Hindari Tiga Kesalahan Ini Ketika Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Alat Tes Ovulasi

Cara menghitung masa subur ada banyak macamnya. Pertama, bisa dengan menghitung mundur 14 hari dari prediksi jadwal menstruasi (Griffey, 2010). Kedua, dengan menggunakan termometer untuk menghitung suhu basal tubuh setiap hari (Dweck &Westen, 2017). Ketiga, dengan memerhatikan tekstur cairan lendir rahim secara rutin (Hill, 2019). Bagi kamu yang ingin lebih praktis, ada juga alat tes ovulasi seperti Andalan Ovulation Kit dengan akurasi 99,9% yang dijual secara bebas serta bisa didapatkan dengan mudah.

Hindari Tiga Kesalahan Ini Ketika Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Alat Tes Ovulasi

Alat tes ovulasi bekerja dengan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin. Pada umumnya, kadar hormon LH di dalam tubuh perempuan akan meningkat menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Nah, ovulasi alias pelepasan sel telur dari indungnya merupakan masa subur yang paling ideal untuk berhubungan seks apabila kamu dan pasanganmu sedang merencanakan kehamilan. Pemakaian alat tes ovulasi mudah sekali, tinggal meneteskan urin ke dalam lubang sampel dan menunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul. Meskipun begitu, ada 3 kesalahan umum yang perlu dihindari ketika kamu memakai cara menghitung masa subur dengan menggunakan alat ini.

  • Tetesan urin tidak mengenai lubang sampel
    Agar alat tes bisa mendeteksi masa subur dengan efektif, tetesan urin harus betul-betul mengenai lubang sampel. Nggak perlu ribet membayangkan posisi buang air kecil yang ideal, karena sudah ada pipet khusus yang disediakan supaya kamu bisa membasahi lubang sampel dengan mudah. Yang penting, urin sudah ada di dalam wadah. Pencet pipet 1 kali untuk mengambil cairan urin, geser pipet tepat di atas lubang sampel, lalu pencetlah pipet sekali lagi untuk memastikan tetesan urin jatuh di tempat yang benar.
    Hindari Tiga Kesalahan Ini Ketika Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Alat Tes Ovulasi

  • Salah menginterpretasi garis yang muncul
    Setelah meneteskan urin ke dalam lubang sampel, tunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul. Bila kamu sedang memasuki masa subur, akan muncul dua garis berwarna merah muda dengan warna yang sama atau salah satunya lebih gelap. Sebaliknya, bila hasilnya hanya satu garis pink saja, berarti tubuh sedang dalam masa yang kurang subur. Kalau nggak ada garis sama sekali, artinya tes yang barusan dilakukan nggak valid dan perlu diulangi lagi dengan alat tes yang baru. Usahakan untuk mengikuti petunjuk dalam menginterpretasikan garis yang muncul agar kamu tidak salah memahami artinya.
    Hindari Tiga Kesalahan Ini Ketika Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Alat Tes Ovulasi

  • Berhubungan seks sebelum 24 jam atau justru sesudah 48 jam
    Kalau hasil alat tes ovulasi sudah menunjukkan dua buah garis, kamu dan pasanganmu harus menjadwalkan hubungan intim setelah 24 jam, sebelum 48 jam. Ini adalah jendela waktu ketika sel telur baru dilepas dan siap menyambut sperma. Kalau kamu berhubungan seks sebelum atau sesudah batas waktu ideal tersebut, kemungkinan hamilmu akan lebih rendah.
    Hindari Tiga Kesalahan Ini Ketika Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Alat Tes Ovulasi

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Itulah tiga kesalahan yang perlu dihindari ketika memakai cara menghitung masa subur dengan alat tes ovulasi. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Merencanakan kehamilan sebenarnya mudah, bila mengetahui triknya. Kalau nggak mau repot pakai cara menghitung masa subur dengan rumus yang jelimet, bisa juga dengan menggunakan alat khusus untuk mendeteksi ovulasi. Sekarang sudah ada Andalan Ovulation Test yang praktis dan cepat. 

Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari indungnya. Setiap 14 hari sebelum menstruasi, satu buah sel telur akan dilepas. Kalau sel telur tersebut dibuahi oleh sperma, akan terjadi kehamilan. Bila tidak ada pembuahan, terjadilah menstruasi. Nah, di sekitar tanggal ovulasi, tubuh perempuan paling subur. Lendir di rahim sedang banyak-banyaknya, teksturnya luar biasa cair, dan bening. Kalau sperma masuk ke rahim yang kondisi lendirnya sedang seperti ini, sperma akan lebih mampu masuk lebih jauh dan bertahan (Westheimer & Lehu, 2019). Sebaliknya, setelah ovulasi, lendir rahim akan berubah secara dramatis menjadi lebih kental, tebal, dan lengket, sehingga sperma akan kesulitan menembus leher rahim menuju rahim. Inilah alasan mengapa jika ingin mempunyai anak, hubungan seks sebaiknya dilakukan di masa subur.

Masalahnya, nggak semua perempuan bisa memakai cara menghitung masa subur tradisional dengan menandai tanggal prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan dan menghitung mundur 14 hari. Banyak yang siklus menstruasinya tidak teratur, sehingga nggak bisa menggunakan cara yang tadi. Untuk itu, dibutuhkan bantuan alat khusus untuk mendeteksi ovulasi.

Andalan Ovulation Test memiliki tingkat keakuratan hingga 99,9% sehingga hasilnya pasti tepat dan terpercaya. Cara menghitung masa subur dengan alat ini adalah dengan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin (air kencing). Soalnya, kadar hormon LH di dalam tubuh perempuan biasanya meningkat drastis menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Pemakaian Andalan Ovulation Test pun sangat sederhana, tinggal mengeluarkan alat uji dari kemasan, menggunakan pipet yang telah disediakan untuk meneteskan urin ke dalam lubang sampel, dan menunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul. Kemudian, akan muncul dua garis berwarna merah muda. Jika garis Test Line (T) warnanya sama dengan garis Control Line (C) atau lebih gelap, maka kemungkinan besar ovulasi akan terjadi di 24-48 jam ke depan. Maka, bila sedang merencanakan kehamilan, waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah setelah 24 jam, namun sebelum 48 jam. Sebaliknya, bila hasilnya hanya satu garis merah muda saja, berarti tubuh sedang dalam masa yang kurang subur, dan bisa mencoba kembali setiap harinya selama beberapa hari kedepan.

Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Baca juga: Lewat #MakinMantapMakinMesra, Sutra Ajak Pasutri di Indonesia Kembali Mesra Selama Pandemi

Mudah, kan? Harganya juga sangat terjangkau yaitu Rp 20.000,- (Harga eceran yang disarankan), sehingga kamu bisa membeli lebih dari satu kalau mungkin ingin berjaga-jaga agar masa subur tak kelewatan. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya. Yuk, konsultasi dengan HaloDKT!