PSBB Lagi? Ini Empat Akses Kontrasepsi yang Masih Tersedia di Tengah Pandemi

Per tanggal 23 September 2020, jumlah total kasus COVID-19 secara nasional sudah mencapai 257.388 kasus, dengan lebih dari 4000 kasus dilaporkan dalam sehari (Jakarta Post, 2020). Untuk menanggapinya, pemerintah provinsi DKI Jakarta menarik rem darurat dan menetapkan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kedua. Selama PSBB, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas dibanjiri pengunjung, sehingga beberapa mulai membatasi layanan. Meskipun begitu, tak perlu khawatir mengenai kebutuhan kontrasepsi Anda, sebab bila Anda kesulitan menemukan kontrasepsi rumah sakit, klinik, atau puskesmas, masih banyak akses lainnya yang bisa Anda manfaatkan. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Membeli kondom, pil KB, atau pil kontrasepsi darurat (kondar) secara online
    Untuk mencegah penularan COVID-19, strategi yang paling aman adalah dengan melakukan segala transaksi dari rumah. Anda bisa membeli kondom, pil KB, atau kondar secara online melalui gerai-gerai terpercaya seperti Official Store DKT Indonesia di Shopee dan Tokopedia. Jangan lupa untuk menyemprot paket yang Anda terima dengan disinfektan atau hand sanitizer terlebih dahulu sebelum membawanya masuk ke dalam ruangan Anda.
    PSBB Lagi? Ini Empat Akses Kontrasepsi yang Masih Tersedia di Tengah Pandemi
  2. Memanfaatkan fasilitas telemedicine untuk konsultasi layanan KB
    Kalau Anda memiliki pertanyaan terkait alat kontrasepsi tertentu dan ingin berkonsultasi dengan tenaga medis, Anda bisa melakukannya dari kenyamanan rumah masing-masing. Anda hanya perlu menggunakan fasilitas telemedicine. Misalnya, dengan berkonsultasi ke Halo DKT via whatsapp.
    PSBB Lagi? Ini Empat Akses Kontrasepsi yang Masih Tersedia di Tengah Pandemi
  3. Memanggil tenaga kesehatan untuk melaksanakan suntik KB di rumah
    Bila tipe kontrasepsi yang ingin Anda gunakan tidak bisa diakses tanpa bantuan tenaga medis, seperti suntik KB, Anda bisa memanggil dokter atau bidan ke rumah. Biasanya, tenaga kesehatan akan hadir dengan memakai masker dan Alat Pelindung Diri (APD) dengan lengkap. Jadi, risiko Anda terpapar virus corona lebih kecil.
    PSBB Lagi? Ini Empat Akses Kontrasepsi yang Masih Tersedia di Tengah Pandemi
  4. Membeli kontrasepsi melalui apotek/minimarket
    Apotek menjual kondom, pil KB, dan kondar, sementara minimarket biasanya hanya menjual kondom saja. Pilihlah apotek atau minimarket dengan protokol pencegahan COVID-19 yang bagus. Kunjungi tempat yang Anda pilih pada jam yang tidak terlalu padat pengunjung. Demi meminimalisir risiko penyebaran virus corona, sebagian apotek dan minimarket sudah memberlakukan protokol kesehatan seperti penggunaan batas plastik transparan di depan kasir, pembatasan jarak antre di antara tiap pembeli, serta pembayaran tanpa uang tunai (cashless). Dengan demikian, Anda bisa berbelanja dengan lebih nyaman dan tidak perlu merasa terlalu gelisah. Meskipun begitu, tetaplah memakai masker dengan benar dan konsisten, serta menggunakan hand sanitizer secara rutin.
    PSBB Lagi? Ini Empat Akses Kontrasepsi yang Masih Tersedia di Tengah Pandemi

Baca juga : 4 Tips Mengurangi Covidivorce di Masa Pandemi

Itulah sekilas informasi mengenai 4 akses kontrasepsi yang masih tersedia di tengah pandemi. Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda bisa berkonsultasi ke Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke  https://wa.me/628111326459 pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Semua yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Lima Alasan untuk Tetap Memakai Kondom Meskipun Sedang Hamil

Orang seringkali mengasosiasikan kondom sebagai sesuatu yang hanya perlu digunakan demi menunda kehamilan. Padahal, kenyataannya kondom memiliki banyak manfaat lain dan baik bila digunakan bahkan dalam keadaan sedang mengandung sekalipun. Berikut beberapa alasan untuk tetap memakai kondom meskipun sedang hamil.

  1. Mencegah penularan sifilis
    Sifilis yang tidak terdeteksi pada ibu hamil bisa menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, dan kematian bayi sesaat setelah proses melahirkan. Bayi yang lahir dengan selamat pun cenderung memiliki masalah kesehatan jantung, otak, mata, telinga, gigi, tulang, dan kulit (CDC, 2016). Tingginya risiko perkembangan bayi abnormal akibat sifilis adalah alasan mengapa beberapa negara mewajibkan pengecekan sifilis pada ibu hamil (Regan, 2019). Masalahnya, seringkali pasangan tidak ikut diperiksa, padahal hubungan seks masih dilakukan secara rutin dan sifilis bisa menular melalui hubungan seks tanpa pengaman. Dengan menggunakan kondom secara tepat dan konsisten, perempuan yang sedang mengandung bisa mengurangi risiko terkena sifilis dari pasangan masing-masing.
    Lima Alasan untuk Tetap Memakai Kondom Meskipun Sedang Hamil
  2. Mencegah penularan klamidia dan gonorrhea
    Tidak jauh berbeda dengan sifilis, klamidia dan gonorrhea yang menjangkit ibu hamil juga bisa menyebabkan kelahiran bayi prematur dengan berat badan rendah. Selain itu, sekitar 30-50% bayi yang terlahir dari ibu dengan klamidia yang tidak diobati akhirnya terkena infeksi mata dan sebanyak 10-20% terkena infeksi paru-paru alias pneumonia (Peuchant, Le Roy, Desveaux, et al., 2015). Hal ini tentunya sangat disayangkan, sebab klamidia dan gonorrhea pada ibu hamil semestinya bisa dicegah dengan menggunakan kondom saat berhubungan seks.
    Lima Alasan untuk Tetap Memakai Kondom Meskipun Sedang Hamil
  3. Mencegah penularan hepatitis B
    Jika sifilis, klamidia, dan gonorrhea ketiganya disebabkan oleh bakteri, maka hepatitis B disebabkan oleh virus. Virus hepatitis B tidak bisa menular dari ibu hamil ke bayinya melalui plasenta semasa hamil ataupun melalui ASI. Akan tetapi, bayi tetap berisiko tertular saat proses persalinan serta bila payudara ibu terluka dan mengeluarkan darah saat sedang menyusui. Sebanyak 50% dari bayi yang terinfeksi hepatitis B akan mengalami sirosis atau kanker hati di kemudian hari (Regan, 2019). Inilah mengapa langkah pencegahan penularan hepatitis B dengan menggunakan kondom sangat penting ketika berhubungan seks, meskipun sedang hamil. Selain itu, ibu hamil sebaiknya melakukan tes hepatitis B, agar dokter bisa segera memberikan penanganan dan melindungi bayi bila hasilnya positif.
    Lima Alasan untuk Tetap Memakai Kondom Meskipun Sedang Hamil
  4. Mencegah penularan HIV-AIDS
    HIV-AIDS merupakan infeksi menular seksual yang menyerang sistem imun tubuh dan bisa menyebabkan kematian. Untungnya, dengan perkembangan obat antiretroviral, angka kematian akibat HIV-AIDS telah berkurang lebih dari setengahnya dalam satu dekade terakhir (WHO, 2020). Penularan HIV-AIDS dari ibu hamil ke bayi pun sudah berkurang, terutama dengan adanya operasi sesar dan upaya untuk menghindari pemberian ASI bila viral load masih tinggi (Regan, 2019). Meskipun begitu, pencegahan HIV-AIDS harus tetap dilakukan. Memakai kondom setiap berhubungan seks adalah salah satu langkah penting, termasuk ketika hamil. Hal ini sangat diperlukan, khususnya bila Anda dan pasangan tidak bermonogami atau sering melakukan perilaku seksual berisiko.
    Lima Alasan untuk Tetap Memakai Kondom Meskipun Sedang Hamil
  5. Mencegah kontraksi dini pada trimester ketiga kehamilan
    Selain mengandung sperma, cairan semen laki-laki juga mengandung prostaglandin. Prostaglandin merupakan hormon yang bisa memicu proses kontraksi ketika melahirkan. Bila Anda khawatir mengenai kemungkinan terjadinya kontraksi dini, kondom bisa menjadi solusi.
    Lima Alasan untuk Tetap Memakai Kondom Meskipun Sedang Hamil

Baca juga : Memakai Kondom Mengurangi Risiko Keputihan Berbahaya, Benarkah?

Itulah lima alasan untuk tetap menggunakan kondom meskipun sedang hamil. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Punya Gangguan Pencernaan? Ini Kontrasepsi yang Cocok Bagi Anda

Dalam sebuah penelitian multinasional berskala besar di 33 negara dari 6 benua, ditemukan bahwa sekitar 40% penduduk dunia memiliki setidaknya satu jenis gangguan pencernaan (Rome Foundation Global Study, 2020). Meskipun sekilas gangguan pencernaan sudah dianggap biasa, kenyataannya gejala-gejalanya bisa memengaruhi kualitas hidup dan faktor-faktor lain terkait kesehatan. Salah satunya adalah efektivitas pemakaian kontrasepsi.

Bila Anda menggunakan pil KB, efektivitas dari pil bisa berkurang apabila Anda mengalami gejala muntah-muntah dan/atau diare, khususnya bila terjadi kurang dari 2 jam sesudah minum pil KB (Schaeffer, 2019, Healthline). Soalnya, tubuh belum sepenuhnya menyerap kandungan hormon dari dalam pil. Jika terjadi 2 jam setelah mengonsumsi pil KB, Anda tidak perlu cemas, sebab kemungkinan besar tubuh Anda telah mencerna kandungan pil terlebih dahulu.

Sebagai alternatif bila gangguan pencernaan Anda tergolong cukup berat, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter mengenai opsi untuk menggunakan alat kontrasepsi lain, misalnya KB implan / susuk, KB spiral / IUD, atau kondom. Untuk KB implan, salah satu contoh produk yang sering digunakan di Indonesia adalah KB implan Andalan. Implan dipasang oleh dokter atau bidan di bawah permukaan kulit pada lengan bagian atas dan memiliki efektivitas 99,9% dalam mencegah kehamilan (Hill, 2019). Karena dipasang di bagian lengan, hormon akan tetap masuk ke dalam tubuh meskipun Anda muntah atau mengalami diare.
Punya Gangguan Pencernaan? Ini Kontrasepsi yang Cocok Bagi Anda

Baca juga : Cegah Infeksi Saluran Kemih dengan Kontrasepsi, Apakah Bisa?

Bila Anda lebih tertarik dengan KB spiral alias IUD, IUD Andalan  hadir dalam berbagai varian dan semuanya tidak mengandung hormon, namun tetap sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Cara kerjanya adalah dengan menghambat masuknya sperma ke tuba falopi dan mengeluarkan ion-ion tembaga yang bersifat toksik bagi sperma. Meskipun toksik bagi sperma, IUD aman bagi tubuh dan tidak akan mengubah kadar tembaga di dalam tubuh manusia (Westheimer & Lehu, 2019). Karena dipasang langsung di dalam rahim oleh dokter atau bidan, efektivitas IUD tembaga Andalan tidak akan menurun meskipun Anda memiliki gangguan pencernaan.
Punya Gangguan Pencernaan? Ini Kontrasepsi yang Cocok Bagi Anda

Selain implan dan IUD, kondom juga bisa menjadi pilihan. Anda bisa menggunakannya sebagai alat kontrasepsi utama maupun sebagai alat kontrasepsi cadangan pengganti pil KB di saat gangguan pencernaan kambuh, bolak-balik merasa mual, dan mengalami muntah atau diare. Beberapa brand kondom populer di Indonesia misalnya Kondom Supreme, Sutra, dan Fiesta. Masing-masing hadir dengan aroma, tekstur, dan fitur unik yang berbeda-beda. Selain efektif mencegah kehamilan dan tidak terpengaruh oleh gangguan pencernaan, kondom juga memiliki manfaat tambahan, yaitu bisa melindungi pemakainya dari ancaman infeksi menular seksual (IMS).
Punya Gangguan Pencernaan? Ini Kontrasepsi yang Cocok Bagi Anda

Itulah beberapa contoh kontrasepsi yang cocok bagi Anda dengan gangguan pencernaan. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Mengatasi Endometriosis dengan Pil KB, Apakah Bisa?

Satu dari sepuluh perempuan mengalami endometriosis dengan gejala-gejala yang dimulai sejak masa remaja dan berkembang terus seiring dengan bertambahnya usia (Hill, 2019). Sayangnya, meskipun dialami oleh banyak perempuan dan dampaknya cukup serius, seringkali dibutuhkan waktu yang lama untuk menetapkan diagnosis endometriosis, sebab gejalanya seringkali menyerupai nyeri menstruasi biasa dan orang seringkali menyepelekan nyeri menstruasi. Padahal, endometriosis sangat menghambat penderitanya dari melakukan aktivitas sehari-hari.

Endometriosis merupakan suatu kondisi di mana jenis sel-sel endometrium yang biasanya melapisi rahim malah tumbuh di luar rahim (Okamoto, 2018). Saat perempuan mengalami menstruasi dan lapisan dinding rahim luruh, sel-sel ini ikut luruh. Masalahnya, karena tidak berlokasi di dalam rahim, sel-sel yang luruh ini tidak bisa keluar bersama dengan darah menstruasi dan malah terperangkap di dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan rasa nyeri.
Gejala endometriosis bisa berbeda-beda tergantung pada lokasinya, namun beberapa yang cukup umum antara lain sebagai berikut (Hill, 2019).

  • Nyeri di bagian panggul dan/atau punggung
  • Nyeri saat menstruasi, berhubungan seks, berolahraga, dan/atau buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan kesuburan
  • Mudah lelah
  • Depresi

Diagnosisnya dilakukan berdasarkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan terkadang juga melibatkan operasi laparaskopi (Dweck & Westen, 2017). Endometriosis tidak dapat disembuhkan, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala-gejalanya. Biasanya, penanganan berfokus pada dua hal, yaitu upaya untuk mengatasi ketidak-seimbangan hormon estrogen dalam tubuh dan strategi-strategi lainnya untuk mengontrol rasa nyeri dan menghentikan pertumbuhan sel-sel endometrium.

Salah satu metode yang sering digunakan dokter untuk mengatasi keluhan terkait endometriosis adalah dengan meresepkan kontrasepsi hormonal (Schrager, Larson, et al., 2020). Misalnya, dengan menggunakan pil KB kombinasi. Dengan mengonsumsi pil KB kombinasi, tubuh bisa menyeimbangkan kadar hormon estrogen yang sering menjadi masalah pada kasus-kasus endometriosis. Selain itu, pil KB kombinasi juga bisa mengurangi pendarahan sel-sel endometrium di masa menstruasi dan mencegah menyebarnya sel-sel ini ke bagian-bagian lain di sekitar area perut. Meskipun demikian, tentunya strategi ini tetap harus dikonsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Soalnya, kebutuhan medis setiap orang berbeda.

Baca juga : Pil KB Bisa Mencegah Kista di Indung Telur?, Ini Alasannya!

Pola hidup sehat juga sangat berpengaruh. Sebaiknya, kurangi konsumsi daging dan susu atau pilihlah daging dan susu organik, sebab daging dan susu seringkali ditambahkan hormon secara berlebihan dalam proses produksinya. Hindari juga alkohol dan kafein, sebab keduanya bisa menyebabkan ketidakseimbangan tingkat hormon estrogen dalam tubuh (Hill, 2019).

Untuk kasus-kasus yang lebih serius, terkadang dibutuhkan operasi untuk mengangkat sel-sel endometrium yang berada di luar rahim. Bila nyeri sangat parah dan tidak bisa ditahan lagi, dokter juga akan memberikan pilihan untuk menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim sebagai alternatif terakhir (Okamoto, 2018).

Begitulah sekilas pembahasan soal endometriosis dan penanganannya. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Gagal Orgasme? Ini Empat Kemungkinan Penyebabnya

Tadinya rasanya sudah mau mendekati klimaks, namun tiba-tiba sensasi tersebut menghilang. Bila Anda pernah mengalami ini, Anda tidak sendirian. Kegagalan orgasme adalah sesuatu yang cukup sering terjadi. Untungnya, ini merupakan sesuatu yang bisa diatasi, asalkan Anda mengetahui penyebabnya. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab gagalnya orgasme.

  1. Kurang mengenal anggota tubuh sendiri / tubuh pasangan
    Beberapa bagian tubuh yang biasanya peka terhadap rangsangan seksual misalnya payudara, pantat, perineum atau batas antara anus dan organ kelamin, bagian belakang lutut, area sekitar leher, dan organ kelamin. Meskipun begitu, setiap orang sensitif pada rangsangan seksual yang berbeda, sehingga bisa saja Anda atau pasangan Anda sensitif di area tubuh yang lain. Kuncinya adalah mengenal tubuh masing-masing dan saling berkomunikasi. Sebagian besar perempuan juga membutuhkan stimulasi di area klitoris sebelum bisa mencapai orgasme. Bila seks hanya sebatas memasukkan penis ke dalam vagina, klitoris tidak akan terangsang (Westheimer & Lehu, 2019). Terkadang dibutuhkan sentuhan ekstra di area klitoris, entah dengan mengusap klitoris secara langsung atau memainkan area di sekelilingnya saja. Keras-lembutnya sentuhan dan tempo gerakan pun bisa berpengaruh. Kuku yang terlalu tajam atau kasar juga bisa membuat sentuhan di area klitoris terasa tidak nyaman. Inilah sebabnya mengapa komunikasi sangat dibutuhkan.
    Gagal Orgasme? Ini Empat Kemungkinan Penyebabnya
  2. Adanya perasaan tegang, takut, cemas, stres, atau hal-hal lain yang memecah perhatian
    Jika Anda tidak terbiasa berhubungan seks dan merasa tegang atau takut, hal ini bisa menurunkan gairah (Perez, 2018). Bisa saja Anda merasa tegang karena baru berhubungan seks untuk pertama kalinya atau malah baru kembali lagi ke dunia romansa setelah bertahun-tahun hidup tanpa pasangan Anda. Bila ini permasalahannya, Anda tak perlu khawatir. Tidak ada yang memaksa Anda untuk terburu-buru, yang penting adalah menikmati momen yang ada. Kalau Anda sudah berusaha untuk lebih rileks, namun masih merasa tidak nyaman juga, cobalah untuk jujur pada diri sendiri. Mungkin Anda sebenarnya tidak tertarik dengan pasangan Anda, tidak ingin berhubungan seks, atau hanya memaksakan diri.
    Gagal Orgasme? Ini Empat Kemungkinan Penyebabnya
  3. Aliran darah yang kurang lancar
    Ketika hubungan seks terjadi dan Anda membangun momentum menuju klimaks, aliran darah memusat pada organ-organ seksual. Oleh karena itu, tak mengherankan jika masalah pada aliran darah juga bisa menimbulkan kegagalan orgasme. Contohnya adalah bila Anda mengalami hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes (Dweck & Westen, 2017).
    Gagal Orgasme? Ini Empat Kemungkinan Penyebabnya
  4. Penggunaan obat-obatan dan konsumsi alkohol
    Obat-obatan, khususnya antidepresan, bisa menimbulkan kegagalan orgasme (Lorenz, Rullo & Faubion, 2016). Selain antidepresan, antihistamin yang biasanya digunakan untuk mengurangi lendir dalam hidung saat alergi atau flu juga bisa membuat vagina menjadi lebih kering. Akibatnya, seks menjadi kurang nyaman dan orgasme lebih sulit dicapai. Pada laki-laki, konsumsi alkohol yang berlebihan juga bisa menghilangkan ereksi di tengah-tengah aktivitas seksual (Perez, 2018), sehingga menyebabkan kegagalan orgasme.
    Gagal Orgasme? Ini Empat Kemungkinan Penyebabnya

Baca juga : ‘Kepanasan’, Salah Satu Faktor yang Bisa Mengurangi Kesuburan Laki-laki, Benarkah?

Itulah 4 dari banyaknya kemungkinan penyebab kegagalan orgasme. Selain itu pun masih banyak faktor lainnya. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Tips Bertahan dengan HIV/AIDS di Tengah Wabah Corona

Pandemi telah berlangsung selama beberapa bulan dan belum berakhir juga. WHO menyebutkan bahwa orang dari segala usia bisa menjadi korban virus corona, namun terdapat sejumlah kelompok yang lebih rentan, antara lain orang tua dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung. Karena kurangnya data penelitian, belum diketahui apakah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga termasuk dalam kelompok rentan corona. Meskipun demikian, lembaga advokasi HIV/AIDS dari PBB atau yang lebih dikenal dengan UNAIDS merekomendasikan pada ODHA, khususnya yang sudah di tahap serius dan yang HIV-nya tidak terkontrol dengan baik, untuk mawas diri dan memperhatikan langkah-langkah pencegahan penularan virus corona. Terlebih lagi, bagi ODHA yang sudah lanjut usia dan juga memiliki penyakit jantung, diabetes, atau komplikasi lainnya. Berikut beberapa tips bagi ODHA di masa pandemi.

  1. Menyediakan stok obat antiretroviral (ARV)
    Di masa pandemi, 73 negara terancam kehabisan stok obat ARV (WHO, 2020). Meskipun HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, obat ARV bisa mengontrol perkembangan virus HIV dan mengurangi risiko penyebarannya. Angka kematian akibat HIV telah turun 51% di periode tahun 2000-2019 dan 15 juta nyawa telah terselamatkan dengan penggunaan ARV. Sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Indonesia menyediakan ARV secara gratis, namun di beberapa wilayah, khususnya di luar Jakarta, stok obat mulai langka. Oleh karena itu, bila stok ARV dari pemerintah masih tersedia di wilayah Anda, segeralah klaim jatah Anda agar kebutuhan ARV Anda tercukupi. Kementerian Kesehatan telah mengizinkan ODHA menyetok obat ARV hingga 3 bulan ke depan, sehingga tidak perlu terlalu sering datang ke fasilitas kesehatan dan menambah risiko terpapar virus corona.
    Tips Bertahan dengan HIV/AIDS di Tengah Wabah Corona
  2. Mengurangi frekuensi keluar rumah dan bertemu dengan orang lain
    ODHA yang paling rentan penyakit adalah yang memiliki level sel CD4 yang rendah dan tidak mengonsumsi obat ARV (HIV.gov). Upayakan untuk tidak banyak keluar rumah, kecuali ada kepentingan yang mendesak. Ingat bahwa orang yang tidak bergejala pun bisa membawa virus corona. Bila ada yang perlu dibeli, pesanlah secara online atau mintalah bantuan teman atau keluarga Anda yang tinggal serumah untuk pergi membelinya.
    Tips Bertahan dengan HIV/AIDS di Tengah Wabah Corona
  3. Senantiasa menggunakan masker, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer
    Bila bepergian keluar rumah serta bertemu dengan orang lain, usahakan selalu menggunakan masker, mencuci tangan secara rutin, serta memakai hand sanitizer. Kalau memungkinkan, mandilah sesegera mungkin begitu tiba di rumah. Pakaian yang sudah dipakai sebaiknya dicuci dan tidak digantung untuk dikenakan lebih dari sekali.
    Tips Bertahan dengan HIV/AIDS di Tengah Wabah Corona
  4. Jika memiliki pasangan non-ODHA, sediakan stok obat PrEP dan kondom
    PrEP merupakan obat yang bisa digunakan untuk mencegah HIV pada orang-orang yang tidak memiliki HIV namun berisiko tinggi untuk terkena. Efektivitas PrEP bisa mencapai 99% bila dikonsumsi secara konsisten setiap hari (CDC.gov). Sediakanlah stok PrEP bagi pasangan Anda. Pastikan juga bahwa Anda memiliki kondom untuk berjaga-jaga bila pasokan PrEP habis. Untuk perlindungan maksimal, gunakan PrEP dan kondom secara bersamaan.
    Tips Bertahan dengan HIV/AIDS di Tengah Wabah Corona

Baca juga : Awas Sperma Merembes! Ini Tips Melepas Kondom dengan Aman

Begitulah tips bertahan dengan HIV/AIDS di tengah wabah corona. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Rutin Berhubungan Seks Membuat Awet Muda, Benarkah?

Selain membawa kebahagiaan bagi Anda dan pasangan, berhubungan seks secara rutin memiliki banyak manfaat tambahan. Salah satu yang sering diklaim sebagai manfaat sering berhubungan seks adalah penampilan tubuh yang jadi terlihat lebih awet muda. Berikut beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

  1. Gerakan yang dilakukan saat berhubungan seks membakar kalori
    Tak hanya fitness di gym yang bisa membakar kalori dari makanan yang Anda konsumsi, bercinta dengan pasangan Anda di atas kasur pun ternyata dapat membakar kalori. Memang, jumlah kalori yang dibakar jauh lebih kecil, hanya sekitar 3,6 kCal per menit atau setara dengan aktivitas intensitas sedang seperti berjalan kaki, bersepeda, dan melakukan pekerjaan rumah (Smith, Yang, et al., 2019). Dampaknya tidak begitu terasa bila hubungan seks berlangsung kurang dari 15 menit. Meskipun begitu, tetap saja masih lumayan, mengingat bahwa niat Anda sebenarnya bukan untuk berolahraga. Jika ingin membakar kalori dengan jumlah yang lebih banyak, Anda bisa bereksperimen dengan berbagai posisi seks yang berbeda dan memperpanjang waktu untuk pemanasan alias foreplay. Butuh inspirasi? Anda bisa menggunakan papan permainan roulette board Karna Sutra untuk menentukan posisi seks, tersedia di Asmaraku, Shopee, dan juga Tokopedia.
    Rutin Berhubungan Seks Membuat Awet Muda, Benarkah?
  2. Seks memperlancar aliran darah dan membuat kulit terlihat lebih merona
    Saat Anda dan pasangan Anda berhubungan seks, sirkulasi darah memuncak, sehingga membawa lebih banyak oksigen (Adcox, 2019, Healthline). Banyaknya oksigen yang masuk juga turut menstimulasi produksi kolagen yang baik untuk kulit. Alhasil, kulit Anda terlihat lebih cerah dan merona dan Anda pun terlihat lebih awet muda.
    Rutin Berhubungan Seks Membuat Awet Muda, Benarkah?
  3. Dengan berhubungan seks, tingkat stres berkurang
    Oxytocin merupakan hormon yang dikeluarkan oleh tubuh untuk mengurangi tingkat stres (Riem, Kunst, et al., 2020). Hubungan seks memicu pelepasan hormon ini, khususnya saat terjadi orgasme. Inilah alasan mengapa orgasme seringkali memberikan perasaan lega yang luar biasa. Semakin banyak Anda berhubungan seks, semakin banyak kadar oxytocin yang dilepaskan oleh tubuh, sehingga stres pun berkurang. Dengan berkurangnya tingkat stres, kerutan dan jerawat di wajah Anda bisa berkurang. Anda akan cenderung lebih bahagia dan terlihat lebih muda.
    Rutin Berhubungan Seks Membuat Awet Muda, Benarkah?
  4. Seks membantu Anda tidur lebih nyenyak
    Setelah berhubungan seks dan merasakan klimaks, seringkali timbul rasa mengantuk. Dengan tidur yang lebih nyenyak sehabis banyak bergerak, tubuh Anda memiliki waktu untuk beristirahat dan menyegarkan diri. Tina Sundelin, seorang peneliti Social Effects of Sleep Loss dari Swedia’, menemukan bahwa kurang tidur sehari saja bisa membuat mata bengkak, berkantung, dan penuh dengan lingkaran-lingkaran hitam di bawahnya. Selain itu, kulit pun jadi terlihat berkerut. Dalam penelitian yang berbeda ia juga menemukan bahwa orang-orang lebih enggan berinteraksi dengan orang lain yang kurang tidur, karena dianggap tidak sehat dan tidak atraktif (Sundelin et al., 2017). Dengan berhubungan seks secara rutin, kualitas tidur Anda akan lebih terjaga sehingga tubuh pun tak akan terlihat cepat menua.
    Rutin Berhubungan Seks Membuat Awet Muda, Benarkah?

Baca juga : Keyakinan Terhadap Performa Membuat Seks Tahan Lama, Benarkah?

Itulah beberapa penjelasan mengapa rutin berhubungan seks bisa membantu Anda terlihat lebih awet muda. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Selain membawa kebahagiaan bagi Anda dan pasangan, berhubungan seks secara rutin memiliki banyak manfaat tambahan. Salah satu yang sering diklaim sebagai manfaat sering berhubungan seks adalah penampilan tubuh yang jadi terlihat lebih awet muda. Berikut beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

Ini Tiga Manfaat Penundaan Kehamilan Bagi Kesehatan Mental Anda

Tahukah Anda? Di samping fungsi utama untuk membantu pasangan merencanakan waktu yang paling ideal untuk melanjutkan keturunan, menunda kehamilan dengan berkontrasepsi ternyata juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan mental. Kira-kira apa saja, ya? Berikut sekilas pembahasannya.

  1. Adanya kendali atas kehidupan pribadi
    Dengan menunda kehamilan, Anda memiliki kendali yang lebih besar terhadap kehidupan Anda. Anda bisa menyusun prioritas berdasarkan hal-hal yang Anda anggap penting dan ingin dicapai dulu sebelum memiliki anak. Mungkin Anda ingin berkarir, melanjutkan pendidikan, atau berkelana keliling dunia terlebih dahulu. Segalanya bisa direncanakan dengan fleksibel bila Anda belum memiliki momongan. Sebaliknya, tanpa penundaan kehamilan, pilihan Anda lebih terbatas karena harus mempertimbangkan keluarga dan memprioritaskan berbagai kebutuhan anak. Faktanya, sebanyak 10% laki-laki dan 10-20% perempuan mengalami depresi dan kehilangan kendali atas kehidupan mereka sendiri ketika baru memiliki anak (Holopainen, Arja, et al, 2019). Hal ini bisa dicegah dengan perencanaan yang lebih matang dan menunda punya anak sebelum merasa siap.
    Ini Tiga Manfaat Penundaan Kehamilan Bagi Kesehatan Mental Anda

  2. Mengurangi kekhawatiran finansial
    Rata-rata perempuan di Indonesia menikah pada usia 19-21 tahun, sementara laki-laki menikah di usia 22-24 tahun (Badan Pusat Statistik, 2019). Artinya, banyak yang menikah setelah baru tamat SMA dan S1. Dengan ijazah SMA ataupun S1, pekerjaan yang bisa dilamar biasanya masih berupa pekerjaan entry-level dengan gaji pas-pasan. Wajar saja bila pasangan yang baru menikah banyak sekali yang mengalami kecemasan akibat kondisi finansial yang belum cukup stabil. Memikirkan biaya kontrakan, listrik, air, dan makan sehari-hari saja sudah membuat kepala pusing, apalagi bila harus menyiapkan biaya kehamilan dan persalinan, serta budget untuk segala kebutuhan anak. Tidak sedikit pasangan yang sampai harus berutang, meminjam uang ke keluarga atau teman. Hal ini tentunya menjadi sumber kekhawatiran yang besar. Tak mengherankan bila akhirnya banyak yang membutuhkan bantuan psikologis. Ini merupakan sesuatu yang amat disayangkan, sebab hanya dengan menunda punya keturunan selama beberapa tahun saja, sebenarnya Anda dan pasangan sudah bisa lebih mapan secara finansial, sehingga kecemasan terkait keuangan pun akan jadi lebih rendah.
  3. Belum ada beban pikiran terkait pengasuhan anak
    etelah punya anak, Anda harus memikirkan banyak hal sekaligus. Banyak orangtua merasa khawatir soal kemampuan mereka memberikan yang terbaik untuk si buah hati. Bila apa yang diberikan kurang maksimal, muncul rasa bersalah dan perasaan tidak berdaya. Belum lagi menghadapi komentar orang-orang mengenai cara Anda membesarkan anak serta perbandingan yang kerap muncul antar orang tua yang satu dengan orang tua lainnya. Jika Anda belum siap secara mental untuk menghadapi hal ini, Anda bisa stres luar biasa. Dengan menunda punya anak, Anda dapat menikmati masa muda Anda bersama pasangan terlebih dahulu tanpa banyak beban pikiran.
    Ini Tiga Manfaat Penundaan Kehamilan Bagi Kesehatan Mental Anda

Baca juga : 4 Alasan Mengapa Anda Tidak Bisa Mengandalkan Metode Ejakulasi di Luar Sebagai Kontrasepsi

Itulah tiga manfaat penundaan kehamilan bagi kesehatan mental Anda. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

4 Keuntungan Ikut Program Keluarga Berencana untuk Para Ayah

Program Keluarga Berencana (KB) seringkali diasosiasikan sebagai program pemberdayaan perempuan, baik yang baru menikah maupun yang telah menjadi ibu. Akan tetapi, tahukah Anda? Para ayah ternyata juga mendapat banyak keuntungan dari program Keluarga Berencana (KB). Berikut beberapa di antaranya.

  1. Lebih mudah mengatur keuangan?
    Jika di masa lajang Anda belum memiliki tanggungan, kini kondisinya berbeda. Biaya yang dikeluarkan setelah berumah tangga lebih besar, meskipun istri Anda mungkin saja bekerja. Dengan menunda punya anak, Anda bisa menabung dulu hingga benar-benar siap. Ingat bahwa biaya yang diperlukan tak hanya sebatas biaya kehamilan dan persalinan, namun juga biaya untuk mendukung masa depan anak hingga ia menyelesaikan pendidikan tinggi dan bisa mandiri. Apalagi jika ingin memiliki lebih dari satu anak, tentunya akan lebih baik bila bisa mengatur jarak kelahiran antara anak pertama dengan anak berikutnya. Di jeda waktu tersebut, Anda dan istri bisa mempersiapkan tabungan untuk menyambut anak kedua. Nah, nantinya setelah sudah puas dengan ukuran keluarga yang diinginkan, Anda pun bisa mempertahankannya dengan program Keluarga Berencana (KB).
    Keuntungan Ikut Program Keluarga Berencana untuk Para Ayah
  2. Lebih fokus membangun karir
    Jika tadinya Anda merupakan karyawan entry-level, Anda mungkin memiliki target untuk menjadi supervisor. Sementara itu, Anda yang sudah menjadi supervisor mungkin ingin menjadi manager. Demikian juga, Anda yang telah memimpin perusahaan bisa saja masih memiliki impian untuk membuka bisnis sendiri. Apapun gol Anda di bidang karir, akan lebih mudah untuk mencapainya bila Anda memiliki waktu untuk berfokus pada pengembangan diri, baik untuk mengikuti kegiatan pelatihan, melanjutkan pendidikan, atau mulai melakukan riset kecil-kecilan sebelum merintis usaha sendiri. Program Keluarga Berencana (KB) bisa menjadi solusi untuk masalah ini.
    Keuntungan Ikut Program Keluarga Berencana untuk Para Ayah
  3. Lebih sehat dan fit secara fisik
    Jam tidur seorang ayah biasanya akan berkurang secara drastis pada tahun-tahun awal mengasuh anak bersama istri. Sulit sekali beristirahat di sela-sela pekerjaan yang menumpuk dan suara tangisan bayi. Tak jarang, para ayah tertidur di kantor akibat kelelahan. Padahal, kurang tidur berdampak buruk terhadap performa kerja (Costa-Font & Flèche, 2017). Dengan istirahat yang kurang, daya tahan tubuh pun menurun dan Anda lebih rentan terkena penyakit. Memang benar bahwa pengalaman-pengalaman tersebut normal bila Anda memutuskan untuk menjadi seorang ayah, namun Anda tidak perlu mengalaminya setiap tahun, kan? Dengan program Keluarga Berencana (KB), Anda bisa mengatur porsi tanggung jawab keluarga sesuai kemampuan fisik Anda.
    Keuntungan Ikut Program Keluarga Berencana untuk Para Ayah
  4. Lebih banyak waktu untuk keluarga
    Dengan keluarga berukuran kecil, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk benar-benar terlibat di kehidupan setiap anggota keluarga. Hubungan Anda dengan istri akan jadi lebih harmonis seiring dengan bertambahnya waktu untuk menjalin romansa. Anak pun bisa lebih dekat dengan Anda. Faktanya, anak-anak dengan ayah yang terlibat aktif dalam kehidupan sehari-hari mereka memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik, lebih sehat secara fisik, dan terjaga kesehatan mentalnya (Allport, Johnson, et al., 2018).?
    Keuntungan Ikut Program Keluarga Berencana untuk Para Ayah

Baca juga : 5 Manfaat Ikut Program Keluarga Berencana Saat Melanjutkan Pendidikan Tinggi

Demikianlah 4 manfaat mengikuti program Keluarga Berencana (KB) untuk para ayah. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

4 Alasan Mengapa Anda Tidak Bisa Mengandalkan Metode Ejakulasi di Luar Sebagai Kontrasepsi

Dianggap sebagai cara yang paling alami untuk mencegah kehamilan, metode ejakulasi di luar merupakan strategi yang cukup populer dan banyak digunakan pasangan dari berbagai kalangan. Adam Levine pun mengaku menerapkan teknik ini sebelum memiliki anak. Meskipun begitu, kenyataannya metode ini memiliki banyak kelemahan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda tidak bisa mengandalkan metode ejakulasi di luar sebagai kontrasepsi.

  • Mengontrol ejakulasi ketika sedang terangsang itu sulit
    Banyak laki-laki merasa yakin bisa mengontrol momen ejakulasi, namun faktanya sebagian besar dari mereka mencapai klimaks sebelum menarik penis keluar  (Westheimer & Lehu, 2019). Padahal, keberhasilan metode ejakulasi di luar dalam mencegah kehamilan sangat ditentukan dari menemukan waktu yang tepat untuk menarik penis keluar dari vagina. Jika terlambat sedetik saja, sperma bisa masuk. Risiko terjadinya kehamilan sangat besar. Satu dari setiap lima pasangan yang menggunakan metode ejakulasi di luar hamil dalam setahun sejak menerapkan metode ejakulasi di luar (Perez, 2019).
  • Tidak semua pasangan bisa dipercaya
    Pasangan yang sudah hidup bertahun-tahun bersama saja masih bisa tiba-tiba berubah pikiran, apalagi yang baru dikenal. Bisa saja di awal pasangan berjanji akan ejakulasi di luar demi mendapatkan seks, namun ketika hampir mencapai klimaks janji tersebut diabaikan karena kehilangan fokus hingga terlupa atau memang atas dasar keegoisan pribadi sebab ejakulasi di dalam vagina terasa lebih enak. Bisa pula, pasangan Anda sebenarnya tidak seprinsip dengan Anda dan ingin memiliki anak, sehingga ia membuat janji palsu dan kemudian melanggarnya.
  • Cairan pra-ejakulasi bisa saja mengandung sperma
    Kalaupun penis berhasil dikeluarkan tepat sebelum ejakulasi, masih ada kemungkinan terjadinya kehamilan akibat cairan pra-ejakulasi, yaitu cairan bening yang keluar dari penis ketika laki-laki mulai terangsang. Oleh banyak orang, cairan pra-ejakulasi seringkali dianggap tidak mengandung sperma, sebab tekstur dan warnanya berbeda dari cairan mani yang keluar saat laki-laki mengalami ejakulasi. Akan tetapi, kenyataannya cairan pra-ejakulasi bisa mengandung sperma serta bisa membawa sperma bekas ejakulasi sebelumnya yang tertinggal di saluran uretra (Westheimer & Lehu, 2019).
  • Adanya risiko yang besar untuk terkena infeksi menular seksual (IMS)
    Kondom adalah satu-satunya metode kontrasepsi yang bisa mencegah IMS (Witton, 2017). Ejakulasi di luar tidak bisa melindungi Anda dari ancaman ini. Meskipun pasangan Anda setia, bukan berarti bebas IMS. Bisa saja ia belum pernah mengambil tes IMS, sehingga tidak pernah menyadarinya. Soalnya, beberapa jenis IMS hadir tanpa gejala apapun. Langkah yang bijak adalah senantiasa menggunakan kondom dan melakukan tes IMS. Beberapa jenis kondom berkualitas yang bisa digunakan untuk meningkatkan keamanan bercinta misalnya kondom Sutra, Fiesta, Andalan, dan Supreme. Masing-masing tersedia dalam berbagai varian dan fitur menarik yang bisa disesuaikan dengan selera Anda dan pasangan.

Baca juga : Seks Oral Tanpa Kondom, Ini Risikonya Bagi Kesehatan Reproduksi

Itulah 4 alasan mengapa Anda tidak bisa mengandalkan metode ejakulasi di luar sebagai kontrasepsi. Jadi, jangan serta-merta mengandalkannya hanya karena banyak orang yang melakukannya. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai topik ini, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang Anda sampaikan dijamin kerahasiaannya.