Ini 5 Tips Mudah untuk Meningkatkan Faktor Kesuburan Laki-laki

Pengalaman hidup, pengetahuan yang memadai, penghasilan yang stabil, dan kesiapan untuk berkomitmen saja tak cukup untuk jadi modal berkeluarga. Selain keempat hal tersebut, laki-laki juga memerlukan kesiapan fisik sebelum bisa menjadi seorang ayah. Di samping stamina, hal lain yang tak kalah penting adalah kesuburan. Berikut lima tips mudah yang bisa diterapkan untuk meningkatkan faktor kesuburan laki-laki.

  • Berolahraga
    Menurut penelitian, berolahraga secara rutin bisa meningkatkan kadar hormon testosteron. Efektivitasnya bahkan lebih tinggi daripada sekadar diet membatasi asupan makanan (Kumagai, Zempo-Miyaki, et al., 2016). Meskipun begitu, olahraga sebaiknya dilakukan sewajarnya saja, sebab bila berlebihan, kadar testosteron dalam tubuh justru bisa menurun dan berdampak buruk terhadap faktor kesuburan laki-laki.

  • Tidur selama 7 hingga 7,5 jam per hari
    Kekurangan dan kelebihan jam tidur dapat menyebabkan banyak masalah bagi kesehatan, termasuk bagi faktor kesuburan laki-laki. Faktanya, laki-laki yang jumlah rata-rata jam tidurnya <6 jam/hari atau justru terlalu banyak tidur >9 jam/hari memiliki volume cairan semen dan jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang proporsi tidurnya ideal, yaitu sekitar 7-7,5 jam/hari (Chen, Yang, Zhou, et al., 2016).

  • Menghindari panas di area penis, testikel, dan sekitarnya
    Ada alasan penting mengapa testikel menyembul keluar dari rongga tubuh, yaitu agar bisa meregulasi suhu dengan lebih baik. Bila testikel ada di dalam tubuh, tentunya suhunya akan lebih panas. Pembentukan sperma membutuhkan suhu yang ideal, tak boleh terlalu tinggi. Berlama-lama duduk, memangku laptop, memakai pakaian dalam ketat, sauna, atau berendam air hangat bisa berdampak buruk bagi kualitas sperma (Leisegang & Dutta, 2021). Maka, pastikan bahwa area selangkangan bebas dari panas yang berlebih serta selalu memiliki sirkulasi udara yang baik.

  • Mengonsumsi sildenafil sitrat
    Salah satu masalah kesuburan yang cukup umum adalah disfungsi ereksi, yaitu kesulitan mencapai penis yang tegang serta mempertahankannya cukup lama untuk mendapatkan kepuasan seksual (Spitz, 2018). Disfungsi ereksi terjadi karena enzim PDE5 yang terlalu aktif. Enzim ini seharusnya ada untuk mencegah penis ereksi terus-terusan, namun ketika terlalu aktif, penis bisa jadi ‘loyo’ dan ereksi pun gagal total. Nah, untuk mengatasinya, bisa dengan mengonsumsi obat disfungsi ereksi yang berkandungan sildenafil sitrat. Selain bisa mengatasi disfungsi ereksi, penelitian menemukan bahwa mengonsumsi sildenafil sitrat juga bisa meningkatkan kualitas sperma (Scherzer, Le & Hellstrom, 2019). Salah satu sildenafil sitrat yang beredar saat ini adalah TOPGRA, inovasi terbaru dari DKT Indonesia yang dapat memberikan Top Great Reaction bagi para pria.

  • Mengurangi stres
    Orang seringkali menyepelekan peran kesehatan mental dalam menjaga vitalitas tubuh secara umum. Padahal, kesehatan mental memegang peranan yang signifikan. Kenyataannya, gangguan cemas dan depresi pun bisa berdampak negatif terhadap faktor kesuburan laki-laki, tepatnya kualitas sperma (Singh, Koner, Ray, et al., 2016). Oleh karena itu, pastikan bahwa kamu senantiasa memiliki support system yang baik dan aktivitas-aktivitas positif untuk menyalurkan emosi ketika menghadapi masalah yang pelik. Bila memang ada masalah yang tergolong serius, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater.

Itulah beberapa faktor yang bisa membuat menstruasi tidak teratur di bulan puasa. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di bulan Ramadan, tubuh pun menyesuaikan diri. Akan tetapi, hal ini tak perlu dicemaskan. Seiring dengan rutinitas yang kembali normal sesudah bulan Ramadan nanti, pola menstruasi pun seharusnya akan kembali seperti semula. Meskipun begitu, bila memang kamu khawatir, tak ada salahnya juga berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

Menstruasi tidak teratur di bulan puasa? Sekitar 30% perempuan mengalami hal yang sama (Yavangi, Amirzargar, et al., 2013). Seringkali, ketidak-teraturan menstruasi menjadi sumber kekhawatiran bagi perempuan, sebab menstruasi kerap dijadikan sebagai tolak ukur kesehatan reproduksi dan kesuburan. Walaupun begitu, menstruasi tidak teratur di bulan Ramadan merupakan sesuatu yang normal. Berikut beberapa alasannya:

  • Pola makan berubah
    Dengan pola makan yang berubah, siklus menstruasi bisa ikut terpengaruh (Akhila, Shaik & Kumar, 2020). Saat puasa, frekuensi, waktu, dan porsi makan tentunya tak sama seperti biasa. Jenis makanan yang dikonsumsi juga bisa berbeda, dengan banyaknya pilihan takjil manis dan gorengan yang tersedia ketika berbuka. Tak mengherankan bila banyak orang mengalami perubahan berat badan secara drastis hingga berdampak pada siklus menstruasi. Jadi, tak perlu kaget bila tahu-tahu menstruasi tidak teratur.
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

  • Jam tidur berubah
    Di bulan suci Ramadan, banyak perempuan yang bangun dini hari pukul 2-3 pagi untuk mempersiapkan sahur serta tidur larut malam setelah beribadah malam. Hal ini tentunya bisa berpengaruh terhadap jam tidur. Bila jam tidur kurang dan tak sempat tidur siang, menstruasi bisa jadi tidak teratur. Soalnya, keteraturan menstruasi juga bergantung pada jam tidur yang cukup (Lim, Kim, Lee, et al., 2018).
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

  • Aktivitas sehari-hari berubah
    Tak hanya pola makan dan jam tidur, aktivitas sehari-hari yang berubah di bulan Ramadan bisa memengaruhi siklus menstruasi (Ikhsan, Siregar & Muharam, 2017). Misalnya, bila tadinya rajin berolahraga, tahu-tahu malah jadi kurang aktif karena berpuasa. Sebaliknya juga berlaku bila tadinya aktivitas sehari-hari tak begitu banyak, namun di bulan puasa jadi sangat sibuk, entah karena persiapan sahur dan buka puasa, kegiatan amal dan acara keagamaan, serta padatnya persiapan menyambut lebaran Idul Fitri.
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

  • Tingkat stres berubah
    Bulan puasa dan lebaran Idul Fitri idealnya menjadi momen baik yang ditunggu-tunggu. Akan tetapi, segala persiapannya juga bisa menguras tenaga, waktu, dan biaya, sehingga memicu stres. Bertemu dengan keluarga besar pun bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi bila harus berhadapan dengan pertanyaan-pertanyaan klasik yang dari beberapa anggota keluarga yang mungkin agak kurang sensitif.
    “Kapan nikah?”
    “Kok belum hamil juga?”
    “Kapan nambah anak kedua?”
    “Habis puasa kok tambah gemuk, ya?”
    Faktanya, stres pun bisa membuat menstruasi tidak teratur (Lim, Kim, Lee, et al., 2018). Dibutuhkan strategi khusus untuk tetap tenang dan mempertahankan kesehatan mental.
    Menstruasi Tidak Teratur di Bulan Puasa, Apakah Normal?

Itulah beberapa faktor yang bisa membuat menstruasi tidak teratur di bulan puasa. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di bulan Ramadan, tubuh pun menyesuaikan diri. Akan tetapi, hal ini tak perlu dicemaskan. Seiring dengan rutinitas yang kembali normal sesudah bulan Ramadan nanti, pola menstruasi pun seharusnya akan kembali seperti semula. Meskipun begitu, bila memang kamu khawatir, tak ada salahnya juga berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

Kondom bocor akibat salah pakai. Pil KB lupa diminum. Jadwal suntik KB terlewat. Niatnya tak ingin bermesraan di masa subur, namun apa daya ternyata ‘khilaf’. Apapun cerita yang melatar-belakanginya, kamu dan pasanganmu terlanjur berhubungan seks tanpa pengaman. Padahal, kalian sama-sama belum siap untuk menghadapi kehamilan. Kemudian kalian berhasil mengambil langkah yang tepat, yaitu mencari kontrasepsi darurat sesegera mungkin, entah itu IUD tembaga atau pil kontrasepsi darurat. Lalu, sekarang gimana?

  • Tetap tenang
    Kamu sudah melakukan segala yang bisa kamu lakukan, sehingga usahakan untuk tetap tenang. Asal digunakan sesegera mungkin setelah hubungan seks tanpa pengaman, kontrasepsi darurat akan bekerja dengan efektif. Berdasarkan 18 buah penelitian di 5 negara dengan total 8550 kasus pemasangan IUD tembaga sebagai metode kontrasepsi darurat, hanya 8 kasus yang berujung pada kehamilan. Artinya, efektivitas IUD tembaga dalam mencegah kehamilan lebih dari 99%, dengan tingkat kegagalan hanya 0,093%. Pil kontrasepsi darurat juga memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dengan tingkat kegagalan di bawah 3% ketika dikonsumsi selambat-lambatnya <120 jam atau lima hari setelah hubungan seks tanpa pengaman (Festin, Peregoudov, Seuc, et al., 2017). Jadi, tak perlu panik.
    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

  • Diskusi strategi pencegahan kehamilan yang lebih efektif untuk ke depannya
    Kamu dan pasanganmu seharusnya nggak akan membutuhkan kontrasepsi darurat bila memang metode pencegahan kehamilan yang digunakan saat ini sudah efektif. Oleh karena itu, ada baiknya mengevaluasi letak kesalahan strategi pencegahan kehamilan yang sudah diterapkan. Misalnya, bila kondom lepas atau bocor tiba-tiba, mungkin ada kesalahan penyimpanan. Apakah kamu menyimpan kondom di dekat benda tajam, di dalam mobil yang panas, atau di tempat yang terpapar cahaya matahari? Sudah benarkah teknik pemakaian kondomnya? Hindari memakai kondom terlalu dini sebelum penis mengeras atau terlalu lama mencopot kondom setelah ejakulasi hingga sperma merembes. Kalau jadwal minum pil KB atau suntik KB sering kelewatan, mungkin kamu perlu memasang alarm pengingat di HP atau meminta bantuan pasangan untuk mengingatkan. Khilaf berhubungan seks di tanggal subur? Mungkin sudah saatnya beralih ke metode kontrasepsi modern.
    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

  • Beli testpack 1-2 minggu setelahnya
    Meski tingkat kesuksesan kontrasepsi darurat sangat tinggi, tetap nggak ada salahnya membeli alat tes kehamilan sekitar 1-2 minggu setelah terjadinya hubungan seks tanpa pengaman, untuk sekadar berjaga-jaga saja bila memang terjadi kehamilan. Apalagi, jika kamu atau pasanganmu baru menggunakan kontrasepsi darurat setelah jangka waktu yang direkomendasikan, sebab bila dipakai >120 jam setelah berhubungan seks, kemungkinan kontrasepsi tersebut gagal akan lebih tinggi.
    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

    Gunakan Andalan Pregnancy Test Midstream, alat tes kehamilan pribadi dengan sensitivitas yang tinggi dan tingkat akurasi 99,9%. Bila ternyata tidak hamil, kamu dan pasanganmu bisa bernapas dengan lega. Kalau memang hamil, tetap diskusikan dengan kepala dingin langkah apa yang akan diambil selanjutnya dengan pasangan, misalnya mencari bantuan finansial, keluarga yang bisa mengasuh, babysitter, dan sebagainya. Tak perlu putus asa, sebab selalu ada jalan keluar.

    Setelah Memakai Kontrasepsi Darurat, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

Itulah 3 hal yang perlu dilakukan setelah memakai kontrasepsi darurat. Selain itu, jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Tiga Alat Kontrasepsi Berduri Lembut yang Mempermudah Orgasme

Alat kontrasepsi berduri, memangnya ada? Yes! Tentunya duri yang dimaksud bukan duri-duri besi yang tajam dan berbahaya, namun duri-duri lembut dari bahan lateks yang super duper merangsang. Bagi pasangan yang belum pernah mencobanya, boleh banget nih, mengeksplor opsi yang satu ini. Aman dan menggoda, duri-duri ini bisa bikin seks tambah dahsyat dan gereget. Penasaran? Berikut tiga alat kontrasepsi berduri lembut yang mempermudah orgasme.

  • Kondom Sutra Gerigi
    Penelitian membuktikan bahwa kondom bertekstur ulir dan duri menambah stimulasi dalam berhubungan seks dengan gesekan dan sensasinya yang memaksimalkan kepuasan seksual (Beksinska, Wong & Smit, 2020). Nah, kondom Sutra Gerigi didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan ini. Tipis, kuat, transparan, dan dilengkapi dengan duri-duri cinta yang halus dan lembut. Maju-mundur di kasur nggak bakal bikin jenuh lagi!

    Tiga Alat Kontrasepsi Berduri Lembut yang Mempermudah Orgasme

  • Kondom Fiesta Max Dotted
    Kondom Fiesta Max Dotted dikembangkan sedemikian rupa dengan duri alias bintil cinta yang lebih besar. Lebih besar durinya, lebih mantap sensasinya. Apalagi jika digunakan sambil menstimulasi area klitoris yang sensitif sebelum masuk ke vagina. Kenikmatan yang dihasilkan sulit dideskripsikan dengan kata-kata. Tak mengherankan jika varian kondom ini paling digemari di dunia.

    Tiga Alat Kontrasepsi Berduri Lembut yang Mempermudah Orgasme

  • Kondom Supreme Sensation
    Kondom Supreme Sensation mengkombinasikan tekstur duri, ulir, dan ukuran yang extra fit, semua dalam satu bungkus kemasan. Fitur 3 in 1 dengan bentuk kontur yang pas mengikuti lekuk penis memberikan kenyamanan dan kesempurnaan ketika digunakan. Pasangan pun jadi ketagihan.

Tiga Alat Kontrasepsi Berduri Lembut yang Mempermudah Orgasme

Agar lebih lengkap lagi, padukan salah satu dari ketiga alat kontrasepsi berduri lembut tadi dengan pelumas yang tepat. Sutra Lubricant berbahan dasar air ramah terhadap kondom lateks, sehingga bisa dijadikan pilihan. Perpaduan sensasi duri dan lapisan pelumas yang basah menjadi kombinasi yang luar biasa. Mencapai orgasme lebih mudah, seks juga semakin aman, semakin terlindungi dari risiko lecet, luka, serta infeksi menular seksual (IMS) seperti chlamydia, gonorrhoea, HIV, herpes, dan HPV.

Baca juga: Berduri, Alat Kontrasepsi Terbaik bagi Laki-laki Ini Paling Disukai oleh Perempuan

Kalau bingung memilih alat kontrasepsi dari berbagai varian tadi, libatkan pasangan dalam proses pemilihannya. Selain demi membuat pasangan merasa bahwa opininya berharga, kamu juga bisa mengenal selera pasanganmu lebih jauh lagi. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Kondom Terbaik Beraroma Segar untuk Seks Oral yang Lebih Aman

Bercinta dengan cara-cara baru yang berbeda dari biasanya bisa menjadi pengalaman positif yang menghilangkan kejenuhan dan menambah kedekatan intim dengan pasangan. Misalnya, bila terbiasa dengan seks vaginal, kamu dan pasanganmu bisa mencoba seks oral. Meskipun begitu, dibutuhkan persiapan yang matang agar seks oral menjadi lebih aman dan nyaman bagi si pemberi serta si penerima. Salah satu di antaranya adalah dengan memilih kondom terbaik yang beraroma segar serta bisa mengurangi risiko penyebaran infeksi menular seksual (IMS).

Menurut kamus Oxford, seks oral adalah aktivitas seksual di mana seseorang memberikan stimulasi pada alat kelamin pasangannya dengan mulut. Ada dua bentuk seks oral, yaitu fellatio dan cunnilingus. Baik laki-laki maupun perempuan bisa menikmatinya. Bila yang diberi stimulasi adalah penis, maka sebutannya adalah fellatio. Kalau yang dirangsang adalah vulva, klitoris, labia, atau vagina, sebutannya adalah cunnilingus.

Orang seringkali berpikir bahwa seks oral lebih aman daripada seks vaginal, sehingga tidak perlu memakai kondom. Padahal, ada banyak risiko gangguan kesehatan reproduksi yang bisa terjadi bila kamu melakukan seks oral tanpa pengaman. Soalnya, infeksi menular seksual (IMS) bukan hanya menyebar melalui interaksi antara penis dan vagina saja, namun melalui semua membran mukus alias bagian tubuh yang berlendir: penis, vagina, anus, mata, dan mulut (Perez, 2018). Dengan seks oral tanpa pengaman, risiko penyebaran chlamydia, gonorrhoea, herpes, dan HIV bisa meningkat. Inilah alasan mengapa kamu dan pasanganmu tetap membutuhkan kondom meskipun seks oral tak bisa menyebabkan kehamilan.

“Yah, jadi nggak seru lagi dan bau karet, dong?!”

Tak perlu khawatir soal ini, sebab kali ini Halo DKT akan berbagi informasi soal beberapa varian kondom terbaik beraroma segar yang bisa kamu gunakan bersama sosok terkasih. Bagi kamu yang menyukai aroma buah-buahan, salah satu varian kondom terlaris adalah kondom Fiesta Strawberry. Aroma manisnya yang luar biasa membuat Fiesta Strawberry menjadi kondom favorit. Selain itu, ada juga 3 varian aroma buah-buahan lainnya, yaitu Fiesta Grape, Fiesta Banana, dan Fiesta Durian, yang juga tak kalah segar dan tentunya bisa membangkitkan gairah. Ingin yang lebih unik lagi? Kondom Fiesta Bubblegum hadir dengan aroma permen karet yang bikin makin seru. Aman nggak sih, kalau bahan kondomnya masuk ke mulut? Yes! Seluruh varian kondom beraroma buah-buahan ini telah teruji klinis dan sesuai dengan standar mutu internasional.

Kondom Terbaik Beraroma Segar untuk Seks Oral yang Lebih Aman

“Semua kan kondom laki-laki, ya… Buat cunnilingus gimana dong biar lebih aman?”
Untuk cunnilingus, alat pengaman yang biasa digunakan disebut dengan dental dam. Dental dam adalah lapisan lateks berbentuk persegi yang bisa ditaruh di atas permukaan vagina (Westheimer & Lehu, 2019). Di Indonesia, dental dam sangat jarang dijual, tetapi kamu bisa membuatnya sendiri dari kondom yang digunting. Kamu bisa menggunting kondom secara vertikal (memanjang) sehingga jadi berbentuk persegi panjang. Lapisan kondom berbentuk persegi panjang ini kemudian ditaruh di atas area intim pasanganmu. Jadi, deh! Mudah dan praktis. Tips khusus untuk dental dam, gunakan tanganmu untuk menahan posisinya agar tidak mudah bergeser ketika sedang asik-asiknya.

Baca juga: Kondom yang Enak untuk Digunakan di Bulan Kasih Sayang Buat Pasutri

Itulah beberapa kondom terbaik beraroma segar untuk seks oral yang lebih aman. Meski sudah menggunakan kondom, tetap cek status infeksi menular seksual di rumah sakit secara rutin, ya. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

“Kalau lagi puasa, boleh geser jam minum pil KB nggak sih?”

Pil mini alias pil KB Laktasi yang hanya mengandung hormon progesteron saja merupakan metode KB yang banyak digemari. Selain bisa digunakan untuk orang-orang yang sensitif terhadap hormon estrogen, pil ini juga ramah terhadap ibu menyusui, karena tidak mengurangi jumlah serta kualitas ASI, serta tidak memicu gangguan kesehatan maupun hambatan perkembangan apapun bagi bayi (Phillips, Tepper, Kapp, et al., 2016). Salah satu contohnya adalah pil Andalan Laktasi. Bagi perempuan yang sehari-harinya menggunakan pil mini atau pil laktasi sebagai metode KB, pertanyaan ini mungkin muncul di pikiran ketika memasuki bulan Ramadan. Memang betul bahwa agar efektivitas pil mini lebih tinggi, ada sejumlah aturan yang perlu diikuti, termasuk konsistensi jam minum pil. Kira-kira seperti apa, ya, strategi untuk menyesuaikan jadwal minum pil mini saat puasa?

  • Memilih jadwal yang strategis
    Pilihlah jam minum pil yang paling memudahkan untuk diikuti secara konsisten. Aktivitas di bulan puasa tentunya berbeda dengan aktivitas di bulan lainnya. Misalnya, jika biasanya waktu luang lebih banyak di malam hari, sekarang malam lebih banyak diisi dengan ibadah tarawih atau memasak untuk persiapan sahur keesokan paginya. Oleh karena itu, ketika akan menggeser jadwal minum pil, cari jam yang memang paling memudahkan. Ada orang yang merasa lebih santai di waktu sahur jam setengah 4 pagi, ada yang di waktu buka puasa pukul 6 sore, ada juga yang di waktu lain. Yang penting, sesuaikan saja dengan aktivitasmu.
    Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

  • Menggunakan metode KB cadangan selama 48 jam
    Pil mini sangat sensitif terhadap perubahan jadwal. Efektivitasnya hanya bisa bekerja secara maksimal bila diminum tepat waktu. Akibatnya, saat menggeser jadwal minum pil, tubuh jadi jauh lebih rentan terhadap kehamilan. Nah, untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, gunakanlah metode KB cadangan selama setidaknya 2 hari setelah menggeser jam minum pil, misalnya dengan menggunakan kondom. Tak perlu takut repot, sebab kondom bisa dibeli dengan bebas di apotek, supermarket, minimarket, dan gerai-gerai online terpercaya tanpa memerlukan resep dokter.
    Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

  • Memasang alarm pengingat di HP
    Karena jadwal minum pil baru diubah, kemungkinan besar kamu masih belum terbiasa dengan jadwal yang baru. Agar tidak kelupaan, nggak ada salahnya memasang alarm pengingat di HP. Dengan begitu, risiko ‘kebobolan’ lebih kecil.
    Pahami Hal Ini Sebelum Menggunakan Pil Mini atau Pil Laktasi sebagai Metode KB di Bulan Puasa

Baca juga: Tak Hanya untuk Sehari-hari, IUD Tembaga Juga Bisa Jadi Kontrasepsi Darurat

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami sebelum menggunakan pil mini sebagai metode KB di bulan puasa. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Waspadai 3 Jenis Gangguan Makan yang Menyebabkan Menstruasi Tidak Teratur

Dengan standar kecantikan yang semakin tinggi dan maraknya tren menampilkan tubuh ideal di jejaring sosial, tak mengherankan bila banyak orang akhirnya terobsesi dengan pola makan yang kurang sehat. Padahal, pola makan yang tidak sehat bisa menyebabkan banyak masalah bagi tubuh, termasuk menstruasi tidak teratur serta ketidak-suburan. Berikut 3 contoh gangguan makan yang perlu diwaspadai menurut DSM-5, buku panduan diagnosis resmi para psikolog.

  • Anoreksia nervosa
    Orang dengan anoreksia memiliki persepsi yang tidak wajar mengenai bentuk tubuhnya sendiri. Meskipun sudah sangat kurus, ia masih merasa gemuk. Berbagai upaya akan ia lakukan untuk mencapai bentuk tubuh kurus yang diinginkan, mulai dari diet, memuntahkan makanan dengan sengaja, menggunakan obat-obatan pelancar buang air besar (BAB), dan / atau olahraga yang berlebihan.
    Menstruasi tidak teratur merupakan salah satu dampak dari anoreksia terhadap kesehatan reproduksi. Selain itu, orang yang memiliki anoreksia biasanya juga butuh waktu yang lebih lama sebelum dikaruniai keturunan (Winkler, Frolich, et al., 2016).
    Waspadai 3 Jenis Gangguan Makan yang Menyebabkan Menstruasi Tidak Teratur

  • Bulimia nervosa
    Seperti anoreksia, bulimia juga disertai dengan kebiasaan untuk memuntahkan makanan dengan sengaja, minum obat-obatan pelancar BAB, serta olahraga dan puasa berlebihan demi tubuh kurus. Bedanya, jika orang dengan anoreksia mengalami penurunan berat badan yang ekstrim akibat membatasi asupan makanan, orang-orang dengan bulimia tidak demikian. Pola makan tidak sehat dari bulimia ditandai dengan kebiasaan makan banyak dalam waktu cepat yang diikuti dengan rasa bersalah dan malu, kemudian mengeluarkan kembali secara paksa makanan yang sudah masuk ke dalam perut. Masalahnya, karena makanan hanya ‘lewat’ di lambung dalam waktu yang sangat singkat, tubuh tak sempat mencerna kandungan nutrisinya. Ini merupakan salah satu faktor penyebab menstruasi tidak teratur bagi orang-orang dengan bulimia. Meskipun dampaknya tidak separah anoreksia, bulimia tetap bisa mengurangi kesuburan (Tabler, Utz, et al., 2018).
    Waspadai 3 Jenis Gangguan Makan yang Menyebabkan Menstruasi Tidak Teratur

  • Binge-Eating Disorder (BED)
    Berbeda dengan anoreksia dan bulimia, orang-orang dengan BED justru terlalu banyak makan. Walaupun sedang tidak lapar, mereka bisa makan sangat cepat hingga kekenyangan. Bila setelahnya mereka merasa bersalah karena sudah makan secara berlebihan, cara mereka mengatasi perasaan yang membuat tidak nyaman tersebut adalah dengan makan lagi. Seperti anoreksia dan bulimia, BED juga bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur (Algars, Huang, et al., 2014).

    Lalu, bila sudah terlanjur memiliki gangguan makan, apakah siklus menstruasi bisa kembali teratur? Dengan bantuan profesional, niat yang kuat, serta upaya yang konsisten, bisa.

    Sebagai contoh, sebanyak 50% penyintas anoreksia kembali menstruasi secara teratur setelah mereka berhasil menaikkan kadar lemak dalam tubuh hingga 23% (Winkler, Frolich, et al., 2016). Oleh karena itu, kalau kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami salah satu dari ketiga gangguan makan ini, usahakan untuk segera mencari bantuan psikolog dan dokter. Hindari penghakiman dalam bentuk apapun, sebab gangguan makan seringkali bersifat kompleks dan berakar pada masalah yang lebih serius.
    Waspadai 3 Jenis Gangguan Makan yang Menyebabkan Menstruasi Tidak Teratur

Baca juga: Menstruasi Tidak Teratur, Salah Satu Gejala PCOS

Itulah sekilas pembahasan mengenai gangguan makan yang bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Banyak perempuan yang baru melahirkan ingin memberi jarak waktu sebelum hamil lagi. WHO pun merekomendasikan memberi jeda antara kehamilan, demi menjaga kesehatan ibu dan buah hati mereka. Untuk itu, dibutuhkan metode kontrasepsi yang efektif. Memilih kontrasepsi untuk ibu menyusui sebenarnya mudah. Akan tetapi, karena kurangnya informasi mengenai jenis kontrasepsi yang tepat, terkadang orang jadi kebingungan. Untuk membantumu, ada 3 hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih kontrasepsi untuk ibu menyusui, yaitu: kapan menyusui tak bisa digunakan sebagai metode KB alami lagi, jenis kandungan hormon dalam alat kontrasepsi modern, dan pentingnya konsultasi kecocokan alat KB dengan kondisi kesehatan.

  1. Kondisi-kondisi yang menyebabkan menyusui tidak bisa jadi metode KB alami lagi
    “Kalau sedang menyusui, nggak bisa hamil, kan? Buat apa pakai kontrasepsi?” Memang betul bahwa menyusui bisa jadi kontrasepsi alami. Metode ini disebut dengan lactational amenorrhea (LAM). LAM pada dasarnya adalah ketidak-suburan yang bersifat sementara karena tubuh sedang memprioritaskan pemberian ASI untuk bayi yang masih kecil. Ini seringkali dianggap sebagai ‘kontrasepsi alami’. Akan tetapi, ada tiga kondisi yang harus dipenuhi agar LAM bisa bekerja dengan efektif (Abraha, Teferra, et al., 2018):
    • Ibu harus menyusui bayi secara eksklusif. Artinya, si Kecil sepenuhnya menerima air susu ibu (ASI), tidak diselingi dengan pemberian susu formula.
    • Ibu belum mengalami menstruasi.
    • Si Kecil berusia <6 bulan.

    Bila salah satu dari ketiga kondisi tadi tidak terpenuhi, maka LAM tidak akan efektif. Akibatnya, bisa terjadi kehamilan. Nah, satu-satunya jalan mencegah kehamilan bila LAM tak berfungsi lagi adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi modern. Tak perlu khawatir, sebab sudah banyak alat kontrasepsi untuk ibu menyusui yang terjamin keamanannya.
    Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

  2. Kandungan hormon dalam alat kontrasepsi modern yang cocok untuk ibu menyusui
    Dari segi kandungannya, alat kontrasepsi hormonal terbagi menjadi dua jenis. Ada yang mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron, ada juga yang hanya mengandung hormon progesteron saja. Kontrasepsi untuk ibu menyusui biasanya hanya mengandung hormon progesteron saja, sehingga tidak mengganggu produksi serta kualitas ASI. Beberapa jenis kontrasepsi untuk ibu menyusui yang populer di Indonesia antara lain Pil KB Andalan Laktasi, Suntikan KB 3 Bulan Andalan, serta Andalan Implan.
    Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

  3. Konsultasi kecocokan alat kontrasepsi dengan kondisi kesehatan pribadi
    Mengetahui kecocokan alat kontrasepsi dengan kondisi kesehatan pribadi juga tidak kalah penting. Misalnya, jika kamu sering mengalami migrain, maka pilihan terbaik adalah menggunakan IUD tembaga (Diagram Kriteria Kelayakan Medis dalam Penggunaan Kontrasepsi WHO, 2016). Agar tidak keliru dalam memilih jenis kontrasepsi, konsultasikan terlebih dahulu mengenai kondisi kesehatan pribadimu pada dokter.
    Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui

Baca juga: Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Bolehkah Dilanjutkan Ketika Sudah Berhenti Menyusui?

Itulah tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih kontrasepsi untuk ibu menyusui. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Bau Tak Sedap, Salah Satu Hal yang Membedakan Keputihan Akibat Chlamydia dengan Keputihan Tanda Hamil

Cairan yang tahu-tahu muncul atau bertambah banyak di pakaian dalam bisa jadi merupakan keputihan tanda hamil. Akan tetapi, kalau disertai dengan bau tak sedap, kamu perlu mewaspadainya. Soalnya, ini adalah salah satu gejala Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebut dengan chlamydia.

Sebagian IMS disebabkan oleh virus, sementara sebagian lagi disebabkan oleh bakteri. Nah, dari jenis-jenis IMS akibat serangan bakteri, WHO (2016) menyebutkan bahwa chlamydia merupakan yang paling sering terjadi. Chlamydia bisa menyebar melalui hubungan seks vaginal, oral, dan anal dengan seseorang yang sudah memiliki chlamydia (Dweck & Westen, 2017), khususnya bila hubungan seks dilakukan tanpa menggunakan kondom sebagai pengaman. Selain itu, bayi juga bisa terkena chlamydia dari ibunya saat baru lahir.

Pada perempuan, chlamydia tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas (Westheimer & Lehu, 2019). Akan tetapi, ada kalanya perempuan juga merasakan gejala chlamydia, seperti keputihan yang tidak normal, keluarnya cairan dari anus, nyeri di bagian perut, dan keluarnya darah setelah berhubungan seks. Baik ketika chlamydia menyebabkan gejala yang patut dikeluhkan maupun tidak, chlamydia tetap harus ditangani oleh dokter. Soalnya, chlamydia yang tidak segera ditangani bisa melukai, menyempitkan, bahkan memblokir tuba falopi, yaitu saluran yang menyambungkan indung telur dengan rahim serta jalur yang harus dilalui sel telur untuk bisa bertemu dengan sperma. Bila tuba falopi terblokir, bisa terjadi gangguan kesuburan, kehamilan ektopik di luar rahim, dan nyeri panggul yang berkepanjangan (Hill, 2019).

Inilah alasan mengapa kamu harus waspada jika keputihan terlihat tidak normal, khususnya saat kamu dan pasanganmu sedang berusaha untuk hamil. Lalu bagaimana cara membedakan keputihan akibat chlamydia dengan keputihan tanda hamil? Nggak sulit, kok.
Secara medis, terdapat dua jenis keputihan, yaitu keputihan normal dan keputihan patologis. Keputihan tanda hamil termasuk jenis keputihan yang normal serta mengandung bakteri baik lactobacillus doderlein yang diperlukan sebagai benteng untuk melindungi vagina dari serangan jamur dan bakteri buruk. Ciri-cirinya: tidak berbau, jernih, serta tidak menyebabkan rasa gatal maupun perih (Marhaeni, 2016).

Berbeda dengan keputihan tanda hamil, keputihan akibat chlamydia biasanya berwarna kekuning-kuningan dan berbau tidak sedap (Planned Parenthood, 2021). Bila keputihanmu ciri-cirinya seperti ini, sebaiknya segera jadwalkan kunjungan ke dokter agar kamu bisa segera diperiksa. Kalau memang betul bahwa penyebabnya adalah chlamydia, deteksi dini akan membantumu mendapatkan penanganan yang tepat. Jadi, semakin cepat ketahuan, semakin baik. Tak perlu malu untuk mencari bantuan medis, sebab dokter dan pihak rumah sakit berkewajiban menjaga kerahasiaan kondisi setiap pasien. Privasi akan tetap terjaga.

Kalau ternyata bukan chlamydia, apakah sudah pasti keputihan tanda hamil? Belum tentu juga. Untuk memastikan bahwa kamu betul-betul hamil, gunakanlah alat uji kehamilan / test pack. Kamu bisa menggunakan Andalan Pregnancy Test Midstream, alat tes kehamilan pribadi dengan tingkat keakuratan 99,9% yang bisa dipakai dengan mudah di rumah.

Baca juga: Ini Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Akibat Bacterial Vaginosis (BV)

Itulah perbedaan keputihan akibat chlamydia dengan keputihan tanda hamil. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Cegah Kehamilan Tanpa Mengganggu Menstruasi dengan Suntik KB 2 Bulanan Andalan Gestin F2

Di usia produktif, perempuan butuh dukungan untuk bisa memaksimalkan kesempatan berkarir dan mengembangkan diri. Salah satunya adalah dengan pelayanan KB yang efektif, praktis, dan baik bagi kesehatan, sesuatu yang menurut WHO merupakan hak setiap orang. Suntik KB 2 bulanan Andalan Gestin F2 hadir untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini.

Andalan Gestin F2 merupakan metode kontrasepsi hormonal yang diadministrasikan melalui suntikan setiap 2 bulan sekali. Dengan kandungan medroxyprogesterone acetate (hormon progesteron) 65 mg dan estradiol cypionate (hormon estrogen) 7,5 mg per mililiternya, Andalan Gestin F2 terbukti efektif mencegah kehamilan. Andalan Gestin F2 merupakan KB Suntik 2 bulan yang ada pertama di Indonesia. Mekanisme kerjanya ada 3 macam, yaitu sebagai berikut:

  • Mencegah pematangan dan pelepasan sel telur,
  • Menebalkan cairan lendir pada leher rahim agar lebih sulit dilalui oleh sperma,
  • Menipiskan lapisan endometrium agar sel telur tidak dapat menempel bila masih terjadi pembuahan sel telur oleh sperma.

Cegah Kehamilan Tanpa Mengganggu Menstruasi dengan Suntik KB 2 Bulanan Andalan Gestin F2

Dari segi kesehatan, Andalan Gestin F2 memiliki banyak manfaat. Perempuan terkadang khawatir bahwa menggunakan alat kontrasepsi bisa mengganggu siklus menstruasi ataupun mengurangi kesuburan secara permanen. Nah, dengan Andalan Gestin F2, hal ini tidak akan terjadi. Soalnya, kombinasi hormon progesteron dan estrogennya dikembangkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu keteraturan siklus menstruasi. Kamu pun bisa segera merencanakan kehamilan setelah masa perlindungan Andalan Gestin F2 selesai.

Dibandingkan dengan suntik KB 1 bulanan, suntik KB 2 bulanan Gestin jauh lebih praktis dan ekonomis. Karena hanya perlu dilakukan 2 bulan sekali, jumlah jadwal kunjungan suntik jadi lebih sedikit, cocok sekali untuk kondisi Indonesia yang masih dilanda pandemi COVID-19. Keunggulan ekonomisnya tak perlu dipertanyakan lagi.

Baca juga: Tak Hanya untuk Sehari-hari, IUD Tembaga Juga Bisa Jadi Kontrasepsi Darurat

Bagi dokter atau bidan yang ingin bertanya lebih lanjut tentang Andalan Gestin F2 bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 17.00 WIB.