri yang satu ini…

Kondom Fiesta Max Dotted merupakan pilihan yang tepat untuk dipadukan bersama dengan love instrument. Alat kontrasepsi berduri lembut dari bahan lateks berkualitas ini tak hanya melindungi pemakainya dari risiko lecet, luka, serta infeksi, namun juga menambah sensasi ketika bintil-bintil alias ‘duri’ cintanya yang lembut dan berukuran besar bergesekan dengan organ intim. Oleh karena itu, Fiesta Max Dotted pun menjadi salah satu kondom paling digemari di Indonesia.

Cara menggunakannya pada love instrument pun mudah. Berikut langkah-langkahnya.

  • Cuci tangan terlebih dahulu hingga bersih dan steril sebelum menyentuh love instrument.
  • Pilihlah love instrument yang bisa digunakan bersama dengan kondom, misalnya dildo atau vibrator yang berbentuk memanjang
  • Cuci bersih love instrument dengan menggunakan air bersih dan sabun atau pembersih khusus bila ada.
  • Keringkan dengan menggunakan handuk microfiber, handuk bayi, atau handuk wajah yang berbahan halus agar benang-benang handuk tidak rontok dan menempel pada love instrument.
  • Buka kemasan kondom Fiesta Max Dotted dengan hati-hati.
  • Periksa arah gulungan kondom dengan ujung jari.
  • Setelah menemukan arah yang benar, tempatkan kondom di ujung bagian atas love instrument dan tarik gulungan ke bawah untuk membukanya.
  • Pastikan bahwa kondom sudah terpasang dengan benar.

Setelah kondom Fiesta Max Dotted terpasang pada love instrument, kamu pun bisa menggunakan love instrument milikmu dengan santai! Love instrument berlapis kondom Fiesta Max Dotted bisa dipakai untuk bermain sendiri ataupun berdua dengan pasangan. Kalau pasanganmu cukup terbuka dengan ide untuk menggunakan love instrument, kamu bisa memberikannya kontrol terhadap love instrument tersebut. Misalnya, pasangan bisa mengatur kecepatan getaran vibrator, gerakan maju-mundur pada dildo, dan sebagainya. Dengan tambahan stimulasi dari duri-duri kondom Fiesta Max Dotted, dijamin, sensasinya akan mengguncangkan duniamu!

Itulah rahasia alat kontrasepsi berduri yang cocok banget digunakan dengan love instrument. Selain itu, bila masih memiliki pertanyaan, kamu pun bisa berkonsultasi dengan menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Kondom Terbaik untuk Bikin Penis Tahan Lebih Lama, Ini Rahasianya!

Warna cat dinding. Tekstur bantal. Aroma pewangi pakaian pada seprai. Kamu sudah berusaha mengalihkan pikiran sejenak dari sensasi luar biasa yang sedang dirasakan dengan memikirkan hal-hal yang netral, namun sepertinya strategi ini akan gagal. Benar saja, beberapa detik setelahnya, ejakulasi pun menyembur dari penis yang seakan tak mau diajak bekerja sama. Padahal, pasanganmu sepertinya masih jauh dari klimaks. Tak perlu frustrasi dan merasa bersalah. Masih ada yang bisa kamu lakukan agar kejadian ini tak terulang lagi di sesi berikutnya. Inilah 4 kondom terbaik yang bisa kamu gunakan untuk membuat penis tahan lebih lama.

  • Kondom Sutra OK
    Ekonomis dan praktis, kondom Sutra OK merupakan salah satu pilihan jitu yang juga bisa memperlama permainan di atas kasur. Dengan kandungan pelumas khusus di dalam kondom berbahan lateks alami ini, penis bisa tahan lebih lama. Meskipun tipis, kekuatannya tak perlu dipertanyakan, sebab Kondom Sutra OK adalah kondom impor yang telah lulus uji elektronis dan sesuai dengan standar mutu internasional untuk menjamin perlindungan dan kenikmatan maksimal. Pengalaman bercinta pun jadi semakin mantap dan tak tertandingi.

  • Kondom Fiesta Delay
    Berbahan lateks alami dengan kualitas yang baik dan keamanan yang sudah teruji, kondom Fiesta Delay sangat digemari di kalangan pasutri muda dengan hasrat seksual yang menggebu-gebu. Berkandungan ‘climax delay lubricant’ alias pelumas yang bisa memperpanjang durasi olahraga ranjang, kondom terbaik ini dijamin bisa menambah ‘jam terbang’ berdua.

  • Kondom Supreme Performax
    Hadir dengan kemasan hitam pekat yang elegan, kondom Supreme Performax berbahan lateks terbaik ini menawarkan kemewahan yang dicari. Selain telah terbukti kualitas dan keamanannya, kondom Supreme Performax pun memiliki kandungan pelumas penunda ejakulasi, sehingga kontrol terhadap momen intim sepenuhnya dimiliki oleh pemakainya. Malam yang romantis berdua menjadi lebih spesial dan sakral.

Itulah 4 kondom terbaik yang bikin penis tahan lebih lama. Selain itu, bila masih memiliki pertanyaan, kamu pun bisa berkonsultasi dengan menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Dulu Susah Punya Anak, Setelah Dikaruniai Anak Tak Ingin Hamil Lagi. Masih Perlukah Pakai Metode KB?

Kamu dan pasanganmu sudah lama ingin punya buah hati. Pasutri lain sepertinya hamil dengan mudah, tapi perjalananmu dan pasanganmu menuju ke sana dipenuhi lika-liku. Mengubah pola makan, menambah porsi olahraga, serta berbagai konsultasi di klinik kesuburan sudah kamu lalui. Setelah agak lama berusaha keras, akhirnya yang ditunggu tiba juga. Si Kecil kini tidur nyaman di ranjang bayinya dan sudah berusia beberapa bulan. Kamu dan pasanganmu memutuskan bahwa kalian sudah bahagia dan tak ingin punya anak lagi. Pertanyaannya, berhubung dulu sempat susah sekali hamil, masih perlukah pakai metode KB?

Ketika membahas soal metode KB, mengetahui detail dari kondisi kesuburan diri sendiri dan merupakan sesuatu yang penting. Inilah mengapa tes kesuburan dan konsultasi sangat disarankan. Sulit hamil penyebabnya bisa bermacam-macam, namun belum tentu berarti ada kemandulan, baik dari sisi istri, suami, maupun keduanya.

Selama memang masih ada kemungkinan bisa hamil, sekecil apapun kemungkinannya, pasangan yang betul-betul tidak ingin punya anak sebaiknya tetap memilih metode KB yang sesuai. Tak ingin punya anak dalam waktu dekat? Ada kondom dan pil KB yang bisa digunakan. Untuk jangka waktu yang lebih panjang, kamu dan pasanganmu bisa menentukan dari sejumlah pilihan metode KB lainnya: suntikan KB, implan, serta IUD. Opsi yang permanen seperti tubektomi dan vasektomi pun tersedia. Kamu dan pasanganmu tinggal mendiskusikan keinginan dan kebutuhan masing-masing.

Tak bisakah pakai metode KB tradisional seperti senggama terputus alias ‘keluar di luar’ saja? Bisa, namun risiko gagalnya lebih besar bila dibandingkan dengan metode KB modern yang efektivitasnya amat tinggi. Pasalnya, meskipun cairan mani sudah dikeluarkan di luar vagina, ada cairan bening ‘pra-ejakulasi’ yang sering keluar sejak penis pertama tegang hingga sebelum klimaks dan cairan ini terkadang mengandung sperma. Faktanya, 20% pasangan yang menggunakan metode KB ‘keluar di luar’ ujung-ujungnya hamil juga setelah kurang lebih setahun memakai metode kontrasepsi tersebut (Perez, 2019). Selain itu, tak semua orang mampu mengontrol waktu ejakulasi, sehingga terkadang meskipun sudah diniatkan keluar di luar, akhirnya malah tetap keluar di dalam juga (Westheimer & Lehu, 2019).

Lain halnya bila dalam pemeriksaan medis lanjutan di klinik kesuburan setelah kamu dan pasanganmu punya momongan, ternyata dokter menyampaikan bahwa salah satu dari kalian tak bisa punya anak lagi. Mungkin dulu masalah kesuburannya belum terlalu serius, namun kemudian jadi semakin kompleks, sehingga kini terjadi kemandulan. Bila memang begini kasusnya, tak perlu menggunakan metode KB lagi untuk mencegah kehamilan. Konsultasikan saja pada dokter mengenai langkah selanjutnya yang perlu diambil. Apakah kemandulan yang terjadi disebabkan oleh sesuatu yang juga bisa memengaruhi kesehatan secara umum? Jika iya, tetap lakukan pengobatan, agar kamu bisa tetap memiliki tubuh yang sehat. Jika tidak, berarti tidak ada masalah apa-apa. Kamu dan pasanganmu bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Jadi, persoalan apakah butuh metode KB atau tidak bila dulu sempat sulit hamil, pada akhirnya kembali lagi pada kondisi kesuburan masing-masing berdasarkan pemeriksaan medis dan konsultasi, sebab kondisi tiap orang berbeda-beda. Masih bingung? Kamu boleh menyalurkan pertanyaan ke Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Belum Dikaruniai Keturunan? Ini Cara Menghitung Masa Subur untuk Berhubungan Intim di Momen yang Tepat

Sudah lama mencoba, namun tak berhasil juga. Sebagai pejuang garis dua, rasa frustasi yang muncul sangat luar biasa. Waduh, jangan pasrah dulu! Belum tentu ada masalah kesuburan. Mungkin, kamu berhubungan seks di waktu yang salah. Berikut ini beberapa cara menghitung masa subur untuk berhubungan intim di momen yang tepat.

  • Metode kalender
    Salah satu cara menghitung masa subur yang paling banyak digunakan orang adalah dengan menggunakan metode kalender (Jensen & Stewart, 2015). Kamu boleh menggunakan kalender biasa maupun aplikasi pelacak menstruasi di smartphone. Caranya begini.

    1. Dengan kalender, tandai hari pertama kamu mulai menstruasi selama beberapa bulan. Misalnya: 13 Maret, 8 April, 3 Mei.
    2. Kemudian, cari tahu panjang siklus menstruasimu, sebab tiap orang punya panjang siklus yang berbeda. Hitung jarak antara hari pertama menstruasimu di beberapa bulan tersebut. Misalnya, bila menggunakan contoh yang tadi, siklusmu terjadi setiap 26 hari sekali.
    3. Hitung maju dari hari pertama menstruasi di bulan ini + panjang siklusmu untuk menemukan tanggal prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan. Misalnya, 3 Mei + 26 hari, maka kamu akan menstruasi lagi di tanggal 28 Mei.
    4. Masa subur perempuan adalah saat ovulasi, yaitu ketika indung telur melepas sel telur. Ini terjadi secara konstan setiap 14 hari sebelum hari pertama menstruasi, berapapun panjang siklusmu. Hitung mundur 14 hari dari tanggal prediksi menstruasi pertama di bulan depan, 28 Mei – 14 hari = 15 Mei.
    5. Jadwalkan hubungan intim di sekitar tanggal 15 Mei. Perbanyak juga berhubungan intim beberapa hari sebelum dan sehari sesudahnya.

  • Mengukur suhu basal tubuh
    Suhu basal tubuh adalah suhu terendah tubuh ketika dalam keadaan sedang beristirahat. Sesudah ovulasi, suhu basal tubuh biasanya agak meningkat sekitar 0,4 derajat (Beckett, Golara, Khan, et al., 2012). Untuk mengukur suhu basal tubuh, begini caranya:

    1. Gunakan termometer setiap baru bangun tidur di pagi hari pada jam yang sama.
    2. Catat suhu tubuh harian.
    3. Setelah beberapa bulan, kamu akan menemukan sebuah pola. Misalnya, ternyata dari catatanmu terlihat bahwa setiap 35 hari sekali (panjang siklus menstruasimu), suhu basal tubuh naik selama 1-2 hari.
    4. Pada bulan berikutnya, upayakan untuk berhubungan intim selama 1-2 hari sebelum suhu basal tubuh diperkirakan akan naik. Misalnya, jika berdasarkan perkiraanmu suhu basal tubuh akan naik pada tanggal 28 Juni, maka momen paling ideal untuk berhubungan seks adalah di tanggal 26-27 Juni.


  • Alat tes ovulasi
    Butuh cara menghitung masa subur yang lebih mudah? Kamu bisa memakai alat tes ovulasi. Alat ini akan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin perempuan, sebab kadar LH biasanya meningkat menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Pilihlah Andalan Ovulation Kit dengan tingkat keakuratan hingga 99,9%. Pemakaiannya mudah sekali.

    1. Teteskan urin ke dalam lubang sampel dengan pipet yang disediakan.
    2. Tunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul.
    3. Baca hasil. Jika ada dua garis merah muda yang mirip atau salah satunya lebih gelap, maka kemungkinan besar kamu akan ovulasi 24-48 jam lagi. Lakukan hubungan intim setelah 24 jam namun sebelum 48 jam. Bila ternyata hasilnya hanya satu garis pink saja, berarti tubuh sedang tidak di masa subur.

Itulah 3 cara menghitung masa subur untuk berhubungan intim di momen yang tepat bagi kamu yang belum dikaruniai keturunan. Punya pertanyaan? Kamu bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Apakah Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui Aman bagi Bayi?

Mengatur jarak kelahiran antara anak pertama dengan anak berikutnya merupakan sesuatu yang sangat penting. Soalnya, jarak kelahiran yang terlalu dekat berisiko menyebabkan hambatan perkembangan serta kematian bayi (Molitoris, Barclay & Kolk, 2019; Dhingra & Pingali, 2021). Selain itu, perencanaan kehamilan yang matang juga akan memungkinkan orangtua untuk berinvestasi lebih besar pada tiap-tiap anak (WHO, 2018). Oleh karena itu, ibu yang memiliki bayi disarankan untuk menggunakan kontrasepsi untuk ibu menyusui agar bisa menunda kehamilan berikutnya hingga jarak yang ideal.

    Kontrasepsi untuk ibu menyusui ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut:

  • Kondom
  • Pil KB Laktasi
  • Suntikan KB 3 Bulanan
  • KB Implan
  • IUD Tembaga

Walaupun berbeda-beda, terdapat satu persamaan umum. Kontrasepsi untuk ibu menyusui biasanya tidak mengandung hormon estrogen. Sebagian hanya mengandung hormon progesteron saja, misalnya pil KB laktasi, suntikan KB 3 bulanan, dan KB implan. Sementara itu, sebagian lagi tidak mengandung hormon sama sekali, seperti kondom dan IUD tembaga.

Di kalangan awam, hal yang sering dikhawatirkan dari kontrasepsi untuk ibu menyusui adalah kandungan hormonnya. Padahal, sebenarnya hormon progesteron dalam pil KB, suntikan KB, dan KB implan sudah terbukti aman. Berdasarkan hasil penelitian, ibu yang menggunakan kontrasepsi dengan kandungan hormon progesteron saja bayinya tetap tumbuh dengan normal, tanpa gangguan kesehatan maupun hambatan apapun dari segi perkembangannya (Phillips, Tepper, Kapp, et al., 2016).

    Ingin mencoba kontrasepsi untuk ibu menyusui? Kamu dan pasanganmu bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan mengenai sejumlah pilihan dibawah ini:

  • Pil KB Andalan Laktasi
    Dikenal sebagai sahabat untuk ibu menyusui, kontrasepsi yang satu ini mengandung 0,5 mg Linestrol (hormon progesteron) di dalam setiap tabletnya. Cara menggunakannya sangat sederhana. Pil tinggal diminum sebutir tiap hari pada jam yang sama. Selain memiliki efektivitas yang tinggi, pil KB Andalan Laktasi juga aman bagi ibu menyusui, aman bagi bayi, dan tidak akan mengganggu produksi serta kualitas ASI.
  • Suntikan KB 3 Bulanan Andalan
    Bagi yang pelupa dan kurang yakin bisa konsisten minum pil setiap hari, suntikan KB 3 bulanan Andalan bisa menjadi alternatif yang baik. Dengan kandungan 150 mg Medroxyprogesterone Acetate (hormon progesteron), tiap suntikan bisa memberi perlindungan dari risiko kehamilan selama 3 bulan. Efektivitasnya tak perlu dipertanyakan lagi. Suntikan KB ini juga aman bagi ibu menyusui dan bayinya.
  • Andalan Implan
    “Saya ingin si Kecil mandiri dulu sebelum dia punya adik, apa bisa?” Tentunya bisa. Jika kamu ingin menunda kehamilan hingga anak bisa makan dan berpakaian sendiri di usia 4 tahun, misalnya, maka implan KB merupakan pilihan yang tepat. Andalan Implan mencegah kehamilan dengan masa perlindungan 4 tahun. Implan ini terdiri dari 2 batang mungil seukuran korek api yang dimasukkan oleh dokter atau bidan ke bawah permukaan kulit di lengan bagian atas. Pemasangannya singkat, praktis, dan tidak membutuhkan operasi. Tiap batang implan mengandung 75 mg Levonorgestrel (hormon progesteron) yang bisa mencegah kehamilan tanpa memengaruhi produksi dan kualitas ASI, serta bebas dari risiko bahaya apapun bagi si Kecil.

Pada akhirnya, kamu dan pasanganmu tak perlu khawatir soal kandungan hormon dalam kontrasepsi untuk ibu menyusui, sebab hormon progesteron telah terbukti aman bagi bayi. Meskipun begitu, bila memang menginginkan alternatif kontrasepsi non-hormonal, bisa juga menggunakan kondom atau IUD tembaga. Hal yang paling penting adalah memilih kontrasepsi yang memang paling sesuai dengan kebutuhan. Masih memiliki pertanyaan? Kamu bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Lima Tips Menghadapi Keputihan Tanda Hamil Agar Tak Perlu Merasa Risih

Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan perempuan terkait kesehatan reproduksi adalah keputihan. Padahal, tidak selamanya keputihan merupakan suatu masalah. Sebagai contoh, keputihan tanda hamil bisa muncul sekitar 1-2 minggu setelah berhubungan intim. Seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, volumenya akan bertambah banyak (Baksheev, Kuzmina & Mashir, 2019). Keputihan tanda hamil merupakan sesuatu yang normal dan semestinya tidak mengganggu, sebab kemunculannya biasanya tidak disertai rasa gatal, nyeri, maupun bau tidak sedap. Meskipun begitu, bila memang kamu tetap merasa risih karena keputihan tanda hamil ini, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan ketika menghadapinya.

  • Lebih sering mengganti pakaian dalam
    Gunakan pakaian dalam berbahan katun dengan sirkulasi udara yang baik bagi vagina. Bila memang volume keputihan sedang banyak, upayakan untuk lebih sering mengganti pakaian dalam. Kalau kamu masih sering bepergian ke luar rumah, bawalah pakaian dalam cadangan serta pouch yang bersih untuk menyimpan pakaian dalam bekas pakai. Setibanya di rumah, pastikan bahwa pakaian dalam bekas pakai segera dicuci dan tidak ditumpuk-tumpuk terlebih dahulu.

  • Pastikan bahwa area selangkangan selalu kering sehabis mandi
    Bagian vulva dan vagina yang lembab bisa jadi sarang bakteri dan jamur, sehingga dapat membuat keputihan tanda hamil yang tadinya normal menjadi keputihan yang berbahaya. Oleh karena itu, keringkanlah area selangkangan dengan benar sehabis mandi. Jangan terburu-buru menggunakan pakaian dalam bila kulit belum sepenuhnya kering.

  • Banyak mengonsumsi yogurt
    Dalam keputihan yang sehat, proporsi bakteri baik harus jauh lebih banyak daripada bakteri buruk. Untuk menjaga agar populasi bakteri baik tetap banyak, konsumsilah yogurt secara teratur. Soalnya, yogurt mengandung bakteri baik lactobacillus yang dibutuhkan untuk kesehatan reproduksi (Fares, El-Kader, et al., 2017).


  • Cermat dalam memilih produk pembersih
    Tidak semua produk sabun dan pembersih bersifat ramah terhadap organ seksual dan reproduksi perempuan. Oleh karena itu, bila memang ingin menggunakan produk pembersih, gunakanlah pembersih khusus dengan kadar pH yang sesuai, tidak mengandung alkohol, serta tidak mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Kamu bisa menggunakan Andalan Feminine Care Intimate Wash dengan pH 3,5 yang sudah terjamin keamanannya.
  • Konsultasi ke dokter bila ada perubahan pada keputihan
    Kalau tiba-tiba keputihan berubah tekstur, warna, volume, dan baunya, serta terdapat keluhan-keluhan yang menyertainya, segera konsultasikan dengan dokter. Khususnya, bila keputihan yang muncul disertai dengan rasa gatal, perih, bau busuk, atau warna yang aneh. Soalnya, bisa jadi ada infeksi menular seksual (IMS) atau masalah kesehatan reproduksi lainnya. Jangan merasa sungkan atau malu untuk memeriksakan diri ke dokter, sebab semakin cepat ditangani akan semakin baik. Kalau perlu, mintalah pasangan untuk ikut menemani ke dokter.

Itulah lima tips menghadapi keputihan tanda hamil agar tak perlu merasa risih. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Lima Varian Kondom yang Enak untuk Dipakai di Malam Pertama

Malam pertama memang merupakan momen yang sangat spesial. Setelah resepsi yang melelahkan, tak ada yang bisa mengalahkan sensasi masuk ke kamar pengantin dan melihat tempat tidur yang sudah ditata sedemikian rupa dengan kelopak mawar merah yang romantis. Kamu dan pasanganmu masih berbalurkan setelan jas dan gaun pernikahan yang mewah. Kurang apa lagi? Berikut 5 varian kondom yang enak untuk dipakai di malam pertama!

  • Kondom Fiesta Ultra Safe
    Bila kamu dan pasanganmu sama-sama belum memiliki pengalaman sebelumnya, kondom Fiesta Ultra Safe dapat menjadi alternatif pilihan yang baik. Perasaan tegang dan deg-degan bisa mengurangi cairan pelumas alami yang keluar dari penis dan vagina, sehingga hubungan seks mungkin terasa agak menyakitkan. Untuk mencegahnya, Fiesta Ultra Safe hadir dengan kadar pelumas yang lebih banyak daripada kondom lainnya, sehingga momen berhubungan intim akan terasa lebih aman dan nyaman, bebas dari lecet serta luka-luka!

  • Kondom Supreme Performax
    Khawatir istri akan punya ekspektasi yang tinggi? Takut penis mendadak klimaks, padahal baru masuk? Don’t worry! Kondom Supreme Performax bisa menjadi solusinya. Di dalam kondom ini, terdapat climax delay lubricant, yaitu pelumas yang bisa membuat penis tahan lebih lama. Performa seksual akan jadi lebih maksimal. Suami pun punya lebih banyak waktu untuk membantu istri mencapai orgasme. Kamu bisa mendapatkannya di Sutra, Fiesta, Andalan Official Shop di Shopee dan Tokopedia.

  • Kondom Sutra Plus
    Tak hanya suami, istri pun mungkin ingin tampil maksimal juga. Kondom Sutra Plus mengandung ramuan Manjakani yang dapat mengencangkan, membersihkan, dan menjaga vagina. Khasiat manjakani tak perlu dipertanyakan lagi, ekstrak dari tanaman ini terbukti bisa mengencangkan dan membasahkan vagina, sehingga meningkatkan kepuasan seksual dan orgasme (Lorzadeh, Sepavand, et al., 2016). Segala manfaat ini bisa diperoleh dengan mudah hanya dengan menggunakan kondom, luar biasa, kan? Tekstur kondom Sutra Plus yang tipis namun tetap kuat juga membuat hubungan seks dengan kondom ini tetap terasa alami. Suami pun akan terbuai hingga ke langit ketujuh.

  • Kondom Andalan
    Berbeda dengan laki-laki, perempuan kadang membutuhkan stimulasi ekstra untuk bisa mencapai klimaks. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan kondom yang bertekstur, sehingga vagina bisa merasakan elemen gesekan tambahan yang lembut namun merangsang. Kondom Andalan hadir dengan tekstur yang berkontur, berbintik, dan berulir, segalanya dalam satu kemasan. Jangan kaget bila pasangan malah jadi ketagihan.

  • Kondom Fiesta Strawberry
    Ingin memberikan ‘pelayanan’ spesial buat pasangan saat foreplay, tapi mudah eneg bila melakukan seks oral? Ada jalan keluarnya, kok. Tak perlu takut momen sakralmu rusak karena mual mendadak. Aroma manis kondom Fiesta Strawberry bisa membantu menyamarkan bau alami dari organ intim. Suasana malam pertama pun akan jadi penuh gairah dengan aroma buah afrodisiak dari kondom yang enak ini.

Itulah lima varian kondom yang enak untuk digunakan di malam pertama. Selain itu pun, masih banyak varian kondom lainnya yang bisa dieksplor bersama dengan pasangan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kontrasepsi dan berbagai pilihan yang tersedia, kamu bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Ini 5 Tips Mudah untuk Meningkatkan Faktor Kesuburan Laki-laki

Pengalaman hidup, pengetahuan yang memadai, penghasilan yang stabil, dan kesiapan untuk berkomitmen saja tak cukup untuk jadi modal berkeluarga. Selain keempat hal tersebut, laki-laki juga memerlukan kesiapan fisik sebelum bisa menjadi seorang ayah. Di samping stamina, hal lain yang tak kalah penting adalah kesuburan. Berikut lima tips mudah yang bisa diterapkan untuk meningkatkan faktor kesuburan laki-laki.

  • Berolahraga
    Menurut penelitian, berolahraga secara rutin bisa meningkatkan kadar hormon testosteron. Efektivitasnya bahkan lebih tinggi daripada sekadar diet membatasi asupan makanan (Kumagai, Zempo-Miyaki, et al., 2016). Meskipun begitu, olahraga sebaiknya dilakukan sewajarnya saja, sebab bila berlebihan, kadar testosteron dalam tubuh justru bisa menurun dan berdampak buruk terhadap faktor kesuburan laki-laki.

  • Tidur selama 7 hingga 7,5 jam per hari
    Kekurangan dan kelebihan jam tidur dapat menyebabkan banyak masalah bagi kesehatan, termasuk bagi faktor kesuburan laki-laki. Faktanya, laki-laki yang jumlah rata-rata jam tidurnya <6 jam/hari atau justru terlalu banyak tidur >9 jam/hari memiliki volume cairan semen dan jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang proporsi tidurnya ideal, yaitu sekitar 7-7,5 jam/hari (Chen, Yang, Zhou, et al., 2016).

  • Menghindari panas di area penis, testikel, dan sekitarnya
    Ada alasan penting mengapa testikel menyembul keluar dari rongga tubuh, yaitu agar bisa meregulasi suhu dengan lebih baik. Bila testikel ada di dalam tubuh, tentunya suhunya akan lebih panas. Pembentukan sperma membutuhkan suhu yang ideal, tak boleh terlalu tinggi. Berlama-lama duduk, memangku laptop, memakai pakaian dalam ketat, sauna, atau berendam air hangat bisa berdampak buruk bagi kualitas sperma (Leisegang & Dutta, 2021). Maka, pastikan bahwa area selangkangan bebas dari panas yang berlebih serta selalu memiliki sirkulasi udara yang baik.

  • Mengonsumsi sildenafil sitrat
    Salah satu masalah kesuburan yang cukup umum adalah disfungsi ereksi, yaitu kesulitan mencapai penis yang tegang serta mempertahankannya cukup lama untuk mendapatkan kepuasan seksual (Spitz, 2018). Disfungsi ereksi terjadi karena enzim PDE5 yang terlalu aktif. Enzim ini seharusnya ada untuk mencegah penis ereksi terus-terusan, namun ketika terlalu aktif, penis bisa jadi ‘loyo’ dan ereksi pun gagal total. Nah, untuk mengatasinya, bisa dengan mengonsumsi obat disfungsi ereksi yang berkandungan sildenafil sitrat. Selain bisa mengatasi disfungsi ereksi, penelitian menemukan bahwa mengonsumsi sildenafil sitrat juga bisa meningkatkan kualitas sperma (Scherzer, Le & Hellstrom, 2019). Salah satu sildenafil sitrat yang beredar saat ini adalah TOPGRA, inovasi terbaru dari DKT Indonesia yang dapat memberikan Top Great Reaction bagi para pria.

  • Mengurangi stres
    Orang seringkali menyepelekan peran kesehatan mental dalam menjaga vitalitas tubuh secara umum. Padahal, kesehatan mental memegang peranan yang signifikan. Kenyataannya, gangguan cemas dan depresi pun bisa berdampak negatif terhadap faktor kesuburan laki-laki, tepatnya kualitas sperma (Singh, Koner, Ray, et al., 2016). Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu senantiasa memiliki support system yang baik dan aktivitas-aktivitas positif untuk menyalurkan emosi ketika menghadapi masalah yang pelik. Bila memang ada masalah yang tergolong serius, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater.

Itulah beberapa faktor yang bisa membuat menstruasi tidak teratur di bulan puasa. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di bulan Ramadan, tubuh pun menyesuaikan diri. Akan tetapi, hal ini tak perlu dicemaskan. Seiring dengan rutinitas yang kembali normal sesudah bulan Ramadan nanti, pola menstruasi pun seharusnya akan kembali seperti semula. Meskipun begitu, bila memang kamu khawatir, tak ada salahnya juga berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

Menstruasi tidak teratur di bulan puasa? Sekitar 30% perempuan mengalami hal yang sama (Yavangi, Amirzargar, et al., 2013). Seringkali, ketidak-teraturan menstruasi menjadi sumber kekhawatiran bagi perempuan, sebab menstruasi kerap dijadikan sebagai tolak ukur kesehatan reproduksi dan kesuburan. Walaupun begitu, menstruasi tidak teratur di bulan Ramadan merupakan sesuatu yang normal. Berikut beberapa alasannya:

  • Pola makan berubah
    Dengan pola makan yang berubah, siklus menstruasi bisa ikut terpengaruh (Akhila, Shaik & Kumar, 2020). Saat puasa, frekuensi, waktu, dan porsi makan tentunya tak sama seperti biasa. Jenis makanan yang dikonsumsi juga bisa berbeda, dengan banyaknya pilihan takjil manis dan gorengan yang tersedia ketika berbuka. Tak mengherankan bila banyak orang mengalami perubahan berat badan secara drastis hingga berdampak pada siklus menstruasi. Jadi, tak perlu kaget bila tahu-tahu menstruasi tidak teratur.
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

  • Jam tidur berubah
    Di bulan suci Ramadan, banyak perempuan yang bangun dini hari pukul 2-3 pagi untuk mempersiapkan sahur serta tidur larut malam setelah beribadah malam. Hal ini tentunya bisa berpengaruh terhadap jam tidur. Bila jam tidur kurang dan tak sempat tidur siang, menstruasi bisa jadi tidak teratur. Soalnya, keteraturan menstruasi juga bergantung pada jam tidur yang cukup (Lim, Kim, Lee, et al., 2018).
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

  • Aktivitas sehari-hari berubah
    Tak hanya pola makan dan jam tidur, aktivitas sehari-hari yang berubah di bulan Ramadan bisa memengaruhi siklus menstruasi (Ikhsan, Siregar & Muharam, 2017). Misalnya, bila tadinya rajin berolahraga, tahu-tahu malah jadi kurang aktif karena berpuasa. Sebaliknya juga berlaku bila tadinya aktivitas sehari-hari tak begitu banyak, namun di bulan puasa jadi sangat sibuk, entah karena persiapan sahur dan buka puasa, kegiatan amal dan acara keagamaan, serta padatnya persiapan menyambut lebaran Idul Fitri.
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

  • Tingkat stres berubah
    Bulan puasa dan lebaran Idul Fitri idealnya menjadi momen baik yang ditunggu-tunggu. Akan tetapi, segala persiapannya juga bisa menguras tenaga, waktu, dan biaya, sehingga memicu stres. Bertemu dengan keluarga besar pun bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi bila harus berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan klasik yang dari beberapa anggota keluarga yang mungkin agak kurang sensitif.
    “Kapan nikah?”
    “Kok belum hamil juga?”
    “Kapan nambah anak kedua?”
    “Habis puasa kok tambah gemuk, ya?”
    Faktanya, stres pun bisa membuat menstruasi tidak teratur (Lim, Kim, Lee, et al., 2018). Dibutuhkan strategi khusus untuk tetap tenang dan mempertahankan kesehatan mental.
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

Itulah beberapa faktor yang bisa membuat menstruasi tidak teratur di bulan puasa. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di bulan Ramadan, tubuh pun menyesuaikan diri. Akan tetapi, hal ini tak perlu dicemaskan. Seiring dengan rutinitas yang kembali normal sesudah bulan Ramadan nanti, pola menstruasi pun seharusnya akan kembali seperti semula. Meskipun begitu, bila memang kamu khawatir, tak ada salahnya juga berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

Kondom bocor akibat salah pakai. Pil KB lupa diminum. Jadwal suntik KB terlewat. Niatnya tak ingin bermesraan di masa subur, namun apa daya ternyata ‘khilaf’. Apapun cerita yang melatar-belakanginya, kamu dan pasanganmu terlanjur berhubungan seks tanpa pengaman. Padahal, kalian sama-sama belum siap untuk menghadapi kehamilan. Kemudian kalian berhasil mengambil langkah yang tepat, yaitu mencari kontrasepsi darurat sesegera mungkin, entah itu IUD tembaga atau pil kontrasepsi darurat. Lalu, sekarang gimana?

  • Tetap tenang
    Kamu sudah melakukan segala yang bisa kamu lakukan, sehingga usahakan untuk tetap tenang. Asal digunakan sesegera mungkin setelah hubungan seks tanpa pengaman, kontrasepsi darurat akan bekerja dengan efektif. Berdasarkan 18 buah penelitian di 5 negara dengan total 8550 kasus pemasangan IUD tembaga sebagai metode kontrasepsi darurat, hanya 8 kasus yang berujung pada kehamilan. Artinya, efektivitas IUD tembaga dalam mencegah kehamilan lebih dari 99%, dengan tingkat kegagalan hanya 0,093%. Pil kontrasepsi darurat juga memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dengan tingkat kegagalan di bawah 3% ketika dikonsumsi selambat-lambatnya <120 jam atau lima hari setelah hubungan seks tanpa pengaman (Festin, Peregoudov, Seuc, et al., 2017). Jadi, tak perlu panik.
    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

  • Diskusi strategi pencegahan kehamilan yang lebih efektif untuk ke depannya
    Kamu dan pasanganmu seharusnya nggak akan membutuhkan kontrasepsi darurat bila memang metode pencegahan kehamilan yang digunakan saat ini sudah efektif. Oleh karena itu, ada baiknya mengevaluasi letak kesalahan strategi pencegahan kehamilan yang sudah diterapkan. Misalnya, bila kondom lepas atau bocor tiba-tiba, mungkin ada kesalahan penyimpanan. Apakah kamu menyimpan kondom di dekat benda tajam, di dalam mobil yang panas, atau di tempat yang terpapar cahaya matahari? Sudah benarkah teknik pemakaian kondomnya? Hindari memakai kondom terlalu dini sebelum penis mengeras atau terlalu lama mencopot kondom setelah ejakulasi hingga sperma merembes. Kalau jadwal minum pil KB atau suntik KB sering kelewatan, mungkin kamu perlu memasang alarm pengingat di HP atau meminta bantuan pasangan untuk mengingatkan. Khilaf berhubungan seks di tanggal subur? Mungkin sudah saatnya beralih ke metode kontrasepsi modern.
    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

  • Beli testpack 1-2 minggu setelahnya
    Meski tingkat kesuksesan kontrasepsi darurat sangat tinggi, tetap nggak ada salahnya membeli alat tes kehamilan sekitar 1-2 minggu setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman, untuk sekadar berjaga-jaga saja bila memang terjadi kehamilan. Apalagi, jika kamu atau pasanganmu baru menggunakan kontrasepsi darurat setelah jangka waktu yang direkomendasikan, sebab bila dipakai >120 jam setelah berhubungan seks, kemungkinan kontrasepsi tersebut gagal akan lebih tinggi.
    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

    Gunakan Andalan Pregnancy Test Midstream, alat tes kehamilan pribadi dengan sensitivitas yang tinggi dan tingkat akurasi 99,9%. Bila ternyata tidak hamil, kamu dan pasanganmu bisa bernapas dengan lega. Kalau memang hamil, tetap diskusikan dengan kepala dingin langkah apa yang akan diambil selanjutnya dengan pasangan, misalnya mencari bantuan finansial, keluarga yang bisa mengasuh, babysitter, dan sebagainya. Tak perlu putus asa, sebab selalu ada jalan keluar.

    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

Itulah 3 hal yang perlu dilakukan setelah memakai kontrasepsi darurat. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.